Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Senyum Pelaku UMKM di Sekitar Candi Prambanan Saat Belajar Bareng di Pelatihan IDM, Berharap Bisa Naik Kelas dan Berkontribusi Lebih

Redaksi oleh Redaksi
3 Desember 2025
A A
Pelaku UMKM di sekitar Prambanan mengikuti pelatihan. MOJOK.CO

100 orang pelaku usaha ikuti pelatihan untuk tingkatkan produk. (Sumber: IDM)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Senyum terpancar dari wajah pelaku UMKM saat mengikuti program Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata di sekitar Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko oleh InJourney Destination Management (IDM). Baik dari pelaku usaha kuliner, fashion (batik ecoprint, shibori), maupun jasa (wisata, salon bengkel). 

Salah satu pelaku UMKM, Rindang Irwina mengatakan pelatihan itu berguna bagi dirinya, terutama untuk meningkatkan legalitas serta tampilan produk yang lebih menjual, terutama di media sosial.

“Pelatihan ini bisa menambah bagus tampilan produk di media sosial kami, yang semoga bisa menambah daya tarik dan daya jual produk,” kata Rindang dikutip dari keterangan resmi IDM, Senin (1/12/2025).

Senada dengan Rindang, Kepala Desa Bokoharjo, Dody Heriyanto berujar penguatan UMKM sangat penting untuk mendukung ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Sebagai pelaku UMKM yang berada di ring satu Candi Prambanan, Dody berujar masyarakat di wilayahnya memiliki peran strategis dalam mendukung pariwisata. 

Pelaku UMKM. MOJOK.CO
Interaksi pelaku UMKM dengan pemateri. (Sumber: IDM)

“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas UMKM untuk naik kelas, memperkuat kualitas produk, dan berkontribusi lebih besar dalam ekosistem pariwisata Prambanan,” ujarnya.

Target pelaku UMKM di sekitar Prambanan dan Keraton Ratu

Kegiatan Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata berlangsung di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko pada Senin (1/12/2025) itu bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM untuk mendukung aktivitas pariwisata berkualitas.

IDM mengundang 100 pelaku UMKM dari tiga wilayah kecamatan yang hadir. Khususnya wilayah terdekat di Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko, yakni:

  1. Kecamatan Prambanan yang terdiri dari Desa Tlogo, Bugisan, Kokosan, Kebondalem Kidul, dan Pereng. 
  2. Kecamatan Prambanan yang terdiri dari Desa Bokoharjo dan Sambirejo.
  3. Kecamatan Kalasan yang terdiri dari Desa Tamanmartani.
Pelaku UMKM melihat pameran. MOJOK.CO
Pelaku UMKM mengamati produk yang berkualitas. (Sumber: IDM)

General Manager Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur menjelaskan program Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata merupakan tindak lanjut IDM untuk memberdayakan peran warga.

“Agenda ini termasuk dalam tindak lanjut atas pemetaan sosial dan potensinya yang kami lakukan untuk memberdayakan peran warga dalam aktivitas-aktivitas pariwisata, ekonomi kreatif dan penunjangnya,” ujar Ratno Timur di Gedung Serbaguna Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Senin (1/12/2025).

Ratno berharap dukungan tersebut bisa meningkatkan kapasitas pelaku usaha untuk mendukung terselenggaranya pariwisata berkualitas di wilayah Prambanan.

Manfaat yang didapatkan pelaku UMKM 

Sustainability Division Head IDM Ismiyati mengatakan bahwa Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata di Kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko merupakan bagian dari pilar ekonomi program Cipta Ambara Budaya. 

Pemateri UMKM. MOJOK.CO
Pemateri mengenalkan legalitas usaha, AI, hingga foto dan pengemasan produk. (Sumber: IDM)

Fokusnya pada pemberdayaan UMKM di kawasan Candi Prambanan, Ratu Boko, dan sekitarnya. Di mana nantinya, program ini bakal melewati proses penilaian menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Lalu, apa saja yang didapatkan oleh pelaku usaha? Ismiyati menjelaskan terdapat beberapa materi yang bakal mereka terima, yakni pengenalan legalitas usaha, market awareness, kecerdasan buatan bagi UMKM, hingga foto dan packaging produk.

Pada materi pengenalan legalitas berusaha, peserta didorong untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai dokumen legal untuk mempermudah urusan perizinan atau bantuan usaha lainnya. 

Iklan

“Hal ini kami lakukan agar peserta bisa mendapatkan berbagai izin seperti sertifikat PIRT, yaitu izin edar untuk produk makanan dan minuman yang diproduksi oleh usaha skala rumah tangga, sertifikat halal dan lainnya,” ucap Ismiyati.

“Kami berharap, hal ini bisa menambah ilmu agar produk mereka bisa lebih menjual dan diterima pasar dengan lebih mudah,” lanjutnya.

Dalam materi market awareness, peserta diajak lebih terbuka untuk menghadapi tantangan ke depan. Sebagai UMKM di ring I kawasan Warisan Budaya Dunia, mereka didorong untuk lebih mengenal potensi usaha yang semakin terbuka dan menantang.

BACA JUGA: Pelatihan WhatsApp untuk Pelaku UMKM di Jogja, Adopsi Digital buat Hadapi Beragam Tantangan Usaha atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2025 oleh

Tags: candi prambananInJourneyJogjapelatihan usaharatu bokoslemanUMKM
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.