Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Nostalgia Kereta Api Lembah Serayu, Penghubung Cilacap-Wonosobo yang Penuh Kenangan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
10 Juli 2023
A A
kereta api lembah serayu mojok.co

Jalur kereta Lembah Serayu Purwokerto-Wonosobo (Dok. Heritage KAI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pernah ada jalur kereta Lembah Serayu yang melintasi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo. Rute ini indah karena banyak melintas di sepanjang lembah tepi Sungai Serayu.

Jalur legendaris itu kini hanya tersisa rel usang yang tak berfungsi, terutama di Banjarnegara dan Wonosobo. Beberapa bekas stasiun masih terlihat, meski sudah dalam kondisi terbengkalai.

Inisiasi jalur Lembah Serayu berangkat dari perusahaan swasta Belanda Serajoedal Stroomtram Maastschappij (SDS) yang ingin membuat jalur angkutan hasil kebun. Setelah melalui proses panjang untuk mendapatkan izin dari pemerintah kolonial, akhirnya kereta api jalur Lembah Serayu mulai beroperasi pada 1 Juli 1900.

Nama perusahaan ini memiliki arti perusahaan kereta atau trem uap Lembah Serayu. Jalurnya memang melewati pinggiran sungai terpanjang di Jawa Tengah ini.

Jalurnya membentang antara Maos, Cilacap, sampai Wonosobo. Namun mulanya, sampai 1917 masih berujung di Banjarnegara dengan total 31 pemberhentian baik stasiun maupun halte.

Purnawan Basundoro dalam bukunya Arkeologi transportasi: Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830-1940an menyebut jalur ini punya manfaat strategis sebagai angkutan angkut warga dan barang pada masa kejayaannya.

Pasca-kemerdekaan, seluruh aset perusahaan Belanda akhirnya beralih ke Pemerintah Indonesia. Termasuk jaringan kereta api di Banyumas ini. Hal itu berdasarkan UU Nomor 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-perusahaan Milik Belanda.

Peraruran itu membuat kereta api Lembah Serayu masih terus eksis menjadi fasilitas transportasi masyarakat di Banyumas. Selain itu juga berfungsi untuk angkutan barang. Setelah kemerdekaan, jalur ini disebut Lintas Purwokerto-Wonosobo dengan panjang 92,1 kilometer dari Purwokerto, Banjarsari, Klampok, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

Akhir era Lembah Serayu

Pada era 70-an, Purnawan Basundoro menyebut, pemerintah mulai melakukan perubahan pengelolaan transportasi. Jalan raya di sekitar Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo mulai mengalami perbaikan masif.

Hal itu mendorong pertumbuhan transportasi bus dan kendaraan serupa yang dianggap lebih fleksibel lantaran bisa berhenti di sembarang tempat. Masyarakat mulai beralih dan pemerintah akhirnya menurunkan peran bagi kereta api lokal Lembah Serayu.

Pada 1977, pemerintah menurunkan kelas stasiun Purwokerto (Stasiun Purwokerto Timur) sampai Wonosobo. Hal ini juga seiring dengan menurunnya jumlah penumpang.

“Salah satu kelemahan jalur ini adalah jalurnya yang hanya sampai di Kota Wonosobo. Upaya menyambung ke Parakan, yang kemudian terhubung sampai Yogyakarta tidak pernah terwujud,” tulis Purnawan.

Sempat ada upaya peningkatan kualitas kereta api dengan menghadirkan lokomatif baru bertenaga diesel penggati kereta uap. Namun tidak berhasil mendongkrak minat masyarakat. Akhirnya, pada 1978 kereta api Lembah Serayu menghentikan operasionalnya sebagai kereta penumpang.

Sempat ada wacana reaktivasi jalur Purwokerto-Wonosobo yang masuk ke dalam rencana strategis Ditjen Perkeretaapian 2020-2024. Sejak 2015 sudah ada tahap studi uji kelayakan hingga basic desain. Namun belum ada informasi lanjutan mengenai tahapan selanjutnya hingga jalur ini bisa aktif kembali.

Iklan

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Jembatan Cikubang, Jembatan Kereta Bersejarah yang Besinya Impor dari Eropa

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2023 oleh

Tags: kereta apikereta api lembah serayulembah serayiPT KAI
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO
Urban

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Pintu timur Stasiun Tugu Jogja, titik keberangkatan kereta api terbaik dibandingkan Stasiun Lempuyangan
Sehari-hari

Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.