Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Miris, Hanya 1,68 Juta Penduduk Indonesia Bekerja di Sektor Maritim

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
25 Agustus 2022
A A
negara maritim

ilustrasi laut mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Bahkan sebelum penjajahan Belanda, negara ini banyak disegani banyak negara karena perairan Indonesia berada di posisi strategis bagi pelayaran dan perdagangan internasional.

Namun mirisnya saat ini hanya 1,68 juta atau 0,96 persen penduduk Indonesia yang bekerja di sektor maritim. Padahal Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.504 pulau dan jumlah penduduk yang mencapai 278,2 juta jiwa.

“Perairan Indonesia berada pada posisi silang dan termasuk kita punya 4 dari 9 choke point dunia tapi hanya sedikit yang bergerak ke maritim, sisanya banyak di daratan,” papar Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia, Laksda TNI Harjo Susmoro dalam kuliah umum bertajuk Strategi Keamanan Nasional Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia di Pascasarjana UGM, Rabu (24/08/2022).

Perubahan konsep kemaritiman ini terjadi karena penjajah memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk bergerak di bidang agraris demi kepentingan mereka. Penjajahan Belanda dan kemudian disusul Jepang tidak hanya menguras kekayaan alam Indonesia namun juga jiwa, semangat dan karakter rakyat yang sebagian besar bahari diubah menjadi agraris.

Selama 350 tahun, penjajah melakukan propaganda agar pengelolaan di sektor maritim tidak optimal. Hal ini yang menyulitkan bangsa ini kembali mengubah Indonesia sebagai poros maritim.

Karenanya Presiden Joko Widodo menginstruksikan Wantannas kembali membudayakan budaya maritim. Hal ini penting untuk menanamkan nilai penting Indonesia sebagai negara bahari.

“Pak Jokowi minta utamakan budaya maritim, budaya bahari kembangkan dahulu. Kalau dengan itu bisa selesai maka ke bawahnya akan mudah untuk dikembangkan. Tidak mudah tapi butuh progres,” tandasnya.

Harjo menambahkan, untuk mewujudkan konsep negara maritim tersebut, Pancasila harus menjadi landasan utama untuk mengedukasi. Sebab Pancasila sebagai ideologi bangsa menggambarkan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia, termasuk sumber daya alam lautnya.

Sebagai negara majemuk, keberagaman Indonesia pun harus jadi  penguat dalam menjaga laut Indonesia. Apalagi berdasarkan hasil Konvensi Hukum Laut Internasional pada 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaica, luas wilayah laut Indonesia mencapai 3.257.357 kilometer persegi.

“Dari Sabang Merauke adalah satu. Jadi apapun yang terjadi, Indonesia harus aman, tidak boleh ada wilayah sejengkalpun lepas dan terganggu kedaulatannya,” tandasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Indonesia adalah Negara Maritim, Jadi Wajar Kalau Pemerintahnya Suka Cek Ombak

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2022 oleh

Tags: lautmaritimnegara maritim
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Cerita Ridwan Mandar tentang Perahu Sandeq yang Jadi Bukti Kejayaan Bahari Sejak Dulu
Video

Cerita Ridwan Mandar tentang Perahu Sandeq yang Jadi Bukti Kejayaan Bahari Sejak Dulu

26 Juli 2024
Jurusan Perikanan Kerap Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!
Kampus

Jurusan Perikanan Dianggap Sebelah Mata, padahal Potensi Cuannya Amat Besar dan Peluang Kerjanya Begitu Luas!

24 April 2024
ratu kalinyamat
Kotak Suara

Lestari Moerdijat Perjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional

30 Januari 2023
sampah di pantai
Geliat Warga

Dari Sungai ke Pantai: Tinggi Sampah di Yogya Melebihi Candi Prambanan

22 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
Tingkatkan literasi dengan baca buku. MOJOK.CO

Cerita Sebuah Keluarga Membangun Kebiasaan Membaca Saat Orang Lain Berubah Menjadi “Phubbing”

11 Juni 2026
Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor.MOJOK.CO

Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor

11 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.