Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Daging Sapi Kena Antraks tetap Dimakan Warga Gunungkidul karena Ogah Rugi

Redaksi oleh Redaksi
17 Januari 2020
A A
Daging Sapi Kena Antraks tetap Dimakan Warga Gunungkidul karena Ogah Rugi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebanyak 27 warga Gunungkidul, Yogyakarta, sempat positif antraks meski saat ini kondisinya membaik. Satu orang diberitakan meninggal dunia.

Kemiskinan memang merupakan penyakit yang mengerikan. Jauh lebih mengerikan ketimbang horornya penyakit antraks. Tidak mau merugi karena sapinya sakit, warga bergotong royong membeli sapi yang sakit untuk disembelih.

Iklan

Itulah gambaran yang terjadi di Padukuhan Ngrenjek Wetan, Desa Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Ngrejek Wetan merupakan salah satu daerah di Gunungkidul yang terpapar virus antraks. Hal yang lebih mengerikan, penyakit ini semakin mudah tersebar karena ada budaya “brandu” di Gunungkidul.

Brandu sendiri merupakan tradisi setempat yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi warga Gunungkidul. Jadi, ketika seekor hewan ternak (biasanya sapi) sakit dan hampir mati, maka warga akan gotong royong untuk membeli sapi tersebut. Warga akan patungan sampai terkumpul uang yang hampir setara dengan harga sapi sehat.

“Memang iya, tradisi. Kalau di dusun ada sapi yang sudah sakit disembelih. Jadi rasa gotong royongnya di masyarakat masih tinggi. Jadi untuk menolong warga yang hewannya tengah sakit. Kalau dijual kan murah itu. Kalau dibagikan (ke warga) dengan harga, relatif tinggi,” kata Narsiko, Kepala Dusun Ngrejek Wetan.

Peristiwa naas ini beneran terjadi pada Desember 2019. Dua ekor sapi milik warga mendadak mengalami sakit. Karena khawatir akan segera mati, maka warga berinisiatif melakukan tradisi brandu.

Sebelum mati, sapi ini disembelih. Lalu oleh warga sekitar dagingnya dibeli dan dibagikan. Narsiko lalu melaporkan sakitnya dua sapi di daerahnya ke Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul.

Setelah diselediki dengan uji laboratorium beberapa waktu kemudian, baru diketahui kalau kedua sapi itu ternyata positif antraks. Hal yang lebih mengerikan, tanah bekas sapi itu disembelih ternyata juga positif antraks.

“Yang tanah itu positif. Tanah di mana bekas hewan itu mata,” kata Bagoes Poermadjaja, Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta, seperti diberitakan Tirto.id.

Hal ini kemudian semakin menguatkan data sebelumnya, bahwa ada sebanyak 27 warga yang positif terkena antraks. Sebagian besar warga Dusun Ngrejek Wetan, tempat kedua sapi yang disembelih itu berada, dan sebagian kecil warga Dusun Ngrejek Kulon.

Meski begitu, beberapa warga yang positif antraks diketahui makin membaik kondisinya saat ini.

“Kondisi warga yang terserang antraks pun sudah berangsur sembuh semua,” kata Narsiko memastikan.

Meski begitu, naas bagi Sukiat (52), pemilik sapi yang disembelih ini akhirnya harus meninggal dunia karena selain terinfeksi antraks, Sukiat juga punya riwayat penyakit lainnya. Apalagi penanganan Sukiat terhitung terlambat ketika dibawa ke rumah sakit.

Hal ini sebenarnya kabar yang mengerikan dan getir, karena ketimbang menyelidiki hewan ternaknya kena sakit apa, para warga lebih memilih ogah rugi meski berpotensi kena penyakit dan menyembelihnya ramai-ramai untuk dimakan bersama. (DAF)

Daging Sapi Kena Antraks tetap Dimakan Warga Gunungkidul karena Ogah Rugi

BACA JUGA Romantisasi Kemiskinan Lewat Sepotong Roti Tawar atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2020 oleh

Tags: antraksantraks gunungkidulYogyakarta
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.