Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Amien Rais: Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret, Adanya Tinggal Cebong Bersayap

Redaksi oleh Redaksi
17 Juli 2019
A A
cebing bersayap
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Amien Rais menyebut pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sebagai usaha untuk menghilangkan istilah cebong dan kampret.

Pertemuan pertama kalinya antara Prabowo dan Jokowi pasca Pilpres di MRT beberapa waktu yang lalu tak bisa tidak memang memunculkan banyak spekulasi politik yang sangat riuh. Banyak yang menganggap pertemuan tersebut sebagai langkah awal bergabungnya Gerindra dengan koalisi pemerintah, pun tak sedikit yang menganggap pertemuan tersebut sebagai bagian dari rekonsiliasi politik antara dua kubu.

Iklan

Reaksi-reaksi pun bermunculan. Prabowo langsung dipuji oleh banyak orang karena dianggap kesatria saat bertemu dengan Jokowi, pun ia juga dihujat oleh banyak pendukungnya sendiri karena dianggap mengkhianati perjuangan.

Salah satu reaksi yang cukup mengundang perhatian banyak orang adalah reaksi Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Ia tampak memberikan komentar yang lumayan tidak sedap atas pertemuan Prabowo dan Jokowi, terlebih rencana pertemuan ini tidak diketahui olehnya sebelumnya.

“Sama sekali belum tahu [kalau akan ada pertemuan antaranya Jokowi dengan Prabowo], makanya itu mengapa, kok, tiba-tiba menyelonong,” kata Amien ketika ditanya oleh Wartawan. Komentar yang langsung mendapatkan tanggapan sejenis dari para netizen: “Emang lu siapa?” .

Nah, pada Selasa kemarin, ternyata giliran Amien Rais yang menggelar pertemuan dengan Prabowo. Pertemuan tersebut menjadi semacam “pertemuan-ception”, sebab salah satu agendanya adalah membahas tentang pertemuan Jokowi dan Prabowo. Pertemuan membahas pertemuan.

Dari hasil pertemuannya dengan Prabowo, Amien menyatakan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Jokowi beberapa waktu yang lalu adalah pertemuan persahabatan, bukan agenda bagi-bagi kekuasaan seperti yang diisukan oleh banyak orang.

“Isinya adalah bahwa pertemuan dengan Pak Jokowi itu sama sekali tidak berdiskusi musyawarah tentang power sharing, pembagian mengenai hal-hal yang mungkin siapa dapat apa, dapat jabatan apa. Itu murni pertemuan dua tokoh saja,” terang Amien.

Pertemuan tersebut menurut Amien adalah pertemuan yang dimaksudkan untuk mendamaikan perselisihan dan pertikaian akar-rumput antara dua kubu yang selama Pilpres bertikai dengan sangat hebat. Selain itu, pertemuan mesra di dalam MRT tersebut juga untuk menghilangkan istilah cebong dan kampret.

“Intinya tidak ada lagi cebong kampret, tinggal cebong yang bersayap,” ujarnya.

Ini jangan-jangan Pak Amien Rais sendiri yang masih belum bisa menghilangkan istilah cebong dan kampret. Lha gimana, mau bersayap atau tidak, namanya tetap saja cebong, je. Jangan-jangan habis ini, juga bakal muncul istilah baru untuk menandingi cebong bersayap. Kampret selam, misalnya. Atau kampret air tawar. Hehehe

Ah, tampaknya memang pada dasarnya, kita ini tak terlalu suka berdamai. Kita suka pertikaian.

cebong bersayap

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2019 oleh

Tags: Amien Raiscebongkampret
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais
Video

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
profil partai ummat mojok.co
Kotak Suara

Profil Partai Ummat, Pecahan PAN yang Siap Unjuk Gigi di Pemilu 2024

4 Januari 2023
partai ummat lolos verifikasi mojok.co
Kotak Suara

Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang, Tapi Polemiknya Makin Memanas, Ada Apa?

28 Desember 2022
Amien Rais jelang Muktamar Muhammadiyah
Kilas

Pesan Amien Rais Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-48

3 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.