Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Abu Janda dan Natalius Pigai Sepakat Berdamai Usai Ribut Kasus Ujaran Rasisme

Redaksi oleh Redaksi
9 Februari 2021
A A
rasisme
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa waktu yang lalu saling serang dan saling sindir dalam kasus ujaran rasisme, sekarang sudah duduk bareng dan sepakat berdamai

Masih ingat dengan kasus ujaran rasisme terhadap Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang melibatkan Abu Janda alias Permadi Arya beberapa waktu yang lewat? Nah, kasus tersebut tampaknya mencapai titik klimaks (atau malah antiklimaks?)

Abu Janda dan Natalius Pigai, yang oleh banyak orang diperkirakan akan terlibat dalam perseteruan panjang geger geden, ternyata sepakat untuk berdamai.

“Sepakat untuk saling rukun guyub dan bersama membangun negeri,” terang Abu Janda pada Selasa, 9 Februari 2021.

Abu Janda dan Natalius Pigai sepakat untuk berdamai setelah keduanya bertemu di Hotel Fairmont pada Senin, 8 Februari 2021. Pertemuan antara Abu Janda dan Natalius Pigai tersebut difasilitasi oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.

Dalam pertemuan tersebut, baik Abu Janda maupun Natalius Pigai sama-sama berbagi cerita.

Abu Janda sempat menceritakannya pengalamannya saat masuk ke salah satu kamp pengungsi di Papua saat terjadi kasus kerusuhan di Wamena.

“Saya lakukan itu agar tidak ada tensi antar-etnis, jadi tak mungkin aku rasis ke Kaka apalagi ke saudara Papua,” ujar Abu Janda seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sebaliknya, Natalius Pigai pun menyatakan bahwa dia meyakini bahwa Abu Janda adalah orang baik.

“Di TV saya bilang tolong jaga Abu Janda, dia orang baik,” ujar Natalius.

Kesepakatan damai antara Abu Janda dan Natalius Pigai tersebut praktis mengakhiri polemik kasus tweet rasisme yang sempat bikin sosial media ramai pada awal Januari lalu.

Saat itu, Abu Janda membalas tweet berita tentang Natalius Pigai yang mempertanyakan kapasitas Hendropriyono. Balasan Abu Janda dianggap rasis karena ada embel-embel kalimat “Kau Natalius Pigai apa kapasitas kau? Sudah evolusi belum, kau?”

Atas tweet-nya tersebut, Abu Janda lantas dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2021 oleh Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI). Permadi dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik, kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan via media elektronik.

Natalius Pigai pun menanggapi tweet Abu Janda tersebut dengan cukup keras dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk rasisme terhadap dirinya.

Iklan

Dalam pemeriksaan di Bareskrim, Abu Janda mengaku bahwa twitnya tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap A.M. Hendropiyono.

“Saya reaktif terhadap hinaan Natalius Pigai kepada Pak Jenderal karena saya kagum kepada beliau,” ujarnya.

Dengan berdamainya Abu Janda dan Natalius Pigai ini, tentu saja tak pelak membikin pihak KNPI mangkel. Lha gimana, sudah dibela-belain melaporkan, eh, ternyata Abu Janda dan Natalius Pigai-nya damai.

“Intinya, masyarakat Papua akan menilai lah, Natalius Pigai ini kan belum lama ini, belum ada dua minggu, dia teriak-teriak masalah rasis. Di TV dia bilang, itu rasis, Abu Janda harus ditangkap. Kok sekarang membela Abu Janda enggak bisa ditangkap, kan lucu,” terang Ketua Umum KNPI Haris Pertama kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Ah, dari dulu memang begitulah politik. Keras dan brutal di satu sisi, namun bisa langsung berubah menjadi lincah, liat, dan lentur di sisi yang lain. Apalagi kalau ketemunya di hotel mewah yang makanannya lembut dan steak dagingnya empuk sambil diputarkan lagu “Perdamaian”-nya Nasida Ria.

Perdamaian, perdamaian…

BACA JUGA Kita Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem, tapi Tidak Diberi Tahu Caranya Gimana dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: abu jandanatalius pigai
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ketika One Piece Dilarang, Bendera Merah Putih Makin Terkoyak MOJOK.CO
Esai

Sikap Penguasa Melarang Pengibaran Bendera atau Melukis Mural One Piece Justru Semakin Mengoyak Kedaulatan Bendera Merah Putih

9 Agustus 2025
Pojokan

Susi Pudjiastuti dan Alissa Wahid Bukan Lawan Sepadan bagi Abu Janda

2 Februari 2021
Mbak You akan Dilaporkan Pakai UU ITE Jadi Pelajaran kalau Dukun pun Kini Harus Pro-Jokowi
Esai

Mbak You akan Dilaporkan Pakai UU ITE Jadi Pelajaran kalau Dukun pun Kini Harus Pro-Jokowi

18 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.