Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

5 Fakta Cak Yunus, Fried Chicken Jawa dari Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 Oktober 2022
A A
Fried Chicken Cak Yunus, Kaki Lima tapi Istimewa

Fried Chicken Cak Yunus, Kaki Lima tapi Istimewa

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Warung Fried Chicken Cak Yunus punya posisi tinggi dalam kasta ayam goreng tepung di Yogyakarta. Istimewanya, meski jualan kaki lima, rasanya boleh dibilang bintang lima. 

Mojok merangkum fakta-fakta dari ayam goreng yang disebut-sebut sebagai fried chicken Jawa. Tulisan  ini hasil wawancara dengan Indah Wahyuni (42), putri pendiri Fried Chicken Cak Yunus.

#1 Nama Cak Yunus berawal dari anak yang sakit

Nama Cak Yunus ternyata bukan diambil dari nama pemiliknya, tapi diambil dari nama anak yang punya, tepatnya anak ketiga. Pendiri dan pemilik warung ini sendiri adalah Abdul Aziz (65) yang merintis usaha ayam goreng tepung ini tahun 1999.

Awal mula nama warung ini juga memiliki cerita tersendiri. Waktu itu, Yunus masih berusia 6 tahun. Yunus kecil sering sakit-sakitan dan tak memiliki nafsu makan. Satu-satunya makanan yang ia mau makan adalah ayam goreng, khususnya bagian kulitnya. 

Awalnya, Abdul Azis membelikan anaknya di penjual ayam goreng dekat rumahnya. Namun, warung itu kemudian tutup karena kena gusur. Akhirnya, ia kemudian meracik ayam goreng sendiri untuk anak mereka, yang kemudian memunculkan ide bisnis untuk jualan ayam goreng tepung. 

Keluarga Azis sendiri berasal dari Gresik dan merantau ke Yogyakarta untuk mencari peruntungan. Awalnya keluarga ini jualan tas. Namun bangkrut gara-gara sering ditipu orang. Rezeki kemudian datang dari jualan ayam goreng.

Ada yang menyebut, kalau warung Fried Chicken Cak Yunus dengan Lesehan Biru. Menurut Indah dua-duanya tidak salah, bebas mau disebut apa oleh pembeli.

#2 Fried chicken yang memilih jualan di warung tenda

Lokasi Fried Chicken Cak Yunus ada di dekat Trans Jogja depan Museum Biologi Jalan Sultan Agung Yogyakarta. Tempat jualan warung ini bukan di rumah atau toko, tapi di warung tenda. Warung ini juga tidak menawarkan tempat yang luas. Paling banyak muat hanya 10 orang. 

Namun, karena rasanya memang enak, orang rela berdesak-desakan. Bahkan warung ini pernah buka 24 jam, dan selalu ramai. Saat ini, rata-rata jam 20.00 Fried Chicken Cak Yunus sudah habis. Harganya juga terbilang murah antara Rp9.000 hingga Rp11.000 untuk sepotong ayam.

Jenama Cak Yunus bahkan sudah melekat sebagai salah satu kuliner khas dari Jogja. Banyak disebut sebagai fried chicken khas Jawa karena sausnya bukan seperti fried chicken kebanyakan, tapi menggunakan sambal tomat. 

#3 Tidak mau buka cabang

Fried Chicken Cak Yunus tak mau buka cabang. Itu sudah keputusan dari keluarga Abdul Azis. Menurut Indah, sebenarnya mereka pernah membuka cabang karena banyaknya permintaan dari pelanggan. 

Bahkan dua kali ayam goreng tepung Cak Yunus mencoba membuka cabang. Namun, tak semulus dibayangkan. Pelanggan banyak yang mengeluh bahwa rasanya berbeda dengan yang ada di warung utamanya. 

“Bapak dulu sampai bingung kenapa kok pada bilang rasanya beda, padahal meraciknya di tempat yang sama di sini. Hanya proses gorengnya yang dilakukan di cabang. Pernah juga coba meraciknya di cabang, tapi juga pada datengnya tetap ke sini,” jelasnya heran.

Bahkan Indah pun pernah membuka usaha serupa dengan racikan yang sama di daerah Bantul, namun sepi, pelanggan tetap datangnya ke Jalan Sultan Agung. “Mungkin sudah sugesti pelanggan ya Mas, kalau yang enak di sini,” tambahnya.

Iklan

Dengan pengalaman itu, akhirnya keluarga Abdul Azis memutuskan untuk tidak membuka cabang, meski banyak permintaan dari pelanggan. 

#4  Kedepankan bahan berkualitas

Selain tidak mau buka cabang, Fried Chicken Cak Yunus juga tidak bisa ditemukan di aplikasi. Saking larisnya mereka nggak sempat jika harus melayani pelanggan dari aplikasi pembelian secara online. 

Meski berlabel warung tenda, Fried Chicken Cak Yunus mengedepankan kualitas. Indah menuturkan, ayam yang digunakan adalah ayam yang dipotong di hari itu juga, jadi selalu segar. Setiap hari rata-rata warung Cak Yunus menghabiskan 90-100 kilogram ayam. 

Abdul Azis juga selalu menggunakan pemasok ayam yang sama sejak mereka berdiri. Ini karena pemasok tersebut tahu, bahan baku ayam seperti yang diinginkan. Pernah ada pengalaman menggunakan pemasok baru saat pemasok langganan libur. Namun, ternyata kualitas ayamnya berbeda.

“Dulu pernah pas pemasoknya libur karena Lebaran, kita coba ambil dari yang lain, tapi potongannya beda, bahkan ayamnya dicampur sama yang kualitasnya tidak sesuai dengan permintaan kami,” tegasnya. Sejak itu, Fried Chicken Cak Yunus memilih ikut libur kalau pemasoknya juga libur.

#5 Langganan mahasiswa

Harga Fried Chicken Cak Yunus sangat terjangkau untuk mahasiswa. Ini karena memang sejak berdiri, sasaran utama adalah mahasiswa. 

Tak jauh dari warung itu berada memang terdapat beberapa asrama mahasiswa, mulai dari Asrama Mahasiswa Sulawesi Selatan hingga Asrama Mahasiswa Kalimantan Barat.

Indah sering menemui pelanggan yang dulunya masih mahasiswa, lalu kembali lagi setelah anaknya sudah besar-besar. “Sering ada yang datang, sudah jadi PNS, sudah punya anak, lalu cerita kalau dulu pas jadi mahasiswa sering makan ke sini,” kenangnya.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA SELENGKAPNYA: Fried Chicken Cak Yunus Memang Kaki Lima, tapi Istimewa

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2022 oleh

Tags: ayam gorengcak yunusfried chickenKuliner
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan

25 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.