Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

13 Musisi Sepakat, Isu Krisis Iklim Semakin Mendesak Dibicarakan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
3 Desember 2023
A A
Farid Stevy musisi jogja.MOJOK.CO

Farid Stevy dalam jumpa pers perilisan album Sonic/Panic di Liberates Studio

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Album bertajuk “Sonic/Panic” yang menampilkan kompilasi 13 lagu dari 13 musisi menjadi penanda kesadaran dunia musik atas mendesaknya isu krisis iklim. Bermacam genre seperti hip-hop, rock, blues, elektronika, pop, sampai reggae berpadu dalam satu pesan yang sama yakni kondisi krisis iklim.

Sonic/Panic merupakan album perdana di bawah naungan Alarm Records untuk mewujudkan praktik lingkungan dalam industri musik. Bertempat di Liberate Studio (LIB) pada Sabtu (2/12/2023), perilisan album tersebut  menghadirkan 5 dari 13 musisi yang berkontribusi yakni Iksan Skuter, Navicula, FSTVLST, Nova Filastine, dan Made Mawut.

Vokalis FSTVLST, Farid Stevy berpendapat bahwa acara semacam ini jadi ajang yang menyenangkan untuk membangun kesadaran atas isu krisis iklim. Sebelumnya, FSTVLST selaku inisiator perilisan album di Jogja ini telah membangun kesadaran lingkungan di ekosistem LIB. Farid menambahkan festival musik semacam ini tetap penting meski sebelumnya telah dikampanyekan lewat jaringan digital lewat Music Declares Emergency Indonesia.

“Selain karena FSTVLST terlibat di pembuatan album, kami di LIB melihat bahwa isu krisis iklim tidak hanya penting tapi juga mendesak dibicarakan,” ujar Farid Stevy mewakili FSTVLST dan LIB.

Lebih jauh, Farid Stevy juga menegaskan bahwa ekosistem yang terbangun di LIB membuka segala kemungkinan untuk berdialog. Terutama tentang keresahan dan isu-isu yang sesuai bersama kawan-kawan muda lintas generasi.

“Bagaimana kita bisa berkontribusi dalam hal-hal kecil untuk berbakti dan berterima kasih kepada alam. Itu adalah hal-hal baik yang harus terus ditularkan. Salah satunya dengan acara seperti ini di LIB,” ucap Farid Stevy.

Praktik ramah lingkungan di industri musik

Sejalan dengan misi Alarm Records untuk mewujudkan praktik ramah lingkungan dalam industri musik, acara ini menekankan pentingnya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, terutama plastik.  Acara ini akan menyediakan stasiun pengisian ulang air minum dan mengajak pengunjung untuk membawa botol minum pribadi.

Dengan diselenggarakannya acara ini di Yogyakarta dan partisipasi aktif generasi muda, diharapkan pesan kesadaran terhadap krisis iklim dalam album ‘sonic/panic’ semakin menggema, dan menginspirasi langkah-langkah nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara Asia pertama yang tergabung dalam gerakan global dengan slogan “No Music on a Dead Planet”. Sebelumnya, beberapa musisi internasional seperti Billie Elish, Thom Yorke dari Radiohead, Tame Impala, dan sejumlah lainnya telah mendukung gerakan ini.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Rekomendasi Kuliner Godean yang Legendaris, Nikmat, hingga Jadi Langganan Sultan

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2023 oleh

Tags: fstvlstklskrisis iklimmusisinavicula
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025 MOJOK.CO
Kilas

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025

15 Agustus 2025
Pelabuhan Kendal bakal jadi pintu peningkatan ekspor di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Pelabuhan Kendal bakal Jadi Pintu Peningkatan Perdagangan Luar Negeri di Jateng, Pembangunannya Harus Dipercepat

25 Juli 2025
Tahun Baru Islam (Muharram) 1447 Hijriah jadi momen refleksi dan berbagi Pemrov Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Tahun Baru Islam 1447 H Jadi Refleksi dan Momen Berbagi Pemprov Jawa Tengah

27 Juni 2025
bca.MOJOK.CO
Ekonomi

BCA Fasilitasi Penerbitan 2.000 Sertifikat Halal bagi UMKM di Berbagai Daerah, Naik Dua Kali Lipat

25 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.