Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Bagaimana Perempuan Memaknai Hari Raya Idulfitri?

Kalis Mardiasih oleh Kalis Mardiasih
9 Mei 2021
A A
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya ucapkan kepadamu: jaalana Allah waiyyakum min al aidzin wal faidzin. Semoga Allah menjadikan kita semua tergolong orang-orang yang kembali (fitrah) dan memperoleh kemenangan.

Hari raya bagi anak-anak hanya menghadirkan perasaan gembira. Hari raya adalah tentang baju baru, makan hidangan mewah bersama keluarga, juga berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya dengan membawa pulang uang THR. Hari raya adalah kemeriahan petasan dan kembang api. Anak-anak memaafkan dengan tulus. Saling ledek di antara anak-anak mudah luntur bersalin dengan tawa.

Iklan

Itulah sebabnya, fitrah atau kesucian dalam Hari Raya sering digambarkan lewat warna putih kapas atau murninya bayi yang baru lahir. Bebas dari prasangka, polusi juga dosa-dosa kehidupan.

Akan tetapi, kita telah menerima bahwa hari raya buat orang dewasa adalah pertaruhan kejujuran. Kita telah membenci banyak hal sebagaimana kita menyukai banyak hal. Sebagian orang yang dulu kita sebut teman telah sengaja kita singkirkan untuk tak lagi menjadi teman.

Bermaafan di hari raya, untuk orang dewasa adalah peristiwa menantang. Lebih sering terjadi, kita saling memaafkan lewat lisan saja, alias sekadar redaksi, sebab dalam hati yang paling dalam, kita tahu tetap tak bisa benar-benar bersilaturahmi kembali dengan sosok tersebut. Situasi yang sesungguhnya menyedihkan.

Bagaimana perempuan memaknai hari raya Idulfitri?

Saya baru saja membaca berita pasangan suami istri yang pulang kampung dari Gombong (Jawa Tengah) ke Bandung (Jawa Barat) sejauh 278 km berjalan kaki dengan menggendong anaknya. Mereka baru saja di-PHK dari pabrik konveksi dan tak memiliki apa-apa lagi di Gombong.

Berbekal 120.000 rupiah, mereka berjalan kaki pada siang hari dan beristirahat serta menumpang mandi di SPBU pada malam hari.

Masitoh, perempuan yang berjalan kaki ratusan kilometer bersama Dani sambil menggendong anaknya tentu punya pemaknaan Idulfitrinya sendiri. Pengalaman perempuan bernama Masitoh tidak sama dengan pengalaman perempuan lain yang masih bersemangat checkout baju-baju baru di marketplace untuk bersiap mengunggah foto keluarga berseragam putih di feed Instagram.

Perempuan lajang berbeda pengalaman dengan perempuan berpasangan. Perempuan lajang mempersiapkan mental untuk pertanyaan kapan menikah dari keluarga besar. Ada pula perempuan buruh lajang yang akan melewati kesendirian di sebuah kontrakan petak dengan satu-satunya harapan adalah agar kontrak kerjanya di sebuah pabrik diperpanjang hingga ia bisa menabung untuk pulang.

Perempuan berpasangan sedang mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan seputar momongan. Ada yang dengan tenang menjawab “sedang program”. Namun, ada pula yang hanya bisa meringis karena sudah lelah hati bertahun-tahun mendapati kalimat-kalimat yang menyakitkan tentang kondisi reproduksinya.

Ada perempuan dengan pasangan yang amat suportif secara finansial dan psikis sehingga tak menanggung kecemasan soal rencana kehamilan sendirian. Ada perempuan yang perlu menabung berbulan-bulan untuk bisa pergi berkonsultasi ke dokter kandungan.

Ada perempuan yang semangat menabung agar bisa berprogram, tapi tidak mendapat dukungan dari pasangan yang merasa bahwa istrinya yang bermasalah, sedang ia tidak. Ada perempuan pekerja salon yang menabung untuk membeli vitamin kesuburan untuk suami, tapi suami tak mau mengubah gaya hidupnya.

Fitrah adalah suatu kesadaran mendalam akan keesaan Tuhan (tauhid) yang tertanam dalam lubuk hati (nurani) yang merupakan pusat kedirian manusia.

Kembali kepada fitrah, artinya kembali meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya penolong dan pelindung. Allah tak pernah meminggirkan perempuan. Allah tak pernah mensubordinasi perempuan. Allah tak pernah memberi label-label buruk pada perempuan. Allah menerima penghambaaan perempuan dengan utuh.

Bagaimana pun rupa reproduksi perempuan, fitrahnya adalah cenderung kepada kebaikan. Bagaimana pun rupa fisik perempuan, fitrahnya adalah cenderung kepada kebaikan. Bagaimana pun status seksualitas dan sosial perempuan, fitrahnya adalah cenderung kepada kebaikan.

Perempuan lajang, perempuan istri, perempuan Ibu, semuanya sama-sama setara sebagai hamba. Semua pengalaman perempuan, semoga kembali kepada fitrah, menuju Allah yang hanya menilai tiap-tiap kebaikan.

Taqaballahu minna wa minkum. Kullu aamin wa antum bi khoirin.

Iklan

Kamu bisa baca kolom Kelas-Kalis lainnya di sini. Rutin diisi oleh Kalis Mardiasih, tayang saban hari Minggu.

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2021 oleh

Tags: idulfitriLebaranperempuan
Kalis Mardiasih

Kalis Mardiasih

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.