Fenomena Corporate Memphis, Tren Desain Kerja Kerja Tipes satire mojok x firal mojok.co

Fenomena Corporate Memphis, Tren Desain Kerja-Kerja-Tipes

Desain ilustrasi minimalis, riang, dan ceria ini kian marak digunakan oleh banyak pihak, mulai dari perusahaan teknologi sekelas Facebook dan Google hingga kepanitiaan mahasiswa pencari danus. Fenomena yang disebut dengan istilah “Corporate Memphis” menampilkan ilustrasi postur tubuh tidak proporsional dan selalu memiliki warna kulit beragam, Namun, gaya desain utopia beraktivitas nan riang ini jauh dari realita kerja di lapangan, yang nyatanya masih dipenuhi pegal linu dan gejala tipes.

Semua berawal pada tahun 2017, ketika Facebook menggandeng studio bernama Buck di New York untuk membuat ilustrasi eksklusif, diperkenalkanlah ilustrasi dengan gaya minimalis terbaru bernama Alegria, yang langsung menjadi tren. Pack, yang merupakan suami perusahaan Buck, tidak mau kalah dengan menampilkan tren baru pada kemasan atau packaging untuk perusahaan backpack-backpack milik Gilang Bungkus.

Contoh ilustrasi bergenre Corporate Memphis. Sumber: Freepik.

Setelah gaya Alegria diperkenalkan, gaya tersebut langsung digandrungi para desainer karena simpel, cepat, serta mudah diaplikasikan pada lintas media. Banyak ditemui pose-pose ilustrasi sedang bekerja dengan senang dan aktif seolah gaji setara UMR Qatar, entah itu sedang berpose melompat, berjabat tangan, serta bekerja dalam tim. Dalam scene tersebut, bekerja terlihat sangat mudah, bersama-sama, dan selalu untung.

“Saya dulu ngelamar di sini karena dari ilustrasi lowongan kerjanya, sepertinya asik. Teamwork oke, kerja cuma pake laptop, dan bisa di mana aja…. Eh ternyata bener, saya harus standby depan laptop dari pagi sampe malem, tim saya tiap hari nge-push saya. Mereka asiknya cuma pas lagi pada mabok aja sih, besoknya ngasih kerjaan setumpuk lagi,” ujar salah satu karyawan perusahaan.


Baca juga:  Perempuan Pekerja dan Cita-cita Mereka

Di samping banyak yang kontra pada ilustrasi tersebut, gaya Alegria turut menuai pujian karena kesan inklusifnya, poin pujian selain menampilkan ilustrasi postur tubuh tidak proporsional dan memiliki warna kulit beragam, cenderung non-exist namun tidak mengarah pada stereotip tertentu. Hal ini sangat sesuai dengan visi-misi sebagian besar startup atau perusahaan yang mengedepankan ragam perbedaan. Disinyalir, Nam Do San dari Samsan Tech pun sedang mempertimbangkan style ilustrasi ini untuk presentasi pitching berikutnya.

ARTIKEL INI ADALAH SATIRE, DITAYANGKAN ATAS KERJA SAMA MOJOK.CO DAN FIRAL. BACA SATIRE LAINNYA DI KOLOM MOJOK X FIRAL DAN SOTARSATIR.