Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

McDono di Universitas Jember

Nuran Wibisono oleh Nuran Wibisono
16 Maret 2015
A A
McDono di Universitas Jember

McDono di Universitas Jember

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya pernah menghabiskan enam tahun yang sangat berwarna di kampus Universitas Jember (UNEJ). Masuk tahun 2005, mentas 2011.

Masa kuliah itu termasuk masa yang paling menyenangkan. Ada banyak sekali kenangan. Apalagi Unej termasuk kampus yang unik. Bagi kalian yang pernah ke Unej, pasti takjub dengan banyaknya pohon besar dan ruang hijau. Konon, kalau dilihat melalui satelit, Unej tampak sebagai rimbunan kehijauan. Ini karena pohon besar menutupi gedungnya.

Apa hanya itu keunikan Unej? Tentu tidak. Ada banyak sekali kisah di kampus yang berdiri pada 1957 ini. Saya mencoba membongkar memori tentang apa yang paling diingat dari kampus ini.

Kambing di Dalam Kampus

Unej kerap disebut sebagai kampus rakyat. Ini bukan slogan belaka. Sampai saya lulus tahun 2011, SPP hanya Rp 500 ribu saja untuk jurusan non eksakta, dan Rp 600 ribu untuk eksakta. Tanpa biaya lain. Tentu tarif SPP berbeda bagi jurusan spesial seperti Kedokteran.

Sebagai kampus “kerakyatan”, Unej tidak ingin membatasi diri dengan kehidupan di luar kampus. Memang ada tembok yang mengelilingi kampus. Tapi tetap ada banyak pintu yang menghubungkan dengan pemukiman warga. Karena itu, para mahasiswa Unej tidak asing dengan kambing-kambing warga yang berkeliaran di dalam kampus.

Gerombolan kambing itu biasa dilepas memamah rumput di lapangan sepak bola depan Perpustakaan Unej, tempat yang paling dekat dengan pemukiman warga. Kadang gerombolan kambing mengambil tur keliling kampus. Menuju jurusan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan. Lalu di perempatan jalan, sebagian pergi ke Fakultas Hukum. Sebagian lagi pergi ke kampus Ekonomi. Lainnya berputar-putar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, atau ke Fakultas Sastra.

Jadi, bagi mahasiswa baru Unej yang berasal dari luar kota, jangan kaget kalau sedang khusyuk mengerjakan ujian, tiba-tiba ada teriakan, “Mbbeeeekkkk!”

Kadang, kalau para mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiwa sedang tak punya uang, mereka kepikiran untuk mencuri kambing. “Lumayan jeh nek digawe sate,” kata mereka.

Tapi gak ada yang berani mencuri kambing itu. Kalian curi itu kambing, wah bisa panjang urusannya, celurit warga yang akan bicara.

Ayam Krispi dan McDono

Makanan kebangsaan mahasiswa Jember adalah ayam krispi. Nyaris di setiap sudut jalan ada penjual ayam krispi. Di lajur Jalan Jawa saja, ada puluhan penjual ayam krispi.

Mewabahnya ayam krispi ini terjadi, seingat saya, sejak ada Mc Dono. Ini tentu plesetan dari McDonald. Pendirinya adalah seorang lulusan kampus lain yang mencoba peruntungan jadi wirausahawan ayam goreng krispi. Masakannya memang sederhana: ayam krispi, nasi, timun, kacang panjang, lalu diberi sambal tomat. Ternyata dagangannya laris manis.

Sejak saat itu, ayam krispi jadi makanan wajib mahasiswa Jember. Apalagi Unej, di mana lajur jalannya diisi oleh banyak sekali penjual ayam krispi. Sebelum jadi selebtwit dengan penghasilan puluhan juta setiap bulan, Arman Dhani hampir setiap hari beli ayam krispi karena murah meriah.

Iklan

Oh ya, Mc Dono sebagai pelopor ayam krispi ini, sampai sekarang masih mangkal di Jalan Jawa, di depan Fakultas Sastra. Tapi kalau makan ayam krispi di Jember, jangan kaget, lebih besar tepungnya ketimbang potongan ayamnya. Jangan lupa minta gur gur. Ini sebutan untuk remahan tepung garing. Lumayan sebagai penambah tekstur dan pengganti kerupuk.

Triumviraat

Kalau Negeri Tiongkok punya Tiga Kerajaan, Unej punya Tiga Pendiri: R. Achmad, Soengedi, dan M. Soerachman. Mereka ini trio pendiri Universitas Tawang Alun yang lantas berubah nama jadi Universitas Jember. Jasa tiga pendiri ini lantas diabadikan jadi patung Triumviraat yang berdiri gagah di depan kantor rektorat. Tak jauh dari gerbang masuk.

Karena bentuknya yang gagah itu lah, patung ini jadi tetenger Unej. Rasa-rasanya belum lengkap jadi mahasiswa Unej kalau belum foto di depan patung ini. Ya, walau sebenarnya saya juga belum pernah foto di depan patung ini sih.

Kalau sedang musim wisuda, wah ada banyak sekali antrian orang yang mau berfoto di depan patung ini. Kalian termasuk salah satunya, pasti?

Dari Bulek hingga Cak Wang 

Dari dunia kampus, ada dua warung kopi yang berkembang pesat. Awalnya kecil hingga kemudian besar, yang lantas jadi jujugan banyak orang, tak hanya dari Unej saja.

Yang pertama adalah Bulek. Rasa-rasanya orang yang hidup di wilayah kampus Jember, pasti tahu tempat ngopi yang satu ini. Lokasinya bisa dibilang ada di dalam kampus. Tepatnya di samping kampus Fakultas Teknik Pertanian. Semua pasti kenal Warung Bulek.

Warung ini menyediakan kopi murah. Juga makanan yang murah. Yang bikin asyik, disediakan bangku-bangku panjang dan meja yang lebar. Bisa bikin kamu betah. Beberapa teman saya malah sering nginap di warung ini. Oh ya, kalau kalian jago main catur, Bulek menyediakan beberapa set catur. Bisa main sepuasnya.

Warung kopi kedua adalah Cak Wang. Awalnya warung ini didirikan Cak Rahmad di dalam kampus FISIP. Bisa dibilang ini adalah salah satu warung kopi pertama yang mengenalkan cara ngopi yang berbeda. Tak sekedar tubruk. Tapi juga drip, dan mengenalkan specialty coffee.

Warung Cak Wang kemudian berkembang jadi besar. Dikunjungi tak hanya oleh mahasiswa Unej. Tapi juga banyak mahasiswa dari kampus lain. Akhirnya Cak Wang migrasi ke tempat yang lebih besar. Bahkan hingga sekarang warung kopi ini buka cabang di banyak kota.

Mahasiswi Ekonomi Itu Paling Modis

Mungkin ini terjadi hampir di semua kampus: mahasiswi Ekonomi adalah yang paling modis dan cakep. Entah kenapa selalu seperti ini.

Begitu pula di Unej. Ada banyak sekali mahasiswi manis yang kuliah di jurusan Ekonomi. Beberapa orang kawan dari Fakultas Sastra, termasuk saya, betah sekali ngopi di kantin Ekonomi. Harganya memang sedikit lebih mahal ketimbang kantin Sastra. Tapi pemandangannya sukar ditandingi, jeh.

Pantas saja, kawan saya yang mantan Pemimpin Redaksi Ecpose, Nody Arizona, betah sekali menginap di sekretariat. Pagi menjelang, masih belum cuci muka dan sikat gigi, ia sudah mejeng di kantin. Dengan buku filsafat agar tampak gagah, secangkir kopi hitam, dan sebatang kretek, ia sudah siap untuk menaklukan dunia. Juga menaklukan gadis-gadis manis calon Sarjana Ekonomi.

Sayang ia bernasib buruk. Hingga sekarang.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2017 oleh

Tags: #PekanMengenangKampusJemberMcDonoUniversitas Jember
Nuran Wibisono

Nuran Wibisono

Suka menulis dan memasak. Bekerja di tirto.id.

Artikel Terkait

SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO
Tajuk

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO
Otomojok

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
Kenangan lepas perjaka di kawasan prostitusi Stasiun Rambipuji, Jember MOJOK.CO
Ragam

Kenangan Lepas Perjaka di Stasiun Rambipuji Jember, Mencari Kepuasan di Rel Remang dan Semak Berbatu dengan Modal Rp30 Ribu

5 Januari 2026
12 Hari Belajar Bahagia di Perkebunan Kalijompo Jember MOJOK.CO
Esai

12 Hari Tinggal di Perkebunan Kalijompo Jember, Belajar Menjadi Manusia yang Selalu Bersyukur dan Merasa Cukup meski Keterbatasan Ada di Depan Mata

29 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.