Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Madiun Membuat Takjub: Kota yang Kini Cocok untuk Pensiun dan Hidup Bahagia

Tapi, mudik dua minggu lalu ke Madiun mengubah cara saya melihat kota kelahiran saya ini. Kota Pendekar berubah drastis sekali. Kota ini menjelma jadi sesuatu yang tidak saya kenali sama sekali, tapi justru itu yang menyenangkan. 

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
27 Mei 2023
A A
Madiun, Kota yang Cocok untuk Pensiun dan Hidup Bahagia MOJOK.CO

Ilustrasi Madiun, Kota yang Cocok untuk Pensiun dan Hidup Bahagia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sampai di stasiun besar Kota Madiun sekitar dini hari, saya menyusuri Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, hingga Jalan Musi dan Jalan Mayjen Sungkono dengan penuh rasa takjub. Kota kecil ini benar-benar bersolek. Ia terang, bersinar, dan bersih! 

Saya nyaris tidak pernah melihat sudut kota yang kotor, kumuh, atau bau. Semua seperti di-setting untuk tampak sempurna; bersih, rapi, dan sistematis.

Dan tumbuh pesatnya Madiun, memang bukan isapan jempol belaka. Sebab angka tidak berbohong, setidaknya dari sektor pertumbuhan ekonomi. Kota akan bertumbuh ketika ekonomi tumbuh subur. Sesederhana logika ketika kamu bisa optimal dalam bekerja, berbisnis, dan memutar uang dengan enak. Semua akan terasa enak di sekitarmu.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun pada Maret 2023, pertumbuhan ekonomi di sini menembus angka 5,52% di 2022. Naik hampir 1 persen dari angka 4,79% pada 2021!

Angka ini masuk akal. Pertumbuhan ekonomi begitu terasa ketika kamu baru memasuki area gerbang utama Kota Madiun di sekitaran Jalan Pahlawan. Dengan gimmick pembangunan yang bermuara ke peningkatan perekonomian, Jalan Pahlawan disulap bak Malioboro dengan sentuhan lokal yang… benar-benar lokal. 

Madiun memboyong Patung Merlion ala Singapura hingga Mekkah ke pusat kawasan yang kini disebut Pahlawan Street Center (PSC). Di sekitar situ, Pemkot juga membangun Pahlawan Business Center hingga Pahlawan Religi Center untuk menggabungkan wisata, bisnis, hingga sisi agamis.

Rumah yang kini cantik

Dari sektor kuliner, Pemkot juga mengorbitkan Jalan Bogowonto, di kawasan Proliman, untuk menjadi sentra kuliner. Ada gimmick lokomotif kereta diletakkan di sana, seakan mengingatkan turis yang datang bahwa di kota ini tak hanya soal brem dan pecel. Kota ini juga salah satu pusat produksi gerbong kereta PT INKA. Asal tahu saja, zaman saya remaja, Bogowonto mentok hanya berisi deretan toko kaset usang hingga elektronik murah. Namun kini, ia bersolek. Cantik sekali, juga pas!

Di sisi pembenahan kota, satu yang saya suka sekali adalah bertambahnya lampu-lampu kota. Kawasan Taman Bantaran yang dulu gelap dan selalu dipakai muda-mudi untuk mesum, kini sudah terang, bersih, dan rapi. 

Deretan jalan-jalan protokol di pusat kota juga penuh dengan kerlap-kerlip lampu seakan bikin orang yakin sepenuhnya bahwa Madiun adalah city of lights. Saking terangnya, saya sampai sedikit berkelakar ke istri. “Begal kayaknya minder deh mau beraksi di sini, nggak ada titik yang gelap dan rawan kejahatan soalnya.”

Terangnya kota ini bikin saya benar-benar bisa menikmati Madiun seutuhnya. Karena kalau datang dari Jakarta atau Bandung dan menaiki kereta api, besar kemungkinan kamu akan tiba di kota ini pada dini hari atau waktu subuh. Dengan Madiun yang kini terang bersinar dan nyaris semua sudutnya tampak semarak dan bersih, sebagai pendatang atau pemudik yang pulang kampung, kamu akan benar-benar merasa nyaman dan disambut. Bisa bayangin, kan, perasaan nyamannya pulang ke rumah dan mendapati rumah kamu bersih, rapi, dan terang?

Revitalisasi yang saya rasakan

Pertumbuhan ini juga merambah ke sektor pelayanan kesehatan. Cuma, saya nggak tahu pasti sistem di dalamnya. Cuma dari apa yang tampak dari luar, saya cukup bisa menyimpulkan ada revitalisasi di sana. 

Contohnya Rumah Sakit Santa Clara, tempat saya dilahirkan. Ada di Jalan Biliton, hanya 200 meter dari pintu masuk stasiun, rumah sakit swasta ini sekarang bersolek rapi sekali. Catnya putih-biru dan tampak anggun dari depan. Tidak ada kesan usang atau horor khas rumah sakit pada umumnya. Saya agak-agak curiga, apa jangan-jangan semua elemen kota ini sudah satu visi bahwa semua entitas di Madiun harus dipercantik agar tampak cantik dan rapi?

Dan tahu apa yang paling menarik dari semua ini? TIDAK ADA MACET DI MADIUN! Hahaha

Saya menyadari satu hal ketika mengobrol dengan salah satu tukang parkir di kawasan PSC. Lewat tukang parkir itu, saya jadi tahu kalau angkutan kota kini sudah tak diminati dan nyaris punah. Masuk akal, karena tiga hari di sana, saya nggak nemu satu saja angkot. 

Iklan

Usut punya usut, ternyata pengajuan trayek angkot sudah menyusut mendekati angka nol. Orang beralih sepenuhnya ke Gojek, atau Grab, dan sejenisnya. Ini pilihan yang rasional karena lingkup kota yang sempit. Dari satu titik ke titik yang lain relatif dekat, maka kamu nggak akan membutuhkan banyak uang untuk ongkos. 

Meski beralih sepenuhnya ke ojol, toh, Madiun nggak pernah macet sama sekali. Saya nggak punya datanya, tapi jumlah kendaraan di kota ini rasa-rasanya nggak overload kayak di Bogor, misalnya. Iya, Bogor, yang kini pelan-pelan kok malah pengin menyaingi Jakarta dan Depok soal urusan macet.

Dan paripurna sudah kini Madiun sebagai kota untuk tinggal dan menetap

Kotanya makin bersih, rapi, dan ekonominya tumbuh pesat. Dan satu lagi, ada McD dan Starbucks di Madiun, suatu hal yang sejak saya kecil sampai beranjak dewasa dan pergi merantau, hanya mentok jadi impian belaka. 

Sekarang kalau kamu ke Madiun dan pengen WFA ala-ala karyawan start up, kamu bisa pesan segelas caramel latte dan kerja di Starbucks dengan nyaman. Atau kamu bosan makan soto, rawon, hingga nasi pecel di mana saja. Setelah itu, tinggal gas motormu dan merapat ke McD untuk merasakan sensasi nugas atau kerja kelompok sambil makan McFlurry dan kentang goreng McD.

Tiga hari di Madiun benar-benar bikin saya luar biasa takjub karena ia menunjukkan transformasi from beast to beauty. Semuanya terasa sangat berkembang, namun tempo hidup masyarakat di dalamnya tetap santai dan tak tergesa. Ia kota terbesar dan paling maju dibanding kawasan sekitarnya, tapi arus kehidupan di Madiun, masih terasa lambat dan santai. 

Tak ada macet, tak ada klakson kendaraan. Kalau kamu lelah di ibu kota atau sudah jenuh dengan Jogja atau Malang, cobalah sebulan hidup di Madiun. 

Kota ini kecil, juga panas. Tapi entah kenapa, kini ia terasa nyaman sekali. 

Saya tidak pernah sebahagia ini pulang kampung dan semoga perlahan, kelak sepak bola di kota ini akan bangun dari tidur panjang. Dengan tambahan gegap gempita di sektor olahraga, rasa-rasanya kok Madiun akan bisa tumbuh lagi ke titik yang jauh lebih tinggi lagi, ya?

Penulis: Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Ciri Warung Nasi Pecel di Madiun yang Murah dan Enak dan pengalaman menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2023 oleh

Tags: BandungbogorJawa TimurJogjamadiunMalangpecel madiun
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.