Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Ada Perempuan Nggak Mau Punya Anak Kok Malah Situ yang Ngomel?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
20 Agustus 2021
A A
Ada Perempuan Nggak Mau Punya Anak Kok Malah Situ yang Ngomel?

Ada Perempuan Nggak Mau Punya Anak Kok Malah Situ yang Ngomel?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mas Is mencak-mencak begitu tahu ada perempuan yang menyatakan diri tidak mau punya anak. Baginya itu tidak beres.

“Dasar perempuan nggak cerdas blas. Bisa-bisanya dia bilang nggak pengin punya anak. Dia ini niat melanggar sunnatullah calon ibu apa gimana sih?” kata Mas Is ketika membaca berita soal selebriti bikin pernyataan nggak ingin punya anak.

Fanshuri yang ada di sebelah Mas Is penasaran.

“Ada apa sih, Mas?” tanya Fanshuri.

“Ini lho!” kata Mas Is menunjukkan tangkapan layar hapenya.

Fanshuri cuma manggut-manggut saja melihat berita seorang selebriti perempuan yang bikin pernyataan kontroversial menurut Mas Is.

“Kamu nggak kesel sama beginian?” tanya Mas Is.

“Biasa aja sih,” kata Fanshuri.

“Gimana bisa kamu biasa aja? Aku ini lho, dikaruniai anak hampir 10 tahun habis nikah. Kebelet pengin punya anak nggak dikasih-kasih, ini malah nemu konten ada orang nggak mau punya anak. Kan ya emosi aku,” kata Mas Is.

Fanshuri bingung dengan reaksi Mas Is yang agresif.

“Lah, kok marah-marah sih, Mas? Kan itu hak dia juga,” kata Fanshuri.

Mas Is cuma garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Iya aku tahu. Cuma dia ini pasti nggak sadar rasanya jadi orang tua yang bakal hidup menua sendirian kalau tanpa anak. Apalagi keinginan kayak gini itu menutup peluang ibadah. Doa anak buat dia misalnya. Apalagi surga di telapak kaki ibu. Apa dia ini nggak mau jadi ibu?” Mas Is masih mencak-mencak.

Fanshuri cuma terkekeh mendengar Mas Is ngomel-ngomel sendiri. Mendengar Fanshuri malah cengengesan, Mas Is makin emosi.

Iklan

“Kamu sih, Fan, belum nikah dan belum pernah punya anak juga. Jadi nggak ngerasain betapa geregetannya denger orang bilang kayak gini. Coba kalau didenger sama orang yang justru pengin punya anak tapi belum dikasih-kasih juga. Pasti diomelin ini artis,” kata Mas Is.

Fanshuri masih cekikan.

“Aku itu ketawa bukan karena aku nggak paham rasanya, Mas Is,” kata Fanshuri.

“Lah terus?” tanya Mas Is.

“Ya aku ini ketawa karena Mas Is ini kemarin muji-muji chef siapa itu. Yang bilang kalau soal kehamilan itu adalah hak perempuan,” kata Fanshuri.

Tiba-tiba Mas Is ingat akan cerita itu.

“Lah ya emang, menghargai perempuan namanya. Bahwa karena laki-laki itu nggak merasakan hamil, ya jangan maksain perempuan untuk hamil. Lah wong yang bakal ngerasain beban selama 9 bulan, yang ngerasain sakit melahirkan juga perempuan, jadi itu haknya perempuan,” kata Mas Is.

“Lah itu Mas Is tahu,” kata Fanshuri.

“Ma-maksudnya?” tanya Mas Is.

“Mas, kalau hak perempuan nggak mau hamil yang bilang dari pihak laki-laki sampean puji-puji setinggi langit. Tapi begitu hak itu diambil sama perempuan, minimal ada perempuan yang bilang nggak ingin punya anak, kok sampean yang tersinggung?” sentil Fanshuri.

Mas Is terdiam, mencoba mencerna kalimat-kalimat Fanshuri.

Fanshuri melanjutkan, “Kan bukan Mas Is yang bakal ngerasain beban janin selama 9 bulan, bukan Mas Is juga yang ngerasain sakit melahirkan, dan ketika ada perempuan yang nggak mau mengalami itu, sampean kok tiba-tiba jadi berbalik arah gitu, Mas?”

“Berbalik arah gimana maksudmu?” tanya Mas Is.

“Sampean dulu bilang mendukung itu karena alasan hak perempuan buat hamil atau tidak. Begitu hak itu dipakai beneran, lah kok malah Mas Is ngerasa nggak rela hak itu diambil?” kata Fanshuri.

Mas Is terdiam sejenak.

“Memang mudah kalau maidhoh hasanah, Mas. Ngomong yang ideal-idel. Begitu dapet fenomenanya dan harus uswatun hasanah dari yang dulunya diomongin, malah melipir,” kata Fanshuri bikin Mas Is kicep.

BACA JUGA Benarkah Perempuan Pakai Jilbab itu Selalu karena Paksaan Orang tuanya? dan kisah-kisah Fanshuri lainnya.

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2021 oleh

Tags: Chef Junaibupunya anaksurga di bawah telapak kaki ibu
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO
Catatan

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co
Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan

6 Maret 2026
Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO
Esai

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

1 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.