Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ketika Kementerian Keuangan Menghamba Asing dan Bank Dunia ketimbang Percaya Riset Anak Negeri

Kementerian Keuangan lebih menghamba dan percaya kepada pihak asing ketimbang hasil riset anak negeri.

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
15 Desember 2022
A A
Kementerian Keuangan Menghamba Asing dan Bank Dunia MOJOK.CO

Ilustrasi Kementerian Keuangan Menghamba Asing dan Bank Dunia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Intervensi asing untuk Kementerian Keuangan

Terbaru, pada Juni 2022, Bank Dunia kembali memberikan dana sebesar 750 juta dolar AS untuk belanja pembangunan yang lebih efisien dan tepat guna. Reformasi kebijakan dan administrasi pajak menjadi alasan mengapa Indonesia harus berbenah, dan dana dari mereka adalah pemulusnya.

Bahkan, sebelumnya, pada April 2022, Indonesia juga menerima dana sebesar 350 juta dolar AS. Siapa yang menerimanya? Kementerian Keuangan yang diwakili Febrio Nathan Kacaribu dan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan via Andi Megantara.

Dalam data yang mudah kamu temukan di Google dengan kata kunci “Program Information Document” terpampang jelas bahwa ada lima agenda, jika itu bukan disebut kepentingan, yang wajib dilakukan pemerintah Indonesia.

Lima agenda tersebut terbagi menjadi dua kategori. Pertama, peningkatan efektivitas publik untuk Sumber Daya Manusia. Tampak indah dan mulia, bukan? Di sini ada tiga sub-kategori, yaitu program anti-stunting, pemulihan TB karena Covid-19, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan.

Kedua, melindungi manusia. Kesannya kayak mau ada zombie menyerang Indonesia, ya? Jadi, ada dua sub-kategori yaitu pengendalian tembakau dan bantuan pelatihan kerja bagi yang terkena dampak (resesi).

Tembakau kena lagi

Bagi saya, yang menarik adalah pengendalian tembakau. Ada apa dengan tembakau? Apakah sebegitu berbahayanya sehingga Kementerian Keuangan perlu “meminta” dana kepada Bank Dunia? Dalih apalagi yang ingin digunakan oleh Kementerian Keuangan, yang dalam hal ini diwakili oleh Sri Mulyani dan Febrio Nathan Kacaribu, untuk mengendalikan tembakau? Apakah kenaikan cukai rokok untuk menurunkan jumlah perokok anak?

Nah, jumlah perokok anak ini ramai dalam dua pekan terakhir dan ada fakta menarik. Nur Rohim Yunus, peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa adanya diskrepansi data antara dua lembaga yaitu, Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik.

Riset 2018 oleh Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa jumlah perokok anak meningkat dari 7,2 menjadi 9,1 persen. Riset tersebut bekerja sama dengan Global Youth Tobacco. Sedangkan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah perokok anak menurun, dan bahkan pada 2021, menyentuh angka 3,69 persen. Tentu saja, BPS melakukan riset tersebut dengan tenaga orang dalam yaitu, orang-orang Indonesia.

Dari data tersebut, jika saya baca, tidak heran muncul dugaan bahwa Kementerian Keuangan lebih menghamba dan percaya kepada pihak asing ketimbang hasil riset anak negeri. Padahal, seperti yang dijelaskan Luhut Binsar Panjaitan dalam Konferensi G20 beberapa saat lalu bahwa Indonesia tidak boleh diintervensi negara lain. 

Indonesia ternyata belum berdaulat

Survei dari Pusat Kajian Hukum dan Pancasila Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyatakan 90 persen masyarakat Indonesia TIDAK MAU mendapatkan intervensi asing. Indonesia harus berdaulat.

“Kita harus tunjukkan ke dunia bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar, bangsa yang bisa mengatur dirinya. Negara-negara lain tidak perlu mengatur kita.”

Bahkan, secara klir, Luhut juga menyampaikan jangan sampai komoditas unggulan Indonesia, yang salah satunya tembakau, mendapatkan hambatan. Sebab, komoditas yang banyak menghidupi masyarakat Indonesia itu sering mendapatkan kampanye negatif.

Semestinya, pemerintah harus membaca lebih jeli dan cermat. Omong kosong, apabila masyarakat Indonesia diminta untuk berdaulat, suruh membikin karya sendiri, yang pada akhirnya hanya sekadar penghargaan, klaim tepuk tangan, tanpa ada tindak lanjut.

Jadi, sudah terlanjur di zona nyaman, Kementerian Keuangan? Tangan di bawah lebih menyenangkan daripada di atas, ya? Aaah, emang soal cuan, terkadang, memang mudah diselesaikan lewat perjanjian berdalih belas kasihan.

Iklan

BACA JUGA Dana Pensiun dan Mulut Manis Sri Mulyani Si Sales Bank Dunia dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2022 oleh

Tags: Bank DuniaCukai Rokokresesisri mulyaniutang indonesia
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Merunut campur tangan asing di balik kampanye antirokok yang tentang kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok 2026 MOJOK.CO
Ragam

Merunut Campur Tangan Asing di Balik Kampanye Antirokok Menentang Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok

2 Oktober 2025
Dukung kebijakan Purbaya tak naikkan cukai rokok. MOJOK.CO
Catatan

4 Alasan Kebijakan Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok Tak Perlu Ditentang

1 Oktober 2025
cukai rokok, tembakau.MOJOK.CO
Ragam

Cukai Rokok Tak Naik: Melawan Tekanan Antirokok, Menjaga Nafkah Jutaan Petani dan Buruh

1 Oktober 2025
Purbaya Hendak Selamatkan Petani, tapi Malah Dijegal (Rokok Indonesia:Ekosaint)
Pojokan

Niat Mulia Purbaya Mencegah Kematian Industri Tembakau Malah Dihalangi, Sementara Aksi Premanisme Sri Mulyani Memeras Keringat Petani Dibela

1 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelajaran hidup dari kereta api (ka) ekonomi MOJOK.CO

Kereta Api Ekonomi Memang Nyiksa Punggung dan Dengkul, Tapi Penuh Pelajaran Hidup dan Kehangatan dari Orang-orang Tulus

13 Februari 2026
Gabung LPM/Persma demi jadi wartawan/jurnalis karena tampak keren. Kini menyesal setelah kerja di media online daerah dengan gaji rendah MOJOK.CO

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa MOJOK.CO

Selalu Pelit ke Diri Sendiri demi Hidupi Keluarga, Tiap Mau Self Reward Pasti Merasa Berdosa padahal Tak Seberapa

11 Februari 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Rp100 juta pertama, tabungan bersama pas pacaran itu bikin repot MOJOK.CO

Usia 30 Harus Punya Rp100 Juta Pertama, Tapi Mustahil bagi Sandwich Generation yang Gajinya Pas-pasan dan Sudah Ludes di Tengah Bulan

10 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.