Jilbab di Bantul, Sudahkah Kita Bersikap Betul?
  • Cara Kirim Artikel
Mojok
  • Esai
  • Susul
    • Bertamu Seru
    • Geliat Warga
    • Goyang Lidah
    • Jogja Bawah Tanah
    • Pameran
    • Panggung
    • Ziarah
  • Kilas
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Luar Negeri
    • Olah Raga
    • Pendidikan
  • Konter
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Terminal
  • Movi
  • Podcast
No Result
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Susul
    • Bertamu Seru
    • Geliat Warga
    • Goyang Lidah
    • Jogja Bawah Tanah
    • Pameran
    • Panggung
    • Ziarah
  • Kilas
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Luar Negeri
    • Olah Raga
    • Pendidikan
  • Konter
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Terminal
  • Movi
  • Podcast
Logo Mojok
No Result
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Susul
  • Kilas
  • Konter
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Terminal
  • Movi
  • Podcast
Home Esai

Jilbab di Bantul, Sudahkah Kita Bersikap Betul?

Perda pakaian sopan dan jilbab yang ada menyasar tubuh perempuan, tapi minim sekali menyasar laki-laki.

Arman Dhani oleh Arman Dhani
3 Agustus 2022
0
A A
Jilbab di Bantul MOJOK.CO

Ilustrasi pemaksaan pemakaian jilbab di Bantul. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

MOJOK.CO – Jadi, tentang jilbab ini, kita tak perlu kaget. Bukan tidak mungkin, di masa-masa mendatang, aturan wajib akan terjadi di lebih banyak daerah.

Seorang siswi di Banguntapan, Bantul, melapor bahwa dirinya dipaksa pakai jilbab. Dia mengalami depresi karena mengalami pemaksaan tersebut. Sementara itu, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DIY yang disebut telah memakaikan jilbab kepada salah seorang siswi secara paksa mengklaim telah meminta izin sebelum memakaikan kepada murid yang bersangkutan.

Soal memaksa seperti ini sebetulnya bukan hal baru. Pada 2019 lalu, saya melakukan riset kecil tentang fenomena jilbab di Indonesia untuk salah satu TV swasta. Waktu itu premisnya sederhana, bagaimana sih regulasi pemakaian jilbab di Indonesia? Sebagai negara sekuler, Pemerintah Indonesia punya sejarah lumayan panjang dengan pakaian ini. Jilbab pernah dilarang digunakan di sekolah-sekolah pada 1980. Namun kini ia malah jadi salah satu sumber polemik karena peraturan daerah.

Peraturan yang diskriminatif

Pada 2001, tiga kabupaten yaitu Indramayu dan Tasikmalaya (Provinsi Jawa Barat), dan Tanah Datar (Sumatra Barat) mengeluarkan keputusan wajib jilbab, sebagai perintah eksekutif. Keputusan itu merupakan bagian dari 154 peraturan daerah yang diskriminatif terhadap perempuan. Sebanyak 19 di antaranya diterbitkan pada tingkat provinsi, sementara tingkat kabupaten/kota ada 134 peraturan, dan satu peraturan daerah tingkat desa.

Peraturan daerah tersebut ada di 69 kabupaten/kota di 21 provinsi dan lebih dari setengah kebijakan daerah yang diskriminatif (80 kebijakan) diterbitkan nyaris secara serentak, yaitu antara 2003 sampai 2005. Ini menunjukkan satu gejala serius, betapa besar keinginan laki-laki untuk mengatur tubuh dan perilaku perempuan.

Baca Juga:

Soal Sanksi Ringan Kasus Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Ini Catatan ORI DIY

Rekomendasi Satgas Selesai, Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan Disanksi Ringan 

Sanksi Disiplin Tetap Berjalan, SMAN 1 Banguntapan Berdamai dengan Orang Tua

Memang, tidak semua aturan itu mewajibkan memakai jilbab. Sebanyak 80 di antara 189 peraturan diskriminatif itu secara langsung menyasar kepada perempuan. Peraturan ini menurut Komnas Perempuan, bertentangan dengan konstitusi dan semestinya dicabut atau batal demi hukum. Tapi apa ya mungkin? Wong liat aja Anies Baswedan, kurang Islam apa beliau? Anaknya saja tidak lepas dari kritik dan dipaksa berjilbab oleh orang asing.

Obsesi individual ini kemudian melembaga dalam bentuk perda. Januari tahun lalu, Komnas Perempuan menemukan adanya 62 kebijakan daerah yang memuat aturan busana yang mengadopsi interpretasi tunggal dari simbol agama mayoritas. Saya nggak nyebut Islam, ya. Secara agama ini kan damai, mana ada umat muslim yang suka random ngatur apalagi nyumpahin dosa ke orang asing di internet cuma karena dia nggak pake jilbab sesuai seleranya.

Kebanyakan perda-perda yang ada berkaitan mengatur tubuh perempuan. Seperti aturan memakai jilbab, memakai pakaian sopan, larangan menggunakan pakaian yang seksi, hingga perda yang membatasi aktivitas perempuan. Sialnya, penerapan peraturan ini kerap lebih memilih pendekatan yang mempermalukan pelanggarnya ketimbang memberikan pemahaman.

Perda jilbab yang diskriminatif

Jaringan Pemantau Aceh mencatat selama 2011 hingga 2012, terdapat 96 kasus kekerasan yang terjadi dalam konteks penerapan syariat Islam. Sejumlah 83 kasus di antaranya dialami oleh perempuan. Kasus tersebut di antaranya adalah kasus khalwat (berdua-duaan). Selain itu, ada juga kasus di mana ada sebanyak 234 perempuan berusia 14 sampai 55 tahun, yang mengalami kekerasan dengan adanya razia-razia jilbab.

Soal jilbab di Aceh ini juga bikin ingat tentang perdebatan mengenai Cut Nyak Dhien itu berjilbab atau tidak. Saat itu, beredar video-video yang menyebut bahwa Cut Nyak sebenarnya berjilbab, tapi karena manipulasi sejarah, dibikin tidak pakai. Dalam video yang sama juga disebutkan jika Pattimura merupakan muslim bernama Ahmad Lussy. Jangan-jangan Bunda Teresa itu Islam. Lihat saja beliau menutup aurat, suka bersedekah, dan punya nama asli Tasliymah?

Perda pakaian sopan dan jilbab yang ada menyasar tubuh perempuan, tapi minim sekali menyasar laki-laki. Tanggung jawab menutup aurat dibebankan pada perempuan, sementara laki-laki tidak. Ini adalah bentuk diskriminasi yang paling telanjang. Tapi pada praktiknya, pemerintah pusat atau aktivis perempuan tak bisa menentang atau mengkritisi perda ini tanpa dianggap anti terhadap agama.

Respons pemerintah Jokowi sebenarnya sudah bagus. Pada 2021, Menteri Agama (Menag), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menandatangani surat keputusan bersama. SKB 3 Menteri ini mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Namun, aturan ini sudah dibatalkan Mahkamah Agung (MA). 

Lagipula persoalan jilbab ini juga bukan hanya soal perintah agama, tapi juga punya nilai ekonomis yang sangat besar. Merk fashion ternama seperti Dolce & Gabbana telah merilis koleksi jilbab. Tidak hanya itu, merk retail seperti Nike dan H&M juga telah merilis produk-produk muslim untuk menyambut Ramadan.

Ada bisnis besar di sana?

Pada 2022, Indonesia mempertahankan posisinya pada The State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report. Laporan tersebut menyebutkan bahwa konsumsi ekonomi syariah global yang mencakup enam sektor ekonomi riil mencapai dua triliun dolar AS oleh 1,9 miliar muslim seluruh dunia hingga kuartal III 2021.

Kontribusi terbesar konsumsi sektor riil berasal dari makanan halal sebesar 1,67 triliun dolar AS, tumbuh 7,1 persen. Diikuti modest fashion sebesar 375 miliar dolar AS yang tumbuh 6,1 persen, media dan rekreasi sebesar 308 miliar dolar AS atau tumbuh 7,5 persen.

Jadi, tentang jilbab ini, kita tak perlu kaget. Bukan tidak mungkin, di masa-masa mendatang, aturan wajib akan terjadi di lebih banyak daerah. Ini bukan cuma soal pakaian, apalagi agama. Mungkin ada perkara muamalah besar di belakangnya, makin banyak perda jilbab, makin banyak orang membutuhkannya, makin banyak dana umat yang didistribusikan untuk sesama. 

Subhanallah. Jadi kangen Ustaz Yusuf Mansur.

BACA JUGA Lepas Hijab tapi Justru Merasa Lebih Beriman dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Arman Dhani

Editor: Yamadipati Seno

Tags: BantulHijabJilbabpemaksaan memakai jilbab
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

ori diy mojok.co

Soal Sanksi Ringan Kasus Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Ini Catatan ORI DIY

20 Agustus 2022
kadisdikpora diy mojok.co

Rekomendasi Satgas Selesai, Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan Disanksi Ringan 

18 Agustus 2022
SMAN 1 Banguntapan, Bantul Yogyakarta

Sanksi Disiplin Tetap Berjalan, SMAN 1 Banguntapan Berdamai dengan Orang Tua

10 Agustus 2022
kasus sman 1 banguntapan mojok.co

Jangan Dialihkan ke Isu SARA, Sri Sultan Minta Rekonsiliasi Kasus SMAN 1 Banguntapan

9 Agustus 2022
Sri Sultan Mampu Redam Konflik Pemaksaan Jilbab Secara Taktis, Bukti Jogja (Mungkin) Masih Istimewa MOJOK.CO

Sri Sultan Mampu Redam Konflik Pemaksaan Jilbab Secara Taktis, Bukti Jogja (Mungkin) Masih Istimewa

9 Agustus 2022
pemaksaan pemakaian jilbab mojok.co

CCTV Tunjukkan Pemaksaan Pemakaian Jilbab, Kepsek SMAN 1 Banguntapan Bisa Dipecat Tanpa Hormat

5 Agustus 2022
Pos Selanjutnya
TK Tertua di Indonesia

Usianya 103 Tahun, TK Tertua di Indonesia Ada di Jogja, Kini Punya 20 Ribu Jaringan

Komentar post

Terpopuler Sepekan

Jilbab di Bantul MOJOK.CO

Jilbab di Bantul, Sudahkah Kita Bersikap Betul?

3 Agustus 2022
Kisah Bagaimana Gus Dur “Membela” Karya Salman Rushdie MOJOK.CO

Kisah Bagaimana Gus Dur “Membela” Karya Salman Rushdie

14 Agustus 2022
Kereta Cepat Jakarta Bandung: Ketika Jokowi dan Indonesia (Hampir) Tak Punya Daya Tawar MOJOK.CO

Kereta Cepat Jakarta Bandung: Ketika Jokowi dan Indonesia (Hampir) Tak Punya Daya Tawar

15 Agustus 2022
Trauma yang Tersimpan di Kota Tangerang MOJOK.CO

Trauma yang Tersimpan di Kota Tangerang (Bagian 1)

18 Agustus 2022
kadisdikpora diy mojok.co

Rekomendasi Satgas Selesai, Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan Disanksi Ringan 

18 Agustus 2022
Es Putr Pak Sumijan Lasem

Warung Es Puter Pak Sumijan Lasem: Kemewahan di Balik Uang Rp5 Ribu

15 Agustus 2022
ujian praktik SIM C

Cerita dari Peserta Ujian Praktik SIM yang Gagal, tapi Terus Mencoba

13 Agustus 2022

Terbaru

ori diy mojok.co

Soal Sanksi Ringan Kasus Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Ini Catatan ORI DIY

20 Agustus 2022
kebocoran data mojok.co

Kebocoran Data Pribadi Terjadi Lagi, Pakar Sebut Hal Ini Perlu Diperbaiki

20 Agustus 2022
bawaslu diy mojok.co

Parpol Catut Tiga Nama Anggota Bawaslu dan ASN di DIY 

20 Agustus 2022
pelajar dan mahasiswa mojok.co

Terancam Tak Ikut Pemilu 2024, KPU RI Minta Pemda DIY Identifikasi Pelajar dan Mahasiswa

19 Agustus 2022
Asmoe Tjiptodarsono: Sumbangsih BTI dan PKI dalam Membangun Dunia Tani

Asmoe Tjiptodarsono: Sumbangsih BTI dan PKI dalam Membangun Dunia Tani

19 Agustus 2022

Newsletter Mojok

* indicates required

  • Tentang
  • Kru Mojok
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
DMCA.com Protection Status

© 2022 MOJOK.CO - All Rights Reserved.

No Result
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Susul
    • Bertamu Seru
    • Geliat Warga
    • Goyang Lidah
    • Jogja Bawah Tanah
    • Pameran
    • Panggung
    • Ziarah
  • Kilas
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Luar Negeri
    • Olah Raga
    • Pendidikan
  • Konter
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Cerbung
  • Movi
  • Podcast
  • Mau Kirim Artikel?
  • Kunjungi Terminal

© 2022 MOJOK.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In