Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Ini Bulan Bahasa (Hukum) Indonesia, yang Tidak Berkepentingan Silakan Keluar Ruangan

Seperti itulah watak bahasa hukum: ngeyelan dan keras kepala. Ia tidak mau berbahasa seperti bahasa publik. Ia punya cara dan sistem berbahasa sendiri yang bahkan aturan EYD Bahasa Indonesia tidak berkutik menghadapinya.

Muhidin M. Dahlan oleh Muhidin M. Dahlan
28 Oktober 2022
A A
Ini Bulan Bahasa (Hukum) Indonesia, yang Tidak Berkepentingan Silakan Keluar Ruangan

Ilustrasi Ini Bulan Bahasa (Hukum) Indonesia, yang Tidak Berkepentingan Silakan Keluar Ruangan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hadirkan Muhammad Yamin ke mimbar

Hadirkan nama Muhammad Yamin sebagai simbol dari persatuan bahasa sastra dan bahasa hukum itu. Yamin adalah sosok sentral di balik Oktober disebut-sebut sebagai “Bulan Bahasa”.

Hanya membaca portofolio Yamin saja kita langsung tahu bahwa seyogyanya kaum terpelajar bahasa/sastra dan kaum terpelajar hukum itu bisa se-mejakopian. Keduanya bisa jadi belahan jiwa satu dengan lainnya.

Yamin pecinta hingga tulang sumsum sastra sejak remaja dan menekuni sastra timur di sekolah tingkat atas toh kemudian memilih studi lanjutannya, studi kesarjanaannya, di bidang hukum. Di bangku SMA itu, selain bersastra, Yamin juga selama bersekolah menengah itu belajar Bahasa Yunani, Latin, dan bahasa daerah Kei.

Lihat, sosok yang pada peristiwa Ikrar Pemuda 28 Oktober 28 di Gedung Indonesische Clubhuis, Kramat Raya, itu bisa-bisanya ia manfaatkan sekaligus untuk meluncurkan antologi puisi keduanya berjudul Tumpah Darahku. 

Kalau bukan pecandu sastra, pemabuk puisi, tidak ada peristiwa peluncuran puisi semewah di periode sejarah pelik dan menakutkan seperti itu lantaran derita politik pemberontakan PKI ’26 belum kalis betul.

Tapi, Yamin memilih melanjutkan studi “sastra timur”-nya yang ia pelajari di bangku Algemene Middelbare School (AMS) bukan di perguruan tinggi berjurusan sastra, melainkan ke sekolah tinggi hukum bernama Rechtshoogeschool te Batavia. 

Menjadi jembatan penghubung

Tahukah pembaca, di sekolah di mana sarjana hukum berhasil digondol Yamin ini kelak dicatat sebagai embrio dari Fakultas Hukum di Universitas Indonesia hari ini?

Jika perkaranya seperti ini, jadi lebih mudah menyelesaikannya. Ayolah, kaum terpelajar hukum dan kaum terpelajar bahasa/sastra, mari melakukan kerapatan besar dan berikrar saling mengisi memperbaiki bahasa satu dengan lainnya. Mari saling menghangatkan dalam berbahasa. 

Jangan ragu-ragu memakai Yamin sebagai jembatan penghubung. Dan, tak ada lagi tokoh penghubung yang paling tepat untuk perkara seperti ini selain Lord Yamin.

Karena tidak menutup kemungkinan, bahasa hukum mengancam dan teror seperti ini terus berlanjut di hadapan publik tanpa filter sampai akhir Desember. Ingat, tragedi Kanjuruhan belum memasuki musim sidang. Belum lagi kasus narkoboy dari jenderal polisi yang beberapa hari lagi dilantik menggantikan kursi panas pimpinan Kepolisian Daerah Jatim akibat gas air mata Kanjuruhan.

Ayolah. Kita sedang merayap memasuki resesi ekonomi yang gelap, eh, ruang berbahasa publik kita dikuasai bahasa yang mengancam dan agak gimana gitu. Itu.

BACA JUGA Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Muhidin M. Dahlan

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2022 oleh

Tags: 28 oktoberbahasa hukumbahasa indonesiabulan bahasaKUHPMuhammad Yaminputusan sela
Muhidin M. Dahlan

Muhidin M. Dahlan

Penulis dan kerani partikelir IBOEKOE dan Radio Buku.

Artikel Terkait

pramoedya ananta toer.MOJOK.CO
Ragam

Ini yang Terjadi Seandainya Pramoedya Ananta Toer Menjadi Guru Sastra Indonesia

3 Februari 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO
Esai

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
Video

M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

6 November 2023
AR Baswedan: Sang Kurir Kemerdekaan RI dan Kisah Peranakan Arab Melawan Kolonialisme
Video

AR Baswedan: Sang Kurir Kemerdekaan RI dan Kisah Peranakan Arab Melawan Kolonialisme

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.