Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Dinasti Politik Bontang, Klaten, Banten: Keluarga yang Sama Silih Ganti Jadi Pejabat

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
9 Oktober 2019
A A
dinasti politik bontang klaten banten 2019 data mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merawat bangunan bernama dinasti politik adalah bentuk cinta kasih dari anak kepada orang tua. Sudah seperti nguri-uri budaya yang terbangun sejak dulu kala.

Beritagar membuka tulisannya dengan sebuah kalimat yang bunyinya sebagai berikut:

“Dinasti politik, seakan rumput liar yang tumbuh di taman demokrasi Indonesia. Berkali-kali menjadi masalah dan dicegah, tapi tak pernah mati.”

Kalimat yang kalau dibaca dengan gaya berpuisi tentu terdengar sangat keren. Sangat heroik dan penuh suspense. Apalagi kalau yang baca almarhum W.S. Rendra. Bakal terdengar grande dan menusuk.

Atau dibaca oleh Sutardji Calzoum Bachri, dibawakan dengan adab puisi mbeling. Baca puisi sambil lompat-lompat kayak kodok, seperti ketika Sutardji membacakan “Tragedi Winka dan Sihka”. Tangan kiri menggenggam botol anggur dan tangan kanan memegang secarik kertas berisi naskah puisi.

Tapi memang dinasti politik ini sangat mbeling. Nakalnya kebangetan. “Berkali-kali menjadi masalah dan dicegah, tapi tak pernah mati,” tulis Beritagar.

Artikel tersebut menjelaskan bagaimana dinasti politik dibangun di Bontang, Kalimantan Timur. Baik lembaga legislatif maupun eksekutif dikuasai oleh satu keluarga; dari suami-istri ke ibu dan anak. Jabatan berpindah dari anggota keluarga satu ke anggota keluarga lainnya. Sudah seperti warisan dan politikus lainnya cuma ngontrak di sana.

Sekarang ini, Wali Kota Bontang adalah Neni Moerniaeni yang menang Pilkada 2016. Yang jadi ketua DPRD adalah anaknya, Andi Faisal Sofyan Hasdam. Faisal, mantan manajer Bontang FC yang beberapa tahun lalu pernah kena kasus narkoba tapi kasusnya nggak jelas juntrungannya, baru saja dilantik pada Jumat tanggal 4 Oktober 2019. Keduanya, ibu dan anak itu, berada dalam naungan rindangnya cabang dan rimbunnya daun Partai Golkar.

Bapak dari Faisal sendiri bernama Andi Sofyan Hasdam, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Bontang pada 1999 hingga 2001. Setelah digelar pemilihan umum, Sofyan terpilih jadi Wali Kota Bontang dua periode, yaitu 2001-2006 dan 2006-2011.

Saat Sofyan jadi Wali Kota, Neni Moerniaeni, istrinya, ibu dari Faisal, jangan sampai salah, adalah ketua DPRD periode 2009-2014. You know what, ketika memegang jabatan Wali Kota, Sofyan terlibat kasus korupsi anggaran premi asuransi senilai Rp2,25 miliar yang bersumber dari APBD. Pada April 2012, beliau kena 1,5 tahun. Tidak terima, Sofyan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung. Pada Januari 2014, MA kasih vonis bebas.

Di Bontang ada dinasti politik, di Klaten begitu juga. Masih ingat dengan penangkapan mantan Bupati Klaten, Sri Hartini, pada 2017 yang lalu?

Beliau ditangkap KPK karena menerima suap terkait promosi jabatan dalam pengisian susunan organisasi dan tata kerja organisasi perangkat daerah seperti diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. KPK mengamankan uang tunai sekitar Rp2 miliar dan pecahan mata uang asing US$5.700 dan SGD2.035. Catatan penerimaan uang juga disita.

Begitu Sri Hartini ditangkap KPK, wakilnya, Sri Mulyani, naik ke tampuk bupati Klaten. Ia juga akan maju ke Pilbup Klaten 2020.

Nggak komplet ngomongin dinasti politik kalau nggak nyenggol Dinasti Warrior, ahh, maksud saya Dinasti Atut di Banten.

Iklan

CNN Indonesia menyebut dinasti politik ini seperti “raja-raja kecil”. Sebuah istilah yang cocok betul untuk disematkan kepada keluarga Ratu Atut Chosiyah. Ratu Atut adalah putri almarhum Haji Tubagus Chasan Sochib. Seorang pengusaha dan jawara dari Banten.

Dulu, Haji Tubagus Chasan logistik Komando Daerah Militer VI Siliwangi disuplai oleh beliah. Oleh sebab itu, Haji Tubagus Chasan mendapat banyak keistimewaan dari Kodam VI Siliwangi serta pemerintah Jawa Barat. Haji Tubagus Chasan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Kamar Dagang dan Industri Banten, serta sejumlah organisasi bisnis lainnya beliau kuasai.

Haji Tubagus Chasan adalah pendukung wacana Banten lepas dari Jawa Barat. Beliau membantu gerakan pemekaran Banten. Setelah Banten resmi mandiri, Haji Tubagus Chasan mendorong keluarga besarnya, termasuk Ratu Atut, untuk aktif berpolitik. Dinasti politik Banten resmi dibuka.

Ratu Atut menjadi Wakil Gubernur Banten pertama pada Oktober 2002. Lima tahun kemudian, Ratu Atut menggantikan Gubernur Banten, Djoko Munandar. Ratu Atut sempat jadi Pelaksana Tugas Gubernur Banten karena Djoko kena kasus korupsi.

Ratu Atut menang Pilkada 2007 dan resmi jadi Gubernur. Haji Tubagus Chasan membangun pondasi, Ratu Atut menambahkan ornamen dalam bangunan dinasti politik Banten.

dinasti politik klaten, bontang, banten infografik 2019 mojok.co
Betapa ramenya (dan ribetnya) keluarga-keluarga dinasti politik ini berombongan jadi pejabat membuat rubrik Esai di Mojok harus ketirto-tirtoan: pakai infografik segala. Merepotkan.

Sedikit trivia, per 8 Oktober 2019 yang lalu, KPK resmi menyita aset Tubagus Cheri Wardhana (Wawan), adik Ratu Atut, senilai Rp500 miliar. Kekayaannya terdiri dari sebuah rumah di Perth, Australia, hingga 111 buah SPBU. Mayak betul, 111 buah SPBU!

Wawan terjerat kasus pencucian uang dan korupsi sejumlah proyek di Provinsi Banten dengan nilai total nilai kontrak senilai Rp6 triliun.

(((Sejumlah proyek di Banten))) ini kata Kumparan, ya. Bukan saya. Kok bisa begitu? Ya dinasti poltik itu dekat dengan tindak korupsi. Lagi-lagi ini bukan saya yang bilang, tetapi kata Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Trivia lain, dinasti politik di Bontang dan Banten disokong oleh Partai Golkar sebagai kendaraan politik. Sementara di Klaten, PDIP yang jadi motornya.

Singkatnya, sih, dinasti politik sudah jadi budaya. Memegang kekuasaan itu terbukti enak. Kalau sudah nggak bisa megang jabatan, ya sebisa mungkin jabatan itu nggak lari ke orang lain. Jabatan, sudah seperti sepetak sawah atau selembar deposito. Jadi sebatas warisan untuk menjaga lumbung emas keluarga tetap berkilau indah.

Lagian, kalau orang tua sudah kasih dawuh atau perintah, sebagai orang-orang yang so-called memegang budaya ketimuran, pasti nurut. Mau kena kutuk kaya Malin karena melawan orang tua? Lagian manut saja itu bikin enak. Sudah bisa pegang jabatan, kaya raya, terpandang. Melanggengkan dinasti politik adalah bentuk cinta kasih dari anak kepada orang tua.

BACA JUGA Pengantar Memahami Politik Dinasti Adik, Anak, Menantu Ratu Atut yang Nyaleg di Banten atau artikel Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2019 oleh

Tags: bantenbontangdinasti politikklatenratu atut
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO
Kilas

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co
Lipsus

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co
Lipsus

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Bahaya Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu Negara Makin Gila! MOJOK.CO

Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati

2 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Mayday 2026: Buruh tuntut 8 poin. MOJOK.CO

8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampai AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital

2 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.