Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Fakta Anak Tunggal: Dari Kesepian Hingga Enaknya Dapat Warisan

Audian Laili oleh Audian Laili
18 November 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski sering dianggap manja dan egois, namun ada fakta anak tunggal lain yang perlu kamu tahu. Pasti mendapatkan warisan, misalnya.

Bagi kita yang memiliki saudara kandung, bertengkar dengan saudara sendiri adalah hal mungkin lumrah terjadi. Rasa-rasanya ketika kecil dulu, ada yang mengganjal jika tidak saling mencari gara-gara dengan adik atau kakak kita. Tentu saja, hal ini sering berakhir dengan saling teriak-teriak atau justru salah satunya menangis karena bercanda yang sudah kelewatan, membuat suasana rumah menjadi lebih ramai seperti semarak Agustusan.

Lantas, kira-kira bagaimana ya, dengan seseorang yang menjadi anak tunggal? Kira-kira apa yang bakal dia rasakan? Katanya sih, dia dikenal sebagai pribadi yang manja, egois, dan banyak mengeluh. Ya, mungkin itu memang bukanlah sesuatu yang salah, sebab bisa jadi memang seperti itulah kehidupan masa kecilnya.

Namun, seiring dia bertumbuh dewasa, ia pun sering dipercaya sebagai sosok yang lebih dewasa. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai fakta anak tunggal tersebut, Mojok Institute telah melakukan riset kecil-kecilan untuk memahami lebih jauh, kira-kira sebenarnya anak tunggal itu bagaimana, sih?

Pertama, dia tidak punya kakak dan adik. Ya, namanya juga anak tunggal, maka sudah jelas kalau dia tidak memiliki kakak maupun adik, dan dia menjadi anak satu-satunya bagi kedua orang tua mereka. Udah ya, udah jelas kan? Jadi, kalau tentang fakta anak tunggal yang ini, nggak perlu diperpanjang dan dipertanyakan lagi.

Kedua, sering merasakan kesepian. Menjadi anak satu-satunya dalam keluarga, maka tidak mengherankan jika dia sering merasakan kesepian. Kesepian yang melingkupinya dalam-dalam, sebab nggak punya saudara yang bisa diajak main masak-masakan, mobil-mobilan, atau diajakin buat bertengkar. Ya, dia nggak punya partner di rumahnya untuk diajak ngerusuhi rumah bersama-sama. Supaya, kalau misalnya tiba-tiba dimarahin sama orangtua, dia kan ada temannya. Soalnya, kalau dimarahinnya cuma sendirian, pasti ngerasa nggak ada yang ngelindungi.

Namun katanya sih, karena kesepian ini, akhirnya dia justru terdorong untuk menjadi dekat dengan pasangan sekaligus keluarga pasangan. Uuuwww, terlihat sangat menarik kan, untuk kamu-kamu yang menginginkan seorang pasangan yang dapat selalu memperhatikanmu? Plus yang selalu merasa pengin diprioritaskan sama pasangan?

Ketiga, senang berpetualang. Sering merasa kesepian ketika berada di rumah ini—akhirnya membuat si anak tunggal ketika sudah mulai beranjak gede—selalu berusaha untuk mencari aktivitas di luar rumah. Nah, sering menghabiskan waktu di luar rumah, akhirnya sering membuatnya senang berpetualang tak terbatas, hap hap hap hap.

Dikarenakan aktivitasnya yang sering berpetualang, akhirnya si Bolang anak tunggal ini pun tumbuh menjadi pribadi yang tidak dapat disebut lemah. Justru dia banyak belajar tentang hal-hal baru, yang mungkin tidak diajarkan oleh orang tuanya. Pokoknya, kalau kamu tipe orang yang juga senang berpetualang—apalagi kalau penginnya diajakin pasangan—menggaet hati anak tunggal adalah solusi yang paling tepat.

Keempat, dia manja namun bertanggung jawab. Hayoloh, manja tapi bertanggung jawab itu kayak gimana. Meski sering disebut sebagai seorang anak yang manja, namun anak tunggal tidak semanja anak bungsu, Ferguso!

Justru dia memiliki rasa tanggung jawab yang lebih—mirip-mirip anak sulung, sebab dia merasa bahwa hanya pada dirinya lah orang tuanya menggantungkan harapan. Ya iyalah, lha wong dia nggak punya saudara yang lain. Nah, karena itulah, anak tunggal juga memiliki usaha lebih keras supaya memiliki masa depan cerah serta dapat membuat orang tuanya bangga.

Namun tidak dapat dipungkiri, mereka juga mengaku tetap dapat bermanja-manja pada orang tua, mumpung nggak ada saingan, Je. Masalah manja ini sih, biasanya sebatas meminta sesuatu yang berwujud barang. Misalnya minta dibeliin PS4, tamiya, atau boneka barbie yang lengkap dengan berbagai baju dan kasurnya. Jadi, kalau perihal watak sih, mereka merasa justru memiliki tanggung jawab yang lebih.

Kelima, pasti dapat warisan. Namanya juga anak tunggal, jadi bisa dipastikan warisan orang tuanya akan jatuh sepenuhnya ke tangannya. Hahaha. Ya, kecuali kalau orang tuanya sudah tidak lagi memiliki kepercayaan penuh padanya karena dia tumbuh menjadi pribadi dengan gaya hidup foya-foya dan hobi berbuat kriminal—khas pemeran orang yang nampak tidak punya masa depan ala sinetron.

Kalau sudah kayak gini sih—apalagi kalau dia nggak mau insyaf, ada kemungkinan orangtuanya justru memilih menghibahkan warisan keluarga kepada yayasan atau kegiatan-kegiatan sosial. Supaya harta warisan tersebut bisa menjadi amal jariyah dan menambah pahala meski telah meninggal kelak.

Iklan

Namun, untuk kamu yang punya pasangan—atau yang masih berstatus gebetan—seorang anak tunggal, bolehlah dia dijaga dan dipertahankan dengan sebaik-baiknya. Sebab, kemungkinan warisan orang tua akan jatuh ke tangan pasanganmu itu, sangat besar. Dengan presentase, ah nggak tahu berapa presentasenya, nggak ngitung soalnya. Pokoknya banyaklah.

Inget kan, dalam film Crazy Rich Asian, mengapa Nick Young menjadi lebih—atau paling—menarik diantara tokoh pria lainnya? Soalnya dia memang peran utamanya! Selain dia memang terlihat pintar, ramah, tampan, baik hati dan tidak sombong, orang tuanya juga kaya raya dan dia anak tunggal, woy! Camkan itu, anak muda!

Terakhir diperbarui pada 18 November 2018 oleh

Tags: dapat warisanfakta anak tunggalkesepianNick Young
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO
Sehari-hari

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO
Sehari-hari

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Suara Bawah Tanah

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Ragam

Nekat Resign usai 8 Tahun Kerja di BUMN, Nggak Betah Hidup di Jakarta dan Baru Sadar Bawa Trauma Keluarga Terlalu Lama

4 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.