Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Pengalaman Buruk ketika Memakai QRIS: Jadi Boros karena Minimal Order yang Nggak Masuk Akal dari Pemilik Minimarket

Fathna Saadati Choliliyah oleh Fathna Saadati Choliliyah
11 November 2025
A A
Derita Pakai QRIS: Minimal Order Gak Ngotak Bikin Sengsara MOJOK.CO

Ilustrasi Derita Pakai QRIS: Minimal Order Gak Ngotak Bikin Sengsara. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Malah jadi boros

Akhirnya, dengan langkah pasrah, saya muter-muter lagi di minimarket itu. Saya mencari barang apa aja biar genap Rp50 ribu. Padahal, sebenarnya saya nggak butuh apa-apa lagi. Tapi demi QRIS tercinta, saya rela.

Setelah keliling beberapa rak, mata saya tertuju ke tumpukan pakaian dalam pria. Ya sudah, sekalian saja beli celana dalam untuk suami. Yang lama juga udah pada bolong.

Ambil satu pak, langsung ke kasir. Begitu ditotal, malah jadi Rp70 ribu. Selamat, saya berhasil transaksi QRIS. Tapi dengan perasaan yang sedikit “huh”. 

Di jalan pulang saya cuma bisa nyengir. Dari niat awal cuma beli krayon seharga Rp21 ribu. Eh, saya malah pulang bawa krayon plus celana dalam untuk suami. Totalnya Rp70 ribu.

Ironis juga, QRIS yang katanya bikin hidup lebih praktis, kadang justru bikin belanja jadi lebih tragis. Dari niat sederhana, malah jadi pengeluaran tak terduga.

Apakah minimal order memang harus semahal itu?

Sesampainya di rumah, saya membaca beberapa artikel terkait minimal order supaya bisa membayar pakai QRIS. Ternyata, Bank Indonesia (BI) sendiri bahkan tidak menetapkan ada minimal order. 

Kebijakan ini adalah kebijakan internal masing-masing merchant karena adanya biaya transaksi yang ditanggung. Namanya Merchant Discount Rate atau MDR.

Namun, BI sendiri sebetulnya melarang merchant membebankan biaya tersebut kepada konsumen. Sudah begitu, nominal minimal transaksi QRIS secara teknis adalah Rp1. Nah, kan.

Saya sendiri, pada dasarnya, nggak mau terlalu memikirkan soal minimal order. Apalagi itu kebijakan internal. Namun, saya rasa akan jauh lebih memudahkan konsumen kalau minimal order-nya nggak sampai Rp50 ribu juga. 

Mungkin kita bisa membuat rata-rata minimal order di antara Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, deh. Maksud saya biar sama-sama enak. 

Lagian, kenapa harus semahal itu sampai Rp50 ribu hanya untuk bisa membayar pakai QRIS? Apakah karena minimarket tersebut tidak berada di kota sehingga sedikit yang memakai pembayaran non-tunai? Saya rasa itu bukan alasan yang kuat. Zaman sudah sedemikian modern. Saya yakin di desa pun banyak yang lebih suka memakai QRIS.

Jadi ya, pelajarannya jelas. QRIS memang memudahkan, tapi juga bisa menjerumuskan jika muncul kebijakan yang memberatkan. 

Di sisi lain, nggak ada salahnya tetap sedia uang tunai di dompet. Karena kadang, yang bikin nyesek bukan nggak bisa bayar, tapi harus beli celana dalam dulu baru bisa scan kode.

Penulis: Fathna Saadati Choliliyah

Iklan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pembayaran Tunai di Kasir Indomaret Lebih Ringkas daripada QRIS, Nggak Usah Sok-sokan Cashless dan pengalaman menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: admin qrisbiaya QRIScara membayar pakai QRIScara pakai QRISminimal order QRISpotongan QRISQRIS
Fathna Saadati Choliliyah

Fathna Saadati Choliliyah

Ibu rumah tangga yang sehari-hari jadi guru. Suka nulis yang random untuk mencurahkan isi hati dan pikiran, bukan isi dompet.

Artikel Terkait

Era transaksi non-tunai/pembayaran digital seperti QRIS: uang tunai ditolak, bisa ciptakan kesenjangan sosial, hingga sanksi pidana ke pelaku usaha MOJOK.CO
Ragam

Drama QRIS: Bayar Uang Tunai Masih Sah tapi Ditolak, Bisa bikin Kesenjangan Sosial hingga Sanksi Pidana ke Pelaku Usaha

26 Desember 2025
Drama tiap bayar pakai QRIS di m-Banking MOJOK.CO
Ragam

Drama dan Keribetan Hidup Tiap Bayar Pakai QRIS, Bikin Panik dan Malu-maluin Diri Sendiri

21 Oktober 2025
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Bayar Pakai QRIS, Perhatikan agar Kalian Nggak Jadi Musuh Bersama Mojok.co
Ekonomi

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Bayar Pakai QRIS, Patuhi supaya Kalian Nggak Jadi Musuh Bersama

13 Oktober 2025
Bayar Pakai QRIS di Pom Bensin Adalah Dosa Terbesar Pengendara, Bikin Antrean Makin Panjang Mojok.co
Pojokan

Bayar Pakai QRIS di Pom Bensin Adalah Dosa Terbesar Pengendara, Bikin Antrean Makin Panjang

11 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.