Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Debat Garing Tanpa Jonru Ginting

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
29 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saat Jonru divonis bersalah oleh pengadilan sampai akhirnya bebas, dia tak lantas jadi pesakitan. Oh jelas, karena Jonru bukan semata individu, ia adalah sikap.

Saat kita menghabiskan satu hari penuh dengan leyeh-leyeh sambil perang tweet karena gugatan Prabowo ditolak semua sama MK dengan khidmat, sambil sesekali mengisi perut dengan sejumlah nutrisi agar terhindar dari jenis kematian yang tak layak dikenang.

Tentu, makan menjadi benar-benar wajib, sebab jelas siapa pun tak ingin wajahnya mengisi headline portal berita dengan judul semacam “Woow, Seorang Netizen Ditemukan Meninggal dalam Keadaan Twitwar”, bukan?

Kita tentu silap, atau mungkin tak benar-benar peduli, bahwa pada hari yang sama ada hampir sebelas ribu bayi lahir. Dengan asumsi setiap tahun ada 4,2 juta sampai hampir 4,8 juta bayi lahir di Indonesia, kamu bisa menghitungnya sendiri bila perlu.

Saya tidak punya pretensi untuk membawa tulisan ini pada penyesalan juga kampanye Keluarga Berencana (KB), atau memikirkan kelak setelah dewasa bibit-bibit baru itu akan memilih profesi sebagai apa, di tengah maraknya pengangguran belakangan ini.

Urusan masa depan biarlah mereka sendiri yang mengatur. Tapi, tidakkah kalian benar-benar peduli, dari sekian banyak itu, berapa besar kesempatan Bangsa Indonesia melahirkan sosok Jonru-Jonru baru?

Heh? Oh jelas, Jonru bukan profesi, ia adalah sikap papapsikipapap.

Saat divonis bersalah beserta hukuman 1,5 tahun atau 18 bulan penjara dan denda Rp50 juta dilayangkan pada Jonru, dia tak lantas jadi pesakitan.

Kepada orang-orang yang kadung menjadi pembenci Jonru menampar mereka dengan pekik takbir di pengadilan. Waw, kurang elegan apa coba?

Dalam kasus ini, Jonru seolah ingin menunjukkan kepada kita, laku (terbukti) kriminal yang dibungkus takbir akan membawa hati menjadi ikhlas dan tenang, untuk melalui hari-hari kelam di penjara. Kita boleh tak setuju, tapi ya memang begitu adanya.

Buktinya selama di penjara, Jonru tetap bisa terus melakukan kerja-kerja keabadian sebagai penulis buku. Bahkan seorang kawan pernah berseloroh—pada awal tahun 2018, saat kasus itu masih hangat—dengan  sangat percaya diri, bahwa; “Tan Malaka yang belasan kali masuk bui saja hanya bikin 3 jilid Dari Penjara ke Penjara. Jonru baru sidang sekali sudah rampung dua buku, keren ya?”

Saya tahu dia, kawan saya itu, tak pernah baca buku Tan Malaka sama sekali apalagi bukunya Jonru tapi toh ungkapannya tak sepenuhnya keliru, kan?

Jonru bebas bersyarat akhirnya, tapi jelas kinerjanya tak semoncer dulu. Entah kita yang pura-pura melupakan jasanya, atau memang blio yang begitu mudah dilupakan.

Kini, namanya tak lagi dicatat sebagai oponion leaders, posisinya digeser oleh ustaz serba tahu dan netizen twitter maha pandai. Padahal, dulu Jonru adalah pemegang kunci jawaban atas segala macam pertanyaan. Dari politik sampai agama. Sekarang mah kita malah jadi lebih tertarik buat baca thread nggak bermutu.

Iklan

Haqul yaqin, kalau Jonru masih semoncer dulu, perdebatan macam apa pun akan terjadi dengan sengit.

Isu konspirasi masjid hasil bikinan Pak Ridwan Kamil misalnya, dimasalahin oleh Ustaz Rahmat Baequni ya belum ada apa-apanya. Lain hal kalau tangan terampil blio yang mengolah.

Masih ingat nggak saat Jonru mempopulerkan istilah “Kafe Dajal”?

Itu lho pas blio melihat foto mural di warung martabak punya Gibran Rakabuming. Di sana ada lukisan bergambar orang bermata satu yang dikelilingi segitiga.

Beliau ya santai betul dengan memberi komentar “Anak Jokowi membuka Kafe Dajjal. Hi, seram. (Memang sih namanya bukan Kafe Dajjal. Tapi ada logo dan tanda-tanda Dajjal di dekorasi ruangannya). Hmm, kok sampai segitunya? Pertanda apakah ini?”

Coba lihat dua pertanyaan terakhir, jenis pertanyaan retoris tetapi mengajak kita untuk tabayun, kan? Hasilnya ya paling tidak masyarakat kita sedikit banyak cek fakta terlebih dahulu sebelum menelan informasi secara mentah, My Lov~.

Lagi pula nih ya, pada kasus itu konon Jonru cuma mau tes seberapa besar kemampuan masyarakat menyaring hoaks doang itu. Prank aja kalau kata anak zaman sekarang mah.

Atau yang lebih mutakhir, Saat tiba-tiba sebagian orang menjadi sok peduli pada nasib anak sekolah karena sistem zonasi itu padahal mah cuma buat konten, Jonru ya sudah sejak lama mengkritisi sistem pendidikan kita. Langsung ke akar malah.

Coba lihat, betapa kerennya blio saat berkomentar tentang tradisi coret-mencoret dan menautkannya dengan kurikulum yang mengekang para siswa, “Buatlah sistem pendidikan yang sesuai dengan karakter setiap anak, bukan sistem penyeragaman seperti saat ini,” tulisnya di fanspage pribadi, per tanggal 15 April 2019.

Gokil abis nih Jonru. Harusnya orang-orang berguru pada beliau soal pendidikan untuk pembebasan, ketimbang pada Paulo Freire yang cuma pemikir biasa asal Brasil yang komunis, liberal, proletar, protokol!!1!1!1!!

Ini belum dengan misalnya Jonru mau mengomentari dengan galak soal hasil Sidang MK kemarin ini. Wah, sudah pasti bakal lebih seru lagi nih dunia media sosial. Nggak membosankan kayak sekarang. Duh, debat politik jadi garing rasanya tanpa Jonru Ginting.

Jonru, pada titik tertentu, adalah pakarnya pakar dan intinya inti. Sayang jika kita tak lagi memberikan panggung kepadanya.

Yah, harus diakui sih memang sulit menjadi mantan narapidana, terlebih di negara yang dikepung stereotipe kayak begini. Tapi ya tolong Jonru kasih peluang sekali lagi dong. Ini apa-apaan coba, halaman Facebook-nya, yang telah diikuti satu juta orang lebih, malah ditutup Pemerintah. Sungguh cuma terjadi di rezim ini kreativitas seseorang dibatasi.

Ada banyak orang yang berusaha seperti Jonru, atau paling tidak kita anggap mirip belaka. Tetapi toh blio tak bisa benar-benar ditiru. Bahkan konon kalau mau dicopy-paste corrupt terus filenya.

Ada beberapa kawan saya yang coba menyandingkan Jonru dan Bli Jrx, bagi mereka keduanya sama menyebalkan dan banyak bacot di media sosial. Tapi seingat saya, tak pernah sekalipun Jonru berkicau “Kirim emailmu, Bangsat”.

Dalam kasus ini, apa yang diucapkan netizen lain memang benar, Bli Jrx sama sekali nggak mirip Jonru, tapi lebih mirip LiNa JoobStreet.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2019 oleh

Tags: JonruJonru Gintingsidang mk
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Sosok

Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

18 Oktober 2023
Pojokan

Surat Terbuka Kepada Pemilih Prabowo Sedunia

28 Juni 2019
Ini Sidang Beneran MOJOK.CO
Komik

Harap Serius, Ini Sidang Beneran

27 Juni 2019
Versus

Harus Banget, ya, Hakim Dipanggil “Yang Mulia”?

24 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Audiensi antara KPUS dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait anjloknya harga telur di Jateng MOJOK.CO

Upaya Merespons Situasi Harga Jual Telur di Jateng yang Anjlok dan Tidak Terserap

10 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.