Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cina Ditakdirkan Perang dengan Amerika: Hitam Putih Dunia di Tangan Xi

Lantas, kalau Cina kembali kepada sosialisme-komunisme-marxisme, apakah mereka akan berperang dengan Amerika?

Ronny P. Sasmita oleh Ronny P. Sasmita
23 November 2022
A A
Cina Ditakdirkan Perang dengan Amerika: Hitam Putih Dunia di Tangan Xi

Ilustrasi Cina Ditakdirkan Perang dengan Amerika: Hitam Putih Dunia di Tangan Xi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Well, John misses the point soal krisis keuangan 2008. Cina sudah nyaris mengikuti pattern negara kapitalis sampai 2008. Di era Hu Jintao, kebebasan pers dan berekspresi mulai terlihat. Tapi krisis 2008 mengubah segalanya. Setelah krisis finansial global, mereka mendapati sistem kapitalisme ternyata cacat dari dalam. 

Saat pertemuan SED (Society for Economics Dynamic) di Annapolis, Merryland, Amerika pada 2008, Wang Qishan, salah satu tangan kanan Xi yang kemudian dipakai untuk eksekusi kampanye antikorupsi, menyampaikan kekecewaannya kepada Hank Paulson, yang kala itu masih menjabat sebagai secretary of state era Bush Yunior. 

“You were my teacher, but now here I am in my teacher’s domain, and look at your system, Hank. We aren’t sure we should be learning from you anymore“, ucap Wang.

Dialog tersebut ditulis sendiri oleh Hank Paulson dalam buku semi biografinya, “On the Brink of Collapse“, terbit 2009 lalu. Ya, di sanalah titik the turning point of Cina.

Kembali ke keseimbangan

Jadi, pada akhirnya, semua akan kembali kepada posisi semula. Cina tentu akan kembali kepada sosialisme. Tapi, itu bukanlah hal baru tentunya. Deng Xiaoping adalah communist believer. Tak ada yang meragukannya. Deng telah bersama Mao selama bertahun-tahun. Pembasmian gerakan mahasiswa pada 1989 (Tiananmen Square Massacre) adalah perintah langsung dari Deng, setelah Zao Ziyang menolak memberlakukan martial law pada 1989. 

Yang dilakukan Deng dalam konteks kebijakan ekonomi adalah pragmatisme politik. Selama kapitalisme bisa membuat orang mereka kaya, ya why not. Tapi untuk menjadi democratic state, saya yakin jawaban Deng adalah no. Dan Xi adalah perpaduan Mao, Deng, dan Emperor of Ming Dynasty. Tak ada demokrasi di sana. 

Nah, jika track-nya kembali ke gaya lama, maka kembali kepada kelemahan masing-masing di satu sisi dan meruncingnya perbedaan kepentingan ekonomi politik antara dua kubu di sisi lain. Pepatah lama akan berlaku kembali. “Masalah pada sosialisme adalah sosialisme itu sendiri. Dan masalah pada kapitalisme adalah para kapitalis itu sendiri.”

Jadi, sangat bisa dipahami mengapa salah satu pemikir New Dealer yang juga dianggap sebagai salah satu anggota brain trust FDR, Raymond Moley, profesor politik Columbia University kala itu mengatakan bahwa FDR menyelamatkan Amerika dari para kapitalis, bukan dari sosialis (konteksnya Great Depression).

Perang?

Lantas, kalau Cina kembali kepada sosialisme-komunisme-marxisme, apakah mereka akan berperang dengan Amerika? Menurut profesor dari Harvard University, Graham Allison, Cina dan Amerika ditakdirkan untuk berperang. Judul bukunya beberapa tahun lalu berbunyi Destined for War menjelaskan pandangan Graham.

Asumsi dasarnya adalah Thucydides Trap. Raising power biasanya akan berperang dengan super power. Tapi, menurut mantan PM Australia, Kevin Rudd, masih banyak jalan agar keduanya tidak berperang. Judul bukunya yang terbit beberapa bulan lalu memberi gambaran mengapa kesimpulannya demikian, yakni Avoidable War (2022). Interdependence economy menjadi alasan utamanya. 

Tapi apa saja teorinya, tulis editorial majalah The Economist beberapa waktu lalu, perang atau tidak, semua akan tergantung pada satu orang, yakni Xi. Isi kepala Xi adalah penentu apakah Cina akan berperang atau tidak dengan Amerika dan dunia Barat. Kalau Xi, misalnya, bersikeras dan memaksa untuk keluar dari pakem “status quo” (misalnya memaksa menganeksasi Taiwan atau menguasai sepenuhnya Laut Cina Selatan), maka pada ujungnya akan ada peperangan. 

Hitam dan putih dunia bukan di tangan Tuhan

Karena itu, salah seorang kawan saya belum lama ini berkelakar bahwa katanya, doa para pecinta damai hari ini semestinya berbunyi “Semoga Tuhan selalu membimbing Xi Jinping.”

Dan dengan iseng saya menanggapi, “Bukankah sudah sejak lama di Cina, Tuhan dilarang?” 

Kemudian kami pun terbahak nyaris bersamaan, karena hitam putih dunia ada di tangan Xi, bukan di tangan Tuhan.

Iklan

BACA JUGA Mengapa Kita Selalu Nyinyir dengan Cina? Dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Ronny P. Sasmita

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 November 2022 oleh

Tags: amerikacinainflasiperang amerika cinaperang dagangsoviet
Ronny P. Sasmita

Ronny P. Sasmita

Penikmat Kopi dan Penggemar Berat Billy Joe Amstrong. Analis Senior di Indonesia Strategic and Economic Action Institution.

Artikel Terkait

Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)
Pojokan

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas MOJOK.CO
Esai

Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas

2 Januari 2026
Belajar Bahaya Inflasi Pakai Bahasa Warteg MOJOK.CO
Esai

Belajar Bahaya Inflasi Pakai Bahasa Warteg Langganan yang Ketebalan Telur Dadarnya Semakin Berkurang dan Sayur Sop Terasa Hambar

17 September 2025
Perang Dunia 3 Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang MOJOK.CO
Esai

Perang Dunia 3 Menjadi Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang yang Tidak Belajar dari Kehancuran karena Perang Dunia

24 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.