Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Bisnis Baru: Ajakan Beramal yang Ekstrem

Puthut EA oleh Puthut EA
2 Januari 2015
A A
Bisnis Baru: Ajakan Beramal yang Ekstrem

Bisnis Baru: Ajakan Beramal yang Ekstrem

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Teman saya, seorang pengamat bisnis, pernah mengeluh atas beberapa kasus bisnis di Indonesia. Kasus-kasus ini makin marak terjadi di Indonesia. Berikut beberapa kasus yang ia temui.

Ada para pebisnis yang sedang melejit tapi tiba-tiba ambruk. Bahkan tidak jarang para pebisnis tersebut masuk penjara. Kasus-kasus yang lain adalah pebisnis membuat perencanaan bisnis dan ada satu variabel yang susah dimengerti oleh para ekonom. Variabel tersebut ternyata menjadi salah satu sumber masalah utama kelak di kemudian hari.

Apa itu? Ajakan beramal. Lebih tepatnya beramal secara ekstrem. Apakah beramal itu salah? Jangan ke sana dulu pertanyaannya. Saya akan berikan satu ilustrasi dari kasus-kasus yang ditemui oleh teman saya.

Bayangkan begini. Ada seorang pebisnis. Ia menyiapkan dana 1 miliar untuk menjalankan bisnisnya. Separuhnya habis untuk membangun bisnisnya. Separuhnya lagi mestinya bisa dipakai untuk dana cadangan, promosi atau apapun yang terkait secara langsung dengan bisnis tersebut.

Tapi kemudian yang dilakukan adalah menyumbangkan separuh dana sisanya untuk beramal. Dengan begitu, harapannya, Tuhan akan turut campur dalam bisnisnya. Akhirnya, ketika bisnisnya sedang dalam masalah, sisa dana yang mestinya bisa membantu menyelesaikan persoalannya sudah tidak ada. Dan sialnya lagi, ternyata Tuhan tidak campur tangan. Makin sial lagi, modal tersebut dari hutang, akhirnya ia gagal bayar. Walhasil ia masuk penjara.

Varian kasus tersebut banyak sekali. Ada yang jual rumah khusus untuk beramal dengan niat Tuhan akan jatuh sayang dan rahmat Tuhan segera memayungi bisnisnya. Akhirnya ketika bisnisnya ambruk, ia juga kehilangan rumah.

Teman saya bilang, ini bukan soal orang tidak boleh beramal. Tapi ini persoalan bisnis yang tidak rasional. Misalnya saja bisnis sedang lesu, solusi dari Si Pengajak itu justru bukannya efisiensi atau evaluasi bisnis, melainkan makin banyak menyemplungkan uang untuk beramal. Kalau perlu berutang untuk beramal. Kalau ternyata makin buntung, dijawab: tawakal.

Kalau ajakan tersebut dibantah, dijawab: ajakan menuju jalan Tuhan memang terjal. Pokoknya, sedikit-sedikit Tuhan. Kata teman saya, kalau begitu caranya, tidak usah bisnis saja. Sebab semua sudah diurus sama Tuhan.

Jangan-jangan ada hal yang tidak tepat di balik ajakan beramal yang ekstrem itu. Jangan-jangan orang-orang yang diajak beramal secara ekstrem makin banyak yang bangkrut, sementara yang mengajak makin kaya.

Jangan-jangan lho, ya… Sebab kalau tidak pakai ‘jangan-jangan’, saya bisa dibuli umat Si Pengajak beramal secara ekstrem. Tapi setidaknya masih untung tidak sampai dikafir-kafirkan…

Terakhir diperbarui pada 1 November 2018 oleh

Tags: AmalbisnisTuhan
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO
Cuan

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Mojok.co
Pojokan

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula

15 Oktober 2025
Ninja Xpress Bantu UKM Tumbuh dengan Affiliate Marketing MOJOK.CO
Ragam

UKM Daerah Makin Profit karena Pakai Affiliate Marketing Bareng Ninja Xpress, Awalnya Bisnis Kecil-kecilan Kini Makin Banyak Cuan

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.