Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Belajar Bahasa Inggris Adalah Tahap Awal untuk Memanusiakan Diri bagi Atlet Brain Rot seperti Saya

Rean Aqila oleh Rean Aqila
10 Juni 2025
A A
Belajar Bahasa Inggris Cocok untuk Atlet Brain Rot kayak Kamu MOJOK.CO

Ilustrasi Belajar Bahasa Inggris Cocok untuk Atlet Brain Rot kayak Kamu. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya yakin kalau belajar bahasa, secara spesifik, Bahasa Inggris, adalah tahap awal untuk memanusiakan diri.

Tren kursus belajar Bahasa Inggris akhir-akhir ini mulai menjamur lagi. Apalagi setelah ada dorongan kolektif manusia-manusia yang hendak menyelamatkan diri dari konsistensi regulasi negara dalam menyuburkan ketimpangan dan sistem yang tidak manusiawi. Kalaupun tidak terjadi di realitamu, setidaknya inilah yang terjadi dalam algoritma sosial media saya. 

Sebagai warga negara Indonesia yang mencoba memberi jaminan hidup kepada diri sendiri, saya melihat belajar Bahasa Inggris sebagai starting point untuk membuka kesempatan-kesempatan baru. Kesempatan yang paling muluk adalah untuk bisa hidup dan “seutuhnya dimanusiakan” dalam level negara. 

Kesempatan yang paling bare minimum adalah untuk bisa memberikan diri pilihan untuk belajar dan memperluas wawasan. Kondisi ini akhirnya bisa saya ambil setelah melewati banyak pertimbangan dan dialog diri. 

Keputusan ini sulit untuk saya karena regulasi negara ini membajak realitas saya dengan memberi narasi bahwa berharap dan bermimpi itu hal yang tidak wajar. Pendidikan adalah hak warga negara yang paling dasar, namun tidak terakomodasi dengan karena ada “kepentingan-kepentingan lain”.

Sedikit wujud kemarahan dalam diri

Saya memahami bahwa belajar Bahasa Inggris adalah wujud kemarahan saya yang perlu untuk disalurkan ke hal-hal yang lebih produktif. Saya pun yakin kalau belajar bahasa, secara spesifik, Bahasa Inggris, adalah tahap awal untuk memanusiakan diri.

Selama ini, setidaknya selama mendapat akses pendidikan formal, bahasa hanya menjadi tolak ukur kelulusan sebuah mata pelajaran. Metode menghafal selalu menjadi jalan pintas untuk lulus hingga di bangku SMA. 

Metode ini tidak pernah gagal untuk membuat saya culture shock setiap bertemu anak usia sekolah yang menggunakan english dalam kesehariannya. Setelah menerima bahwa saya bukan tipe yang bisa paham dengan hafalan yang dijejali selama menempuh pendidikan formal, saya mencoba untuk belajar Bahasa Inggris dengan pendekatan lain. Salah satunya melalui dialog dengan diri sendiri dan orang lain. 

Baca halaman selanjutnya: Cocok untuk atlet brain rot kayak kamu.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2025 oleh

Tags: bahasa inggrisbelajar bahasa inggrisIELTSPelanggaran HAMprabowopsikologiskor IELTS
Rean Aqila

Rean Aqila

Visual designer, suka mempelajari perilaku manusia dan bengong.

Artikel Terkait

Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Alasan Soeharto tak layak dapat gelar pahlawan, referensi dari buku Mereka Hilang Tak Kembali. MOJOK.CO
Aktual

Buku “Mereka Hilang Tak Kembali”, Menyegarkan Ingatan bahwa Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan, tapi Harus Diadili

1 November 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

9 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.