Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Aldi Taher dalam Citra Politisi Religius Penggubah Lirik Lagu Orang

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
3 September 2020
A A
Donny van de Beek Memberi Warna Baru Sekaligus Ancaman di Lini Tengah Manchester United

Donny van de Beek Memberi Warna Baru Sekaligus Ancaman di Lini Tengah Manchester United

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aldi Taher itu kompleks. Dari aktor serba-bisa sampai politisi Golkar penggubah lirik lagu orang. Religius lagi… feed Instagramnya.

“Cinta ‘kan membawamu…,” Aldi Taher bernyanyi cover lagu legendaris sembari menekan-nekan tuts piano, mulut saya tak sabar untuk menggemakan sing a long. Lalu tiba-tiba… i didn’t see this coming.

“…kembali ke Golkar…”

Suara Aldi kemudian menukik tajam, hati saya remuk redam. Nggak deh tahu kalau Mz Ahmad Dhani atau Mz Ari Lasso denger lirik lagu mereka dipakai sembrambangan buat kampanye gini gimana.

Kalau kamu pengen denger juga perasaan barbar kek gini, kamu bisa cek di bawah ini dan langsung menuju menit ke 1:16.

https://www.youtube.com/watch?v=2Yi97e4xeOk&feature=youtu.be

Kaget?

Wah, wah, kamu kayaknya perlu deh sesekali mampir ke kanal-kanal media sosial Aldi Taher. Pertama-tama untuk mengukur gairah spiritual yang terkubur dalam diri, selebihnya upaya mempelajari taktik kampanye yang beradab.

Untuk kemudian, kamu akan masuk pada dunia paradoks, merasa bingung menentukan kedudukan dan peran Aldi Taher sebagai figur publik.

Kalau dulu, pas zaman saya masih sering beli rokok ketengan dan segelas Ale-ale, mudah saja mendefinisikan Aldi Taher.

Bagi abang-abangan saya di tongkrongan, dia adalah laki-laki beruntung yang berkesempatan goyang bareng Dewi Perssik di atas panggung dan ranjang, dia juga membintangi banyak film horor yang hantunya melecutkan gairah.

Di mata saya Aldi Taher merupakan musisi paling melek soal pentingnya mendukung produk UMKM—jauh lebih dulu sebelum Negara mulai melirik mereka. Sebab lagu yang dia ciptakan, “Pemberi Harapan Palsu”, dinyanyikan oleh Pecel Lele Band, grup musik yang juga memilih Aldi sebagai produser.

Tapi kini soalnya jadi lain.

Di Instagram, Aldi Taher tampil sebagai buzzer religius.

Iklan

Aldi selalu mengajak kita untuk menggerakkan tagar #Belajar_Baca_Alquran_Rekam_Posting, guna mengubah tampilan lini masa menjadi sesejuk wajah akhi-akhi yang dibasahi air wudu selepas Jumatan.

Aldi juga menggawangi Gerakan Millenial Mengaji (GMM), biar generasi ini tidak hanya bersungut-sungut mikirin KPR.

Feed Instagram Aldi jauh dari kesan estetik—memang, tapi isinya didominasi oleh adegan pembacaan Al-Quran di pelbagai tempat. Di atas bukit dengan lanskap alam yang membuai, di tengah gemercik arus sungai, di dalam mobil yang pasti kaca belakangnya ada stiker happy family, di mana-mana.

Selagi ada kesempatan, maka lantunkanlah ayat suci, rekam, dan posting. Keren.

Orang awam mudah saja menuding yang bersangkutan abai terhadap pentingnya dimensi visual. Namun taktik Aldi Taher menyampaikan pesan religius toh akhirnya mendapat panggung yang sepadan. Strategi ciamik menggulung atensi, khas buzzer jempolan.

Aldi Taher mengembalikan definisi buzzer—yang selama ini telah direcoki oleh ambisi politis—kembali pada makna asalnya.

Buzzer, pendengung, singkatnya individu yang tergerak untuk menyampaikan isu atau produk—umumnya di media sosial. Blio sejatinya praktisi yang netral. Artinya buruk atau tidaknya ditentukan oleh kesesuaian konten.

Dan Aldi Taher pada akhirnya mengampanyekan sesuatu yang penting, meski rentan dianggap norak dan caper oleh banyak pihak. Bayarannya? Tentu sudah diatur dalam klausul yang ditulis di lauhulmahfuz; pahala dan surga. Sungguh mulia.

Problemnya adalah: Aldi Taher kini sudah resmi jadi politisi yang lagi berusaha mendulang suara.

Orang tentu boleh memiliki identitas ganda, menjadi PNS sekaligus melancarkan kritik pada negara, umpama. Tetapi Aldi Taher seolah bertolak belakang. Jadi buzzer religius dan pada saat bersamaan kampanye pakai jas Golkar.

Bebas saja, sih, tapi gimana, yha~

Kayak orang habis salat tahajud terus bertapa cari pusaka di bawah pohon beringin gitu.

Awal 2020, Aldi Taher mendaulat diri akan maju sebagai wakil gubernur Sumatera Barat mendampingi Mayjen TNI DR. Syamsu Jalal. Tapi, sebagai calon independen, blio gagal karena tak memenuhi persyaratan administrasi—seperti pemenuhan target jumlah KTP.

Sekarang—hanya beberapa bulan setelah gagal di Sumbar—Aldi Taher maju bareng Rusli Baco Daeng Palabbi, di ajang pilkada Sulawesi Tengah. Perpaduan antara kader beken milik PAN dan sosok saleh dari Golkar. Jadinya pasti akan membahana.

Kok kesannya Aldi Taher ini ngebet betul. Ngotot cari pusaka kemenangan politik, tapi pakai koar-koar dakwah agama. Kan rasanya jadi kayak makan es krim dicocol pake saus pedas ABC. Anyep iya, pedes iya.

Seandainya blio terpilih, bisa dibayangkan bagaimana Sulawesi Tengah akan berubah seperti Depok si Kota Islami. Makan pakai tangan kanan, LGBT harus selalu dicari dan dicurigai, usahakan anti-riba, dan tentu saja gemar membaca kitab suci.

Satu gambaran wilayah madani nan sejahtera. Kita patut memberi dukungan terbaik.

Cuma, Mas Aldi Taher, tolong tentukan dulu, sampean ini sebetulnya pengen dikenal dengan citra apa dulu? Ini penting untuk bahan kampanye tim sukses Anda dan calon pemilih Anda nanti soalnya.

Mantan penyanyi dangdut yang kebetulan (pernah) jadi suaminya Dewi Perssik? Politisi yang memanfaatkan panggung politik untuk dakwah di jalan Tuhan? Penggubah lirik lagu legendaris yang kebetulan lagi jadi politisi Golkar?

Atau malah sebaliknya?

BACA JUGA Soal Wiranto, Hanum Rais Harus Belajar dari Poyuono atau tulisan Muhammad Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2020 oleh

Tags: aldi taherbuzzerDakwahdangdutdewi persikpolitisi
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO
Cuan

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Dakwah Kreatif ala Miko Cakcoy Lewat Wayang, Jembatani Tradisi dan Agama di Era Modern
Video

Dakwah Kreatif ala Miko Cakcoy Lewat Wayang, Jembatani Tradisi dan Agama di Era Modern

15 Maret 2025
Sunan Kudus: Bukan Sekadar Pendakwah, Tapi Juga Penegak Hukum dan Senapati Perang
Video

Sunan Kudus: Bukan Sekadar Pendakwah, Tapi Juga Penegak Hukum dan Senapati Perang

8 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.