Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pengorbanan yang Perlu Kamu Lakukan untuk Dapat Rumah Murah di Jogja

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
3 Februari 2021
A A
Pengorbanan yang Perlu Kamu Lakukan untuk Dapat Rumah Murah di Jogja

Pengorbanan yang Perlu Kamu Lakukan untuk Dapat Rumah Murah di Jogja

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mencari rumah murah di Jogja ternyata tidak semustahil itu. Saya dapat beberapa. Walaupun ada “harga” yang harus dibayar.

“Kalau sudah masuk daerah Jogja (baca: provinsi), itu harganya nggak mungkin segini, Mas,” kata mas-mas bagian pemasaran perumahan yang saya datangi.

Jawaban ini muncul ketika saya sedikit komplain soal rumah yang dia promosikan melalui situs jual-beli tanah online. Ditulis di sana lokasi ada di dalam Kabupaten Sleman, sementara setelah saya cek ke lokasi ternyata di daerah Manisrenggo, masuk ke Kabupaten Klaten.

Rasanya, tak hanya saya yang sedikit ketipu dengan cara promosi demikian. Saya cukup yakin banyak orang yang kecelek kayak saya. Mengira masih ada rumah murah dengan kondisi bagus di Jogja, atau setidaknya di Sleman, eh ternyata itu sudah masuk Klaten.

Kalau kamu tahu kisaran harga tanah dan rumah di Sleman dan Jogja bagian tengah, kamu akan maklum kenapa pengembang perusahaan ini berusaha ngejual barang dagangannya pakai cara seperti itu.

“Walaupun ini masuk daerah Klaten, tapi kalau ke Jogja bagian utara, terutama ke daerah Sleman, itu deket banget kok, Mas,” kata mas-mas bagian pemasaran ini.

Oke, saya paham poinnya.

Jarak ke perbatasan Jogja memang sangat-sangat dekat dari perumahan yang dia pasarkan. Cukup 10-15 menit. Itulah kenapa saya tak heran dengan fakta kalau sebagian besar penghuni perumahan itu bekerja di Jogja.

Ini logika yang sama kayak orang kerja di Jakarta, tapi memilih hunian di Tangerang, Bekasi, Depok, Cibinong, bahkan sampai Parung Panjang. Dapat harga lebih miring, lingkungan lebih guyup, dan akses ke Jakarta bisa banyak, seperti kendaraan umum (KRL atau TransJakarta) atau kendaraan pribadi.

Masalahnya, untuk wilayah Klaten, harga yang ditawarkan pun tidak begitu menarik. Kamu perlu merogoh kocek sampai 280-360-an juta, untuk ukuran rumah 70-100 m2 dengan luas bangunan 45-55 m2.

Ingat, itu tadi lokasinya di Kabupaten Klaten lho.

Kabar semacam ini saya peroleh karena lebih dari tiga bulan ini saya melakukan survei kecil-kecilan untuk mencari rumah yang ideal dan cukup layak untuk keluarga saya. Dari sana saya mendapat banyak sekali informasi soal dunia pertanahan dan perumahan di Jogja.

Dari sana juga kemudian saya bisa kasih sedikit tips dan strategi, kalau saja kamu cukup selo bertanya: bisakah dapat rumah murah di Jogja?

Bisa. Tapi kamu harus siap melakukan cukup banyak pengorbanan. Dan berikut ini saya akan bagikan empat pengorbanan yang bisa kamu lakukan untuk dapat rumah murah di Jogja.

Iklan

Pengorbanan pertama: siap berkendara jauh sekali dari tempat kerja.

Jogja belum memiliki infrastruktur transportasi publik yang mumpuni kayak Jakarta. Hanya ada satu kendaraan yang dapat diandalkan di provinsi ini, yakni: sepeda motor. Artinya, perjalanan dari rumah ke kantor bisa kamu tempuh selama 40-60 menit pakai sepeda motor, dan—jujur saja—itu cukup melelahkan kalau dilakukan tiap hari.

Ini sebenarnya tren yang baru terjadi dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang. Dulu, orang Jogja menganggap bersepeda motor (masih ke area yang sesama Jogja) selama 30 menit saja sudah terasa jauh sekali. Sekarang, dengan hunian yang makin gila-gilaan harganya, tren berkendara sepeda motor sejauh itu jadi terkesan biasa saja.

Oh iya, ingat pula, kalkulasi waktu tempuh ini adalah kalkulasi daerah yang tidak macet lho ya. Jadi bisa dibayangkan, berapa kilometer yang harus ditempuh seseorang dari rumah ke kantornya setiap hari kalau ngotot pengin beli rumah murah di Jogja.

Nah, untuk rumah murah di Jogja semacam ini, bisa kamu dapatkan di beberapa wilayah. Daerah Sedayu atau Imogiri, bisa jadi pilihan. Di sana, masih ada orang atau pengembang yang mau ngejual rumah harga di bawah 300-an juta (bahkan ada yang jual di bawah 200-an juta) pula.

Hanya saja, kamu tak bisa protes dengan kondisi yang apa adanya pula. Seperti luas bangunan yang kurang dari 70 m2, jauh dari pemukiman lainnya, air sumur nggak ada, akses jalan yang masih seadanya, dan kadang-kadang siap-siap kena klitih kalau pulang kerja di malam hari.

Dan untuk poin terakhir itu adalah persiapan pengorbanan berikutnya.

Pengorbanan kedua: siap kena begal pelaku klitih.

Fenomena klitih memang jadi hal yang cukup mengerikan bagi warga Jogja. Buat kamu yang tak paham klitih itu apa, kamu bisa baca itu di sini.

Secara kasar, perilaku klitih biasanya terjadi di jalur-jalur yang sepi dan dilakukan pada waktu dini hari. Jadi jika tren klitih sudah muncul lagi di daerah Jogja, orang-orang cenderung lebih milih tidur di kantor atau cari barengan untuk pulang.

Masalahnya, risiko ini juga akan semakin meninggi kalau rute yang kamu tempuh semakin jauh. Artinya hanya ada tiga cara untuk mengatasi ini kalau kamu terpaksa beli rumah murah di Jogja yang sudah pasti cukup pelosok.

Pertama, kamu latihan bela diri. Kedua, punya surat izin memakai senjata api. Ketiga, yang paling recommended, belajar ilmu debus.

Pengorbanan ketiga: siap berkali-kali minta izin tetangga untuk numpang parkir mobil tamu.

Kalau kamu bertanya, masih bisakah kita dapat rumah murah di Jogja yang tidak terlalu pelosok? Ah, bisa. Bisa banget.

Kamu bisa coba rumah dengan luas tak lebih dari 50 m2 dengan kondisi yang tak ada akses masuknya (kecuali sepeda motor yang tak boleh dihidupin). Saya pernah dapat satu tawaran rumah dengan harga kelewat murah, cuma 200-an juta di tengah-tengah kota Jogja.

Tapi ya itu, ternyata akses jalur masuknya seperti favela di Rio de Janeiro sana. Bahkan kayaknya kucing pun kalau mau lewat perlu permisi dulu sama Pak RT-nya.

Kalau kamu cukup yakin bisa bersosialisasi dengan baik terhadap tetangga sehingga tiap ada tamu bawa mobil tak lelah minta izin ke orang lain buat pinjem lahan parkir, rumah-rumah kayak gini rasanya bisa dipertimbangkan.

Kapan lagi punya rumah tengah kota dengan harga miring?

Pengorbanan terakhir: siap tinggalin pacar untuk dapat calon suami/istri orang Jogja asli yang berpotensi dapat warisan rumah.

Untuk yang satu ini, masak iya perlu dijelasin?

 

BACA JUGA Tips Punya Rumah bagi Pasangan yang Baru Menikah dan tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2021 oleh

Tags: klitihrumahrumah murah jogja
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO
Urban

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO
Cuan

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

26 Mei 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO
Catatan

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO
Sehari-hari

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.