Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ariel Noah dalam 4 Golongan Manusia versi Imam Al-Ghazali

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
26 Februari 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Viralnya Ariel Noah belakangan ini mengingatkan saya akan pemikiran Imam Al-Ghazali, soal kemuliaan orang yang berani bilang, “tidak tahu.”

Ayolah, akui saja, nama Ariel Noah sebenarnya sudah agak tenggelam sejak awal pandemi (karena konser musik dll dibatasi). Mendadak di akhir tahun 2020, nama Ariel Noah jadi jaminan viral di mana-mana. Uniknya, jika konotasi viral cenderung dekat dengan perkara kontroversial, Ariel Noah malah sebaliknya.

Jika kita mau sedikit saja melacak dari mana nama Ariel Noah kembali gampang viral akhir-akhir ini, kita bisa tengok pada awal Agustus 2020 lalu, ketika Anji ex-vokalis Drive kena kasus karena bikin konten kontroversial tentang obat Covid-19.

Tak ada angin tak ada hujan, nama Ariel Noah diseret-seret dalam kasus itu. Bukan diseret dalam makna negatif, tapi justru diseret untuk memberi pembanding terbalik bagaimana seharusnya seorang influencer mengomentari sebuah isu.

Pernyataan Ariel Noah yang gemar menarik diri ketika membicarakan isu-isu nasional, mendadak disukai banyak orang. Tiba-tiba ketika ada orang yang tanpa tedeng aling-aling bilang, “Wah, saya nggak tahu. Ketimbang nanti malah jadi masalah, saya nggak berani jawab,” justru jadi oase di tengah gurun informasi belakangan ini.

Apalagi ketika orang yang berbicara itu adalah sosok sepopuler Ariel Noah. Sosok yang kalau mau ngomong apa bakal didengerin banyak orang.

Kebiasaan Ariel Noah ini kemudian terbawa juga ketika yang bersangkutan mulai sedikit “memanfaatkan” keviralan itu. Di berbagai channel YouTube, pelantun lagu “Separuh Aku” ini jadi sering nongol. Dari channel-nya Soleh Solihun, Armand Maulana, sampai kanal punya Sule.

Bahkan Ariel Noah juga muncul sendiri dengan konten merakit PC oleh pemula. Semua muaranya sama, dia hanya akan mengomentari apa yang dia ketahui.

Kita mungkin tak mengira, kebiasaan Ariel Noah ini sebenarnya bisa masuk pada penggolongan 4 manusia versi Imam Al-Ghazali. Filsuf Persia pengarang kitab terkenal Ihya’ Ummuluddin.

Nama filsuf yang juga sering bikin Google Indonesia bingung, ini Al-Ghazali filsuf atau Al-Ghazali anaknya Ahmad Dhani sih?

Nah, Imam Al-Ghazali pernah menyebut bahwa ada empat golongan manusia di planet ini. Yang kesemua contohnya bisa memakai sosok Ariel. Oke kita mulai dari yang pertama.

Orang tidak tahu kalau dirinya tahu

Eh, gimana? Gimana?

Oke begini penjelasannya.

Ada banyak orang di dunia ini yang suka tidak sadar kalau dirinya sebenarnya tahu. Kalau kamu pernah nonton channel-nya Armand Maulana ketika ngundang Ariel Noah, kamu akan ngeh kalau Ariel ini orangnya pelupa banget.

Iklan

Masa-masa kecilnya sendiri sering sekali nggak inget. Uniknya, kebiasaan melupakan hal-hal masa lalu itu bikin Ariel jadi gampang bilang “tidak tahu” atau “tidak inget” di setiap acara wawancara. Di channel talkshow-nya Soleh Solihun juga begitu. Ini orang suka sekali tidak menyadari kalau dirinya tahu. Asli.

Barangkali karena males ribet dan kelamaan, Ariel cenderung akan menjawab cepat saja, “gue nggak tahu.” Pada akhirnyanya kebiasaan untuk menolak mengomentari hal-hal yang dia tahu pun jadi keseringan.

Sekarang gini. Kejadian yang dia tahu aja Ariel bilang nggak tahu, apalagi isu yang beneran dia nggak tahu. Dan kebiasaan inilah yang akhirnya masuk pada golongan manusia kedua versi Imam Al-Ghazali.

Orang yang tahu kalau dirinya tidak tahu

Nah, ini adalah kebiasaan Ariel Noah yang bikin dia jadi viral lagi akhir-akhir ini. Di setiap momen ketika Ariel dimintai pendapat di luar kapasitasnya, dengan enteng dia bakal bilang tidak tahu.

Sekali lagi, hal ini justru jadi distingsi bagi seorang influencer. Ibarat merek dagang baru, Ariel Noah yang sekarang adalah orang yang berani bilang “tidak tahu” ketika banyak orang yang pede sekali ngemeng padahal kosong.

Hal ini sebenarnya juga jadi kampanye yang baik untuk iklim media sosial kita juga. Di saat media sosial bikin kepakaran jadi kayak mati suri, Ariel malah ujug-ujug nongol dan seolah kasih nasihat ke kita, “bilang nggak tahu di medsos itu juga bisa tetep keren kok.”

Keberanian yang—untungnya—disambut baik oleh kebanyakan netizen. Fiuh.

Orang yang tahu kalau dirinya tahu

Mungkin ini masuk pada kategori Ariel Noah ketika membicarakan perkara Gundam, rakit komputer, game, dan soal musik. Ketika membicarakan itu, Ariel Noah akan antusias dan nggak canggung untuk mengutarakan pendapatnya. Maklum, Ariel ini memang hidup di dunia kayak gitu.

Uniknya, pada perkara yang benar-benar diketahui sekalipun, Ariel tetap bilang dirinya “pemula”, bukan expert. Ini jelas kebiasaan yang menampar netizen yang sok-sokan expert kalau ngomentari sebuah isu.

Orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu

Ada banyak orang model begini di ekosistem media sosial kita. Bukan apa-apa, medsos kan bikin semua lapisan masyarakat nyampur jadi satu. Seorang profesor bisa aja dicaci-maki pemikirannya oleh seorang anak SMP.

Di satu sisi hal itu kadang bagus, meski di sisi yang lain cenderung toxic dan mengganggu. Masalah lebih serius lagi, orang-orang model begini biasanya adalah orang yang paling mudah terpapar hoaks.

Dan ketika tanpa sadar menyebarkan informasi hoaks, bukan tidak mungkin orang ini bakal kena masalah hukum akibat kesotoyannya.

Salah satunya? Ya Anji…

…yang justru bikin pengaruh Ariel Noah kembali terbangun dan bilang “tidak tahu” di medsos mendadak jadi wangun.

BACA JUGA Giring dan Pasha ‘Ungu’ Memang Perlu Belajar dari Ariel dan tulisan soal Ariel lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2021 oleh

Tags: anji driveariel noahhoaksImam Ghazalinetizen
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Peterpan Punya Kasta Lebih Tinggi Dibanding Sheila on 7 MOJOK.CO
Esai

Sederet Alasan Mengapa Peterpan Lebih Memengaruhi Selera Pendengar Musik Indonesia Dibanding Band Papan Atas Lain, Salah Satunya Sheila on 7

23 Juni 2025
Punya Pacar Penggemar K-Pop Lebih Merepotkan Daripada Penggemar Ariel Noah MOJOK.CO
Kilas

Punya Pacar Penggemar K-Pop Lebih Merepotkan daripada Penggemar Ariel Noah

17 Desember 2023
Mahasiswa UNY yang Sebar Hoaks Ternyata karena Gagal Jadi Anggota BEM MOJOK.CO
Kilas

Alasan Mahasiswa UNY Sebar Hoaks hingga Ditangkap Polisi

14 November 2023
infobesity mojok.co
Kotak Suara

Mengenal ‘Infobesity’, Gangguan yang Bisa Bikin Anak Muda Kejebak Hoaks Pemilu

25 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.