Usaha rumahan juga soal disiplin dan sabar
Nah, oke lanjut.
Soal modal, bagian ini nantinya akan bertambah dengan cukup fluid ketika barang-barang yang laku segera kita sisihkan hitungan modal dan untungnya, untuk kemudian kita tambahkan lagi ke kas guna diputar lagi.
Ini juga langkah kecil yang menurut saya, lagi-lagi kuncinya kedisiplinan dan kesabaran. Mencatat, merekap, dan menghitung serta memisahkan antara omzet dan profit adalah mutlak buat saya.
Kalau nggak mencatat dan membuat rekapan setiap saat, pasti akan banyak angka yang miss. Ya maklum, sebab kita semua tahu manusia itu tempatnya salah dan lupa.
Yang berikutnya, wajib punya cashflow tebal
Ini prinsip penting nomor dua setelah per-utang-an di awal yang buat saya pantang dilanggar. Buat usaha yang baru seumur jagung, mengumpulkan cashflow tebal itu adalah keniscayaan.
Cashflow tebal akan memungkinkan kita menambah modal tanpa utang dan kulakan barang dengan nyaman dan tentram. Buang jauh-jauh impian jadi bos dengan rekrut karyawan. Jangan berpikir menjadi pahlawan kesiangan dengan termotivasi menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang apalagi baru usaha rumahan.
Ingat, tugas utama menciptakan lapangan kerja itu adalah tugas pemerintah, bukan tugas kita. Tekan ego kamu kuat-kuat untuk percaya bahwa kamu butuh karyawan ketika bisnis kamu sudah tumbuh makin besar dan memang tidak mungkin lagi di-handle satu orang alias kamu sendirian.
Dan percayalah, cashflow tebal itu akan mempertebal pula kepercayaan diri kamu sebagai business owner. Kamu lebih percaya diri untuk menambah jumlah barang yang mau kamu jual.
Sudah begitu, kamu lebih percaya diri untuk mendapatkan omzet lebih besar. Dan, yang paling penting, cashflow tebal bikin kamu lebih tangguh dalam menghadapi badai di iklim usaha rumahan yang naik-turun.
BACA JUGA: 5 Ide Usaha yang Cocok untuk Mahasiswa: Modal Minim, Nggak Ganggu Jadwal Kuliah, Cuan Lumayan
Jangan maksa sewa tempat, usaha rumahan butuh sabar
Sewa tempat adalah cost paling besar dan boros yang most likely sering memaksa orang untuk ambil utang buat sewa tempat. Kalau memang tahun-tahun awal kamu harus fokus di bisnis online, ya jalani saja.
Untuk era modern, online adalah solusi praktis. Memang, potongan admin di banyak e-commerce udah serem banget, but it is what it is.
Usaha rumahan saya berjalan online selama tiga tahun. Baru setelah 3,5 tahun, saya punya kesempatan berjualan di ruko secara offline tapi itu pun saya lakukan dengan sistem bagi hasil tanpa harus bayar sewa ruko.
Saat ini, saya tinggal di Bogor dan belum punya aset berbentuk tanah atau bangunan. Makanya, saya mempertimbangkan basic bisnis saya, yang mana adalah toko mainan. Jadi, menjalankan bisnis secara online adalah yang paling rasional. Mungkin cara seperti ini bisa kamu jadikan contoh.
Mulai kecil dan perlahan. Yang penting, ya mulai dulu.
Saya nggak janji hal-hal yang saya tulis di atas akan mudah diterapkan atau kamu tiru. Tapi ketahuilah, kalau semua usaha rumahan itu mudah, semua orang di dunia pasti sukses. Tapi nyatanya, enggak, kan?
Penulis: Isidorus Rio
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan dan tips memulai bisnis kecil-kecilan di rubrik CUAN.














