Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Mop

Ingin Punya Istri 50 Tahun

Adlun Fiqri oleh Adlun Fiqri
29 Januari 2018
A A
Menikah-Lagi-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Kakek si Ungke ingin menikahi wanita 50 tahun. Adakah?”

 

Iklan

Tipu-Tipu

Di Halmahera, para nelayan biasanya pergi melaut saat hari masih gelap dan akan kembali pada pagi hari. Perahu nelayan akan ditambatkan di hol, semacam teluk untuk menghindari ombak.

Pagi itu, dua bocah sudah menunggu di hol. Ya, siapa lagi kalo bukan Ungke dan Jamal. Dua bocah ini sedang menunggu para nelayan dan meminta jatah ikan untuk dibakar, lalu dimakan dengan sagu.

Singkat cerita, setelah pesta bakar ikan di pinggir pantai usai, Ungke dan Jamal balik ke rumah untuk berangkat ke sekolah. Tentu saja keduanya sudah terlambat. Sampai di sekolah, dua bocah ini diam-diam masuk ke kelas.

Saat hendak duduk di bangku, Ibu Guru muncul dari belakang.

“Eheem. Ungke! Jamal! ngoni dua tau ini jam berapa?”

“Jam setengah sepuluh, Ibu Guru,” jawab mereka kompak.

“Terus kenapa baru datang?”

“Ce Ibu Guru, tadi torang dua antar Jamal punya adek perempuan ke posyandu,” Jamal memberi alasan sambil garuk-garuk kepala.

“Heh, ngoni dua ini mau tipu-tipu saja e.”

“Iss tipu bagaimana. Betul ini.”

“Sudah, sudah, jangan banyak tipu. Tadi ibu guru ada ketemu Jamal pe adek di ujung kampong sana, jadi tidak usah banyak alasan.”

Iklan

“Ah berarti ibu guru yang tipu ini!!”

“Jamal kan tra punya ade,” sambung Ungke.

Ibu guru gigit rahang. Anana murid satu kelas tertawa lah.

 

Ular Gigit

Sore itu Ungke dan Jamal pergi ke hutan di belakang kampung. Mereka hendak memetik rambutan di kebun milik bapaknya Jamal. Ungke bertugas naik ke atas pohon. Waktu turun dari pohon, Ungke mendapati Jamal pingsan. Karena panik, Ungke langsung membopong sahabatnya menuju puskesmas.

“Om Mantri e, tolong lihat sa punya teman ini,” ujar Ungke saat tiba di puskesmas.

“Dia kenapa?”

“Ular gigit.”

“Astaga. Baru ini Bapak Dokter tidak ada lagi. Obat-obat semua habis lagi nih Ungke,” kata Om Mantri.

“Adooooh jadi bagaimana ini Om Mantri? Sa takut dia kenapa-kenapa.”

“Bagini saja, Ungke isap di bekas gigitan ular itu biar racun keluar.”

“Ceh, maaf, Om Mantri. Sa tidak mau. Biar dia mati sudah kalo begini.”

“Ah barang kenapa, tra kasian itu ngana pe teman?”

“Kasian, sih, kasihan. Cuma tadi itu, ular gigit di dia punya pantat waktu ada berak. Jadi kalau Om Mantri mau isap, isap sudah. Sa lepas tangan.”

 

Kelingking Keseleo, tapi…

Saat menunggu di ruang tunggu puskesmas, Ungke bertemu dengan Om Arnol, bapaknya Alo.

“Om Arnol, dengar-dengar Alo ada dapat musibah kah?”

“Iyo. Ini da mo tanya dia punya obat di Pak Mantri.”

“Alo dapat musibah apa kong, Om?” tanya Ungke penasaran.

“Jatuh dari pohon kalapa.”

“Astaga, terus dia pe kabar bagimana? Parah kah?”

“Ceh tra apa, cuma kelingking yang keseleo.”

“Syukur banyak. Cuma itu saja kah?” tanya Ungke lagi

“Iya cuma kelingking yang keseleo, tapi yang lain patah semua.”

Ungke telan ludah.

 

25 Dua Saja

Siang itu Tete Yosep, kakeknya Ungke, nongkrong di pangkalan ojek bersama kawan-kawannya. Mereka sedang minum sagero untuk menghibur Tete Yosep yang sedang berusaha melepas sedih setelah ditinggal mati oleh nenek Ungke. Tak lama kemudian lewat dua orang perempuan. Tete Yosep langsung berujar, “Kayaknya kita ini ingin kawin lagi. Tolong kasih cari saya bini baru dulu e?”

“Memangnya Tete mau yang bagimana?” seorang kawan bertanya.

“Kalo bisa seumuran saya, atau umur 50 atau 60 begitu to.”

“Ah tapi susah kalau cari yang umur begitu, Tete.”

“Kalo umur 50 susah, yang 25 dua juga boleh,” ucapnya sambal memijit kumis lebatnya.

Satu pangkalan tagoyang.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2018 oleh

Tags: 50 tahunhalmaherakakek menikahnelayanungkewanita
Adlun Fiqri

Adlun Fiqri

Artikel Terkait

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO
Esai

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Nelayan Dadap Tangerang di sekitar proyek Pantai Indah Kapuk (IPK) 2. MOJOK.CO
Ragam

Pantai Indah Kapuk (PIK) 2: Nelayan Dadap Tangerang Bertahan dari Penggusuran

8 November 2024
Universitas Wanita Internasional, Kampus Khusus Wanita Pertama dan Satu-satunya di Indonesia MOJOK.CO
Kilas

Universitas Wanita Internasional, Kampus Khusus Wanita Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

19 Oktober 2023
Nasib Sedih Nelayan di Waduk Mrica Banjarnegara, Bendungan yang Dibangun Soeharto. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sedih Nelayan di Waduk Mrica Banjarnegara, Bendungan yang Dibangun Soeharto

4 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.