Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Terombang-ambing dalam Keresahan Quarter Life Crisis

Audian Laili oleh Audian Laili
2 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang fresh graduate resah, gundah, gulana. Bingung harus gimana, karena sindrom quarter life crisis.

TANYA

Hai, tim Mojok, curhat dooong~

Perkenalkan, saya Sasa. Saya baru lulus kuliah tahun ini, setelah 4,5 tahun lamanya. Mungkin permasalahan ini yang sama dirasakan para mahasiswa semester akhir atau fresh graduate yg tak kunjung dapet kerjaan, di mana orang-orang menyebutnya quarter life crisis.

Saya mulai merasakan masalah-masalah yang merujuk ke QLC ini semenjak semester-semester akhir perkuliahan. Saat itu saya bingung dengan pilihan hidup saya mau jadi apa ke depannya. Permasalahan itu mulai merembet ke kehidupan pribadi saya. Seperti ke pergaulan saya juga hubungan saya dengan sang kekasih yang seperti makin keblinger sendiri dengan pikiran dan segala permasalahan yang saya buat sendiri. Overthinking lah, cemas lah, minder lah, jadi makin merasa tidak pede di lingkungan sendiri.

Sampaaaiii pada detik ini, dalam hal mencari pekerjaan saya masih bingung banget. Saya merasa tidak ada bakat atau skill saya yang masuk ke dalam kualifikasi perusahaan yang mau saya lamar. Rasanya saya ini sangat kurang dari kualifikasi tersebut dan pasti kalah saing karena di luar sana jauh ada yg lebih dari saya. Saya mau coba mengasah skill saya, tapi saya rasa itu akan memakan waktu lama kalau target saya bisa punya kerjaan tahun ini. Saya juga masih bingung sampai detik ini hal apa yang harus saya lakukan selain mencoba melamar kerja dan belum ada yang menyambut balik lamaran saya. Binguuung…

Bagaimana cara saya mengakhiri fase quarter life crisis ini??? T_T

JAWAB

Hai Sasa yang sedang risau untuk menata masa depan. Tenang, kamu nggak sendirian. Ada banyak orang yang juga sedang berada dalam dilema usia 25-an ini, yang sering disebut sebagai quarter life crisis ini. Adalah sesuatu yang baik ketika kamu menyadari: bahwa ada suatu hal di dalam diri kita yang tidak sedang baik-baik saja.

Kata seorang abang Gojek yang pernah saya temui, yang namanya perasaan tidak nyaman itu harus diakui dan diterima. Bukan malah seolah-olah dilenyapkan supaya terlihat sedang baik. Melenyapkannya tanpa menyelesaikannya, hanya akan menghabiskan energi, karena berhasil membuat kita tersiksa secara diam-diam tanpa menyadarinya.

Sasa, sampai kapan pun kita akan selalu merasa tidak pantas. Apalagi kalau kita berkutat dalam membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain. Merasa bahwa mereka terlihat lebih sukses, bahagia, dan telah menemukan hal yang mereka suka, sedangkan kamu masih gini-gini aja. Fyi, ya, Sa, dalam kebahagiaan mereka yang tampak itu, ada 99% kerja keras, tangis, jatuh bangun, dan doa yang tak ada habisnya.

Lalu, mengenai kualifikasi dalam lowongan pekerjaan yang membuat kamu minder dan nggak percaya diri. Percayalah, setiap kualifikasi yang disyaratkan itu, memang sengaja dibuat seberat mungkin, untuk menggertak para pelamarnya. Sebetulnya mereka sedang ngetes, seberapa kuat mental kamu berani untuk melamar. Sejauh mana kamu berani untuk menghadapi tantangan yang mereka sebutkan. Ya mohon maaf nih, mana ada orang yang ‘punya modal’ bakal memberikan pekerjaan cuma-cuma untuk seseorang yang nggak punya semangat juang yang tinggi.

Sementara, tentang target yang pengin kamu usahakan. Pertanyaannya gini, sebetulnya apa, sih, yang membuat kamu berat? Bingung memulai dari mana kah? Atau nggak tahu, harus fokus dengan skill yang mana? Jika memang kamu pengin mencapai sesuatu, dan saat ini nggak tagu harus memulai dari mana. Lakukan, suatu hal yang hanya membayangkannya saja, kamu sudah jatuh cinta. Jika memang skill untuk melakukan hal tersebut belum mumpuni, tidak ada salahnya jika magang atau mengambil kursus dulu untuk mengasahnya.

Sasa, yang kamu butuhkan saat ini adalah tahu apa yang kamu mau. Lalu, berani untuk memulainya. Kebimbangan itu sering kali tetap menjadi kebimbangan dan seolah-olah menjadi pasir hisap dalam kehidupanmu. Lantaran, ia terus-menerus dipikirkan, tanpa ada usaha untuk memulainya. Sa, setiap jalan yang kita ambil itu punya risiko dan akan selalu ada sisi nggak enaknya. Apa pun itu. Jadi, tugas kamu saat ini hanya tinggal memilih, berani menghadapi risiko yang mana serta mau merasakan pahitnya apa.

Sekali lagi, lakukan hal yang kamu suka. Kalau takut untuk melakukannya, nggak masalah. Wajar kok, namanya juga manusia yang sedang dalam proses meraba-raba. Tak ada masalah, meskipun saat ini aktivitas yang kamu pilih itu bukanlah sesuatu yang menarik menurut kebanyakan orang, seolah-olah tidak punya masa depan, atau hanya akan buang-buang waktu dengan percuma. Tak jadi soal, untuk terus menekuninya. Bukankah sesuatu yang dikerjakan dengan hati dan ikhlas, tentu akan mendapatkan berkahnya masing-masing? Bukankah Tuhan sudah mengatur rezekinya untuk kita, asalkan kita mau berusaha?

Sasa, terlalu memikirkan qurter life crisis, justru bakal bikin kamu semakin krisis. Meski sebetulnya kita memang nggak bisa terbebas dalam krisis. Jadi, kamu tinggal pilih: menjadi krisis karena tidak berani melangkah, atau mengalami krisis ketika menghadapi tantangan aktivitas yang kamu suka.

Iklan

Semangat menentukan jalan, Sa!

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2019 oleh

Tags: fresh graduatemelamar kerjaquarter life crisisquarter life syndrome
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO
Urban

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta
Catatan

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.