Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Terkadang Tiket Konser Lebih Berharga Ketimbang Aset Apa Pun.

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
11 Januari 2020
A A
Dresscode Band Indie

Dresscode Band Indie

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear Gus Mul, ini mungkin curhatan yang sangat tidak bermutu, namun semoga saja, dirimu bisa menjawabnya dengan jawaban yang, setidaknya, lumayan bermutu, walaupun minim mutunya, nggak papa deh.

Jadi begini, Gus. Saya ini adalah mahasiswa yang nggak kaya-kaya amat. Kiriman duit dari orang tua sangat-sangat minim. Saking minimnya, kalau saya sampai berani ngemall barang sehari saja untuk sekadar hang out dan nonton sama temen-temen, maka bisa dipastikan di tanggal 20 ke atas, saya bakal makan mie instan sampai akhir bulan.

Iklan

Nah, karena itulah, untuk sekadar menambah biaya hidup sebagai mahasiswa, saya sering nyambi jualan preset foto di Instagram. Yah, hasil dari jualan preset ini memang cukup membantu. Kalau kebetulan postingan promosi saya viral, saya bisa dapat banyak orderan dan bisa nabung lumayan. Tapi kalau pas sepi, ya blas nggak ada pemasukan.

Yang jadi masalah adalah, walau saya ini punya kondisi keuangan yang tidak lancar-lancar amat dan tidak stabil-stabil amat, tapi saya ini selalu punya hasrat untuk berboros-boros, apalagi untuk menonton konser musisi kesayangan saya, utamanya, ehem, Jeketi fortieit.

Ya gimana ya, Gus, kadang di satu sisi, saya ingin sekali bisa hemat dan nabung yang banyak biar bisa beli hape yang bagus. Kan enak kalau punya hapa bagus, mau ngegame nggak ngelag, mau selfie juga pede. Tapi di satu sisi, saya tidak segan untuk menonton konser yang kadang harga tiketnya muahalnya minta ampun.

Gimana ya, Gus? Barangkali ada solusi.

~Sebut saja Husen. 

 

Jawab

Dear Husen.

Sengaja saja pilih curhatan sampeyan untuk saya balas sebab selain jawabannya mudah, saya juga punya pengalaman dan kebimbangan yang sama. Saya pernah menuliskan ini di Twitter, dan rasanya saya merasa perlu untuk menyampaikannya kepada Sampeyan.

Begini, manusia itu lumrahnya memang penuh dengan berbagai keinginan. Hal ini sudah tertulis jelas dalam lirik lagu serial Doraemon itu, “Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali.”

Sayangnya, manusia juga harus menerima kodrat bahwa tidak semua keinginan bisa terwujud. Ada pilihan-pilihan yang harus diambil, di mana kadang pilihan yang satu berimplikasi pada pilihan yang lain.

Kalau kata pepatah kulon, “Life is made of choice. Remove your shoes or scrub the floor.”

Nah, Sampeyan terjebak dalam sebuah pilihan yang sebenarnya nggak sulit-sulit amat. Pengin hemat biar bisa beli hape yang bagus, atau beli tiket konser buat nonton band yang kamu suka.

Iklan

Saya, dengan segala pengalaman personal yang pernah saya alami, dengan mantap menyarankan Sampeyan untuk memilih menonton konser. Ya, pilihlah menonton konser alih-alih beli hape yang bagus.

Saya tak pernah ragu untuk memberi saran ini. Orang-orang bilang bahwa sayang kalau uang dibelanjakan buat nonton konser, lebih baik buat beli barang yang jelas ada juntrungannya.

Begini, Dulu pasa saya kerja jadi jaga warnet, saya pernah pengin banget nonton konser Cranberries di JavaRockinland. Tapi saat itu, saya putuskan nggak jadi nonton. Duitnya buat beli komputer biar bisa internetan di rumah. Pikir saya, nonton Cranberries bisa kapan-kapan.

Eh, beberapa tahun kemudian, setelah saya sudah punya duit, Mbak Dolores, vokalis Cranberries ternyata meninggal. Entah kenapa, ada penyesalan yang begitu besar saat mendengar kabar kematiannya. Penyesalan yang, kayak, punya uang berapa pun, saya tak akan pernah bisa nonton Dolores O’Riordan nyanyi.

Ketika saya menuliskan penyesalan tersebut di Twitter, banyak yang kemudian membagikan pengalaman serupa. Misal fans berat Linkin Park yang menyesal setengah mati sebab belum sempat menonton konser Linkin Park sebelum Chester Bennington. Atau fans-fans K-Pop yang menyesal karena belum sempat menonton konser boyband favoritnya, dan keburu personel boyband-nya itu ikut wajib militer.

Saat itulah, saya menyadari, bahwa, kadang tiket konser lebih berharga ketimbang aset apa pun.

Menonton konser itu pengalaman hidup yang layak untuk diperjuangkan. 

Saya jadi ingat dengan tulisan Nuran Wibisono, wartawan musik pilih tanding itu sesaat setelah menonton konser Guns n Roses bertajuk “Not in this Lifetime” di Singapura beberapa tahun yang lewat.

“Mereka menua, tapi begitu juga kita. Begitu pula saya, yang pertama kali mendengar GNR saat SMP dan langsung tahu kalau band ini akan saya cintai sampai saya dikubur kelak. Menonton GNR dengan tiga personel lengkap mungkin adalah pengalaman yang nyaris langka. Sebab, mengutip flyer saat mereka membaptis ulang Whisky a Go Go: kapan lagi.

“Siapa tahu mereka akan bertengkar dan bubar lagi. Siapa tahu salah satu dari mereka, atau malah kita, akan dipanggil ke alam barzah. Siapa yang tahu masa depan? Dan karena itu: kapan lagi bisa menonton GNR dengan tiga personel asli?”

Menonton konser bukan hal yang sederhana. Ia memorable, ia sentimentil, dan sekali lagi, ia layak diperjuangkan.

Saya tak punya saran lain, jangan menyesal karena telah membuang uangmu untuk menonton konser musisi favoritmu.

Kelak, saat musisi favoritmu itu meninggal, kau bisa berbangga diri, menceritakan kepada anak dan cucumu, betapa hebat dan musisi favoritmu itu, dan betapa bahagianya dirimu karena dulu pernah menontonnya.

 

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2020 oleh

Tags: Konser
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO
Liputan

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO
Ragam

Rela Sewa iPhone Berhari-hari Sampai Habis Lebih dari Sejuta, Persewaan di Jogja Diburu Anak SMA sampai Orang Tua Demi Konten

9 Mei 2024
Latah Gara-Gara Konser Taylor Swift di Singapura, Kenapa Indonesia Kaget?
Video

Latah Gara-Gara Konser Taylor Swift di Singapura, Kenapa Indonesia Kaget?

26 Maret 2024
Pengalaman Ngirit Demi Nonton Konser Band Idola, 5 Bulan Hidup Kelaparan tapi Malah Dapat Uang Kaget di Hari H.mojok.co
Catatan

Pengalaman Ngirit Demi Nonton Konser Band Idola, 5 Bulan Hidup Kelaparan tapi Malah Dapat Uang Kaget di Hari H

27 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong Royong ala Serigala Putih: Napas Kultural Uzbekistan di Pentas Piala Dunia.MOJOK.CO

Sepak Bola Gotong Royong Bernama Mahalla, Senjata Taktis Uzbekistan di Piala Dunia

17 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026
Suntikan dana investasi dari investor Tiongkok untuk pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di Kendal Jawa Tengah (Jateng) MOJOK.CO

Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama

15 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.