Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Nggak Boleh Merantau Sama Orang Tua, Padahal Pengin Belajar Mandiri

Audian Laili oleh Audian Laili
15 Juni 2019
A A
Nggak Boleh Merantau Sama Orang Tua MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengin banget belajar mandiri dengan merantau saat kerja. Namun, orang tua nggak ngebolehin karena nggak tega.

TANYA

Halo, Mojok. Perkenalkan saya Filokopi Sofi, tapi sebut saja saya Sofi. Heuheu~

Saya ingin curhat. Saya sebentar lagi ingin lulus kuliah dan ingin mencari pekerjaan di luar kota untuk mencari pengalaman dan ingin belajar untuk hidup mandiri. Namun, ibu negara dan bapak presiden melarang saya untuk hidup nomaden karena saya tidak boleh keluar dari circle gedung putih saya. Kalau dipikir-pikir saya paham jika mereka pasti kepikiran takut ada apa-apa kalau saya hidup sendiri. Akan tetapi, entah mengapa, menurut saya mereka agak berlebihan dan agak memanjakan saya. Mereka tidak ingin tumbuhan ginseng yang mereka tarik dan menjadi anak semata wayang mereka, jauh dari mereka. Sebenarnya, saya sudah rapat meja bundar dan bertukar pikiran dengan mereka tapi mereka tetap membulatkan tekad untuk melarang saya merantau.

Saya agak confuse, Jok. Sebaiknya, saya harus apa supaya bisa meyakinkan ayahanda dan ibunda? Saya pengin bisa belajar hidup seperti Caca Handika dan tidak membuat mereka berdua khawatir. Karena, sungguh saya bukan bermaksud tidak bersyukur mendapat perlakuan hangat seperti dimanja. Namun, saya takut menjadi terbiasa dimanja sampai beranjak dewasa.

Salam hangat dari seorang anak muda yang sedang tiduran menghitung titik-titik plafon.

JAWAB

Hai Sofi, yang lagi pengin hidup mandiri. Sebetulnya, yang perlu diketahui, apa motif orang tua kamu melarangmu merantau. Bisa saja, ini bukan sekadar nggak tega kamu untuk hidup mandiri. Misalnya, sebetulnya mereka yang takut ditinggalkan dan akhirnya kesepian hanya berdua saja di rumah. Ya, orang tua mana, sih, Sof, yang nggak pengin kumpul-kumpul terus sama anak-anaknya apalagi di usia yang sudah mulai senja? Hmmm?

Lagian, bukankah kamu juga sadar butuh untuk hidup mandiri dan tidak pengin dimanja-manja? Menurut kami, ini menjadi modal yang cukup untuk membentuk diri sebagai pribadi yang mandiri. Iya, kamu sudah sadar memerlukan itu semua, meskipun situasi saat ini kamu hidup nyaman di istana gedung putihmu. Btw, jarang loh, ada orang yang berpikiran seperti kamu, saat berada di posisi yang nyaman gitu. Jadi, sebetulnya nggak terlalu ada alasan juga, sih, kamu untuk meninggalkan rumah. Kalau kamu sudah tahu, kamu nggak boleh tumbuh jadi anak manja. Tugasmu sekarang tinggal mengkondisikannya saja.

Tentu akan berbeda, kalau kamu pengin merantau karena sebetulnya kamu merasa nggak nyaman di rumah. Jadi, kamu memilih untuk pergi dan merantau saja supaya kamu bisa menghindar dari segala ketidaknyamanan tersebut untuk menentukan hidupmu sendiri. Ehm, nggak karena ini kan, Sof?

Akan tetapi, kalau kamu memang getol banget pengin merantau, yaudah coba aja ngekos yang nggak jauh-jauh dari rumah. Jadi tetap di kota yang sama, cuma berbeda kecamatan, misalnya. Coba dikomunikasikan lagi dengan baik-baik sama mereka. Misalnya, kamu berjanji akan tetap sering pulang ke rumah, misalnya seminggu dua kali. Ya, siapa tahu mereka lebih bisa menerima, karena tetap merasa dekat dengan kamu.

Ngomong-ngomong nih, Sof. Kepala Suku kami pernah mengatakan, “Seorang anak mungkin butuh waktu dan nyali untuk ‘berpisah’ dari orang tuanya. Tapi mungkin, setiap orang tua butuh waktu jauh lebih lama terpisah dari anaknya.”

Jadi, selamat berdiskusi dengan Bapak Presiden dan Ibu Negara, ya~

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2019 oleh

Tags: mandirimanjamerantauorang tua
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
orang tua, ortu temani anak utbk ugm.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jangan Minder Kalau Kamu Belum “Jadi Orang” di Usia 30-an, Itu Masuk Akal Secara Biologis dan Sosial

11 Februari 2026
Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Catatan

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong

Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan

12 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Gabung LPM/Persma demi jadi wartawan/jurnalis karena tampak keren. Kini menyesal setelah kerja di media online daerah dengan gaji rendah MOJOK.CO

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

Gadis-gadis Tangguh di Sepak Bola Putri Hydroplus Soccer League Kudus, Mengisi Peran Vital yang Jarang Jadi Sorotan

10 Februari 2026
Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.