Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Dilema pada Komitmen dan Pertimbangan Risiko

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
9 Desember 2017
A A
memilih
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Curhat

Dear Gusmul

Saya bukan tipikal lelaki yang suka berbasa-basi, jadi izinkan saya langsung mengutarakan curhat saya tanpa harus dibumbui dengan pengantar yang membosankan ya.

Begini, Gus. Sekarang ini saya sedang dilanda sebuah dilema. Saya menjalin hubungan dengan seorang perempuan, sebut saja namanya Ningsih. Bagi saya, dia adalah perempuan yang sangat potensial menjadi istri saya kelak. Ia baik, keibuan, telaten, perhatian, manis pula.

Kami sudah berhubungan selama dua tahun dan sudah berkomitmen untuk menikah tahun depan.

Ibu saya sangat suka dan cocok dengan Ningsih ini. Ibu saya tampak bersemangat setiap kali Ningsih saya ajak ke rumah. Ibu langsung mengajak ngobrol Ningsih panjang lebar lama sekali, saking lamanya, saya sampai merasa bahwa yang pacaran sama Ningsih ini bukan saya, melainkan Ibu saya.

Nah, namun walau potensial, entah kenapa, saya selalu merasa ada yang kurang sreg sama Ningsih, entah apa itu.

Saya kemudian bertindak kurang ajar dengan secara diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Sebut saja namanya Putri.

Boleh dibilang, Putri ini tidak sepotensial Ningsih, namun saya merasa ia perempuan yang menarik. Dia anak Persma di kampus saya. Kami bertemu secara tak sengaja saat mengikuti acara diskusi dan pemutaran film di cafe yang tempat saya biasa nongkrong.

Pertemuan itu kemudian menjadi semacam bibit-bibit sayang. Kami kemudian semakin dekat dan akhirnya memutuskan untuk jadian.

Saya merasa enjoy jalan dengan Putri karena ia tipikal wanita yang punya punya satu kesamaan selera dengan saya, sama-sama suka dunia pergerakan. Hal yang jujur, tidak bisa saya temukan pada sosok Ningsih.

Sampai saat ini, baik Putri maupun Ningsih sama-sama tidak tahu bahwa mereka saya duakan.

Saya sayang dengan Ningsih, namun saya juga berat jika harus melepas Putri. Keduanya punya nilai lebih masing-masing.

Nah, Gus. Menurut kamu, apa yang harus saya lakukan.

Iklan

~Trisno

 

Jawab

Dear Trisno. Di dunia ini banyak lelaki bajingan, dan sampeyan jelas salah satunya. Lha bagaimana tidak, sampeyan sudah punya seorang Ningsih yang boleh jadi banyak lelaki lain mengidamkannya, namun sampeyan justru mengkhianatinya.

Begini, Trisno, saya sebenarnya malas menjawab curhatan dari lelaki bajingan macam sampeyan ini. Tapi apa daya, tuntutan pekerjaan memang susah untuk didebat.

Begini, mas Baji… Eh, Mas Trisno, ini adalah persoalan yang sebenarnya sederhana. Masalah sampeyan sejatinya hanyalah soal komitmen.

Inti curhatan sampeyan ini sangat simpel. Sampeyan membangun komitmen dengan seseorang, kemudian sampeyan bingung, apa yang harus sampeyan lakukan. Saran saya sangat ringkas dan sederhana: penuhi komitmen yang sudah sampeyan bikin.

Sampeyan dan Ningsih sudah memutuskan untuk menikah tahun depan. Dan orangtua sampeyan juga sudah cocok. Sampeyan juga sayang dengan Ningsih. Lantas apalagi yang ingin sampeyan cari? Hanya orang yang kufur nikmat yang masih saja minta lebih dari itu. Tuh kan, sudah bajingan, kufur nikmat pula.

Begini, menikah itu bukan semata soal enjoy atau tidak. Ia punya banyak faktor pendukung lain, salah satu yang paling besar tentu saja adalah bahagianya orangtua. Dan itu sudah sampeyan temukan pada sosok Ningsih.

Saya tak punya saran lain selain tetap mempertahankan hubungan dengan Ningsih dan meninggalkan Putri. Ini soal komitmen. Sampeyan sudah membuat komitmen dengan Ningsih, sebagai lelaki, sampeyan harus menjaga komitmen tersebut.

Beda kasusnya jika sampeyan belum membuat komitmen apa-apa, maka sampeyan bebas memilih antara Ningsih atau Putri.

Jangan jadi lelaki egois. Bisa saja Ningsih juga mengalami dilema yang sama seperti sampeyan, misalnya ia didekati lelaki lain yang jauh lebih mapan, jauh lebih baik, dan jauh lebih tidak bajingan dari sampeyan, tapi ia tetap memilih sampeyan karena ia merasa harus menjaga komitmen yang sudah kadung dibuat bersama sampeyan.

Menjalin hubungan dengan Putri dalam kondisi sampeyan sekarang ini punya banyak risiko. Dan risiko tersebut berpotensi untuk menyakiti banyak pihak jika jalinan asmara terlarang sampeyan ini terbongkar. Risiko pertama, sampeyan akan dianggap sebagai lelaki bajingan (walau memang sudah bajingan, sih). Risiko kedua,  Putri akan dicap sebagai perempuan pelakor. Risiko ketiga, Ningsih akan sangat sakit hatinya. Dan risiko keempat, Ibu sampeyan akan sangat kecewa.

Risiko-risiko yang tidak mengenakkan tadi tentu saja bisa menjadi pertimbangan yang jernih bagi sampeyan untuk bersikap.

Lagi-lagi saya katakan, ini masalah yang sederhana. Tapi memang, di mata bajingan, masalah seperti ini selalu menjadi rumit dan menjemukan.

Agaknya saya memang harus kembali mengutip apa kata Johnny Depp, “if you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn’t have fallen for the second.”

~Agus Mulyadi (bukan bajingan)

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2017 oleh

Tags: menikahpacaranselingkuh
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO
Ragam

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan MOJOK.CO
Ragam

Terngiang-ngiang Tepuk Sakinah: Gen Z Malah Jadi Males Menikah, Tapi Manjur Juga Pas Diterapkan di Rumah Tangga

26 September 2025
Menentukan Waktu yang Tepat untuk Menikah | Semenjana Eps. 4
Video

Menentukan Waktu yang Tepat untuk Menikah | Semenjana Eps. 4

24 Februari 2025
Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.