Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Ketika Dia Punya Selera Bacaan yang Berbeda Dengan Saya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
16 September 2017
A A
curhat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Curhat

Dear Gus Mul yang agak ganteng dan Cik Prim yang agak cantik…

Iklan

Sebenarnya saya agak rikuh untuk menceritakan semua ini; masa orang yang bacaannya Madilog dan Para Bajingan yang Menyenangkan tapi curhatnya termehek-mehek. Tapi biarlah, karena yang saya tahu, sekaliber Pramoedya pun sempat galau karena cewek.

Sebelumnya, saya sudah baca petuah-petuah non bijaknya Kak Agus dan Cik Prim di sini, di rubrik curhat, dan semua itu memang nggak ada gunanya. Tapi anehnya, saya kok mau-maunya ikut-ikutan mengirimkan curhat ke sini.

Begini Kak Agus dan Cik Prim.

Dua tahun lalu, saya resmi menyandang titel jomblo yang ditinggal nikah. Oke itu dua tahun lalu, dan saya pun sudah melupakannya. Nah, yang menjadi soal adalah, saya sudah tidak percaya lagi pada diri saya sendiri.

Kejadian terakhir adalah minggu kemarin, ketika saya naik gunung dan ternyata dibarengi oleh seorang wanita. Dia wanita yang cukup manis, senyumnya menawan, dan pakai kacamata. Persis kaya Mbak Kalis lah.

Jujur, saya baru mengenalnya saat itu juga. Belakangan, melalui obrolan kami selama naik gunung, saya jadi tahu kalau ternyata kami lulus dari pesantren yang sama, dia adik tingkat saya, kami beda enam tingkat. Sejak saat itu, saya langsung merasa seperti ada ikatan emosional yang membuat saya merasa begitu mudah akrab sama dia.

Saya kemudian mulai tertarik untuk lebih mengenal dia lebih jauh, mulai sering mengintip akun media sosial dia baik di instagram maupun di facebook.

Nah, yang membuat saya masygul adalah, saya dan dia punya selera dan bahan bacaan yang begitu berbeda, sangat berlawanan. Saya bacaannya buku-buku filsafat, sedangkan dia buku-buku hadits.

Salah satu peristiwa yang begitu saya ingat tentang perbedaan kami adalah sewaktu kami duduk bersama di depan tenda, saat itu, ia bilang begini, “buat apa sih anak-anak Hima bacaannya filsafat, kalau toh ujung-ujungnya Quran juga yang dikaji. Suka nggak ngerti deh”. Saya hanya tersenyum pahit, dan ia baru tahu kemudian kalau saya adalah salah satu bagian dari anak Hima yang ia maksud.

Nah, menurut Gus Mul atau Cik Prim, apa yang harus saya lalukan untuk menghadapi perbedaan ini. Apakah saya harus mundur karena perbedaan ini? Hamba mohon bantuannya.

Tabik.

Azis.

 

Jawab

Dear Azis

Langsung saja ya, saya sedang nggak ingin berbasa-basi, soalnya ini malam minggu, saya mau malam mingguan sama Kalis, dia sudah nungguin dari tadi.

Iklan

Begini, Azis. Yang namanya hubungan pria dan wanita itu pada dasarnya dibangun pada fondasi perbedaan. Ia akan selalu memunculkan ketidaksamaan. Dan ia justru diperlukan sebagai penguji konsistensi dan sarana bagi keduanya untuk saling melengkapi. Ia adalah apa yang disebut sebagai lock and key, ia apa yang disebut sebagai adalah mur dan baut, dan ia adalah apa yang disebut sebagai yin dan yang.

Perbedaan akan selalu ada, begitupun dengan persamaan. Keduanya punya fungsi yang berbeda.

Persamaan, bisa berfungsi sebagai penyatu, baik itu persamaan besar seperti kesamaan visi, kesamaan keinginan untuk saling mencintai, dan sebangsanya, juga persamaan-persamaan kecil seperti, yang ada pada kasus sampeyan, sama-sama lulusan pesantren, sama-sama suka naik gunung, dan mungkin persamaan-persamaan lainnya. Ia bisa berfungsi sebagai penyeimbang. Perbedaan, ia harus selalu ada.

Mau punya kesamaan visi, kesamaan minat, kesamaan pendidikan, kesamaan pandangan politik, bahkan sampai kesamaan mencintai, namun jika jenis kelaminnya juga sama, maka percuma. Intinya, perbedaan harus selalu ada.

Nah, dalam kasus sampeyan, salah satu perbedaan itu berupa selera dan bahan bacaan.

“Apakah saya harus mundur karena perbedaan ini?”

Yo saksakmu bos. Sampeyan mau maju monggo, mau mundur ya monggo. Yang mau pacaran sampeyan, kok saya yang harus jawab.

Tapi yang jelas, begini, jika sampeyan maju untuk mendobrak perbedaan tersebut, maka itu akan menjadi sarana yang tepat bagi anda untuk bertukar pikiran dengan si dia. Si dia akan menjelma menjadi bukan sekadar pacar, tapi juga lawan diskusi yang baik, sparing partner yang mumpuni, ampuh, dan alot.

Bahkan, jika nantinya sampeyan berhasil menyingkirkan perbedaan tersebut, dan mampu menjadikan si dia bisa menerima kajian-kajian filsafat yang sampeyan sampaikan, maka itu bisa menjadi sumbangsih sampeyan untuk dunia perfilsafatan. Rene Descartes pasti bakal bangga sama Anda.

Ingat, hanya karena sampeyan suka baca buku filsafat, jangan kemudian beranggapan bahwa sampeyan hanya cocok pacaran sama pengemar bacaan filsafat juga.

Lagian, kalau sampeyan penginnya pacaran cuma sama orang yang sama-sama bacaanya filsafat, pacaran saja sama Puthut EA.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2017 oleh

Tags: bacaanBukucurhatfilsafatPuthut EA
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.