Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Aubameyang Diasingkan dari Arsenal: Wujud Tangan Besi Mikel Arteta?

Pencopotan ban kapten dari lengan Aubameyang bukan peristiwa tunggal.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
18 Desember 2021
A A
Aubameyang Diasingkan dari Arsenal: Wujud Tangan Besi Mikel Arteta? MOJOK.CO

Aubameyang Diasingkan dari Arsenal: Wujud Tangan Besi Mikel Arteta? MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jika memutar waktu ke belakang, kekejaman Arteta kepada Aubameyang dan pemain Arsenal lainnya selalu ada alasannya.

Aubameyang datang satu jam 30 menit lebih awal dari semua pemain ke London Colney, markas latihan Arsenal. Apakah ini bentuk penyesalan pemain asal Gabon itu? Wujud dari niat untuk memperbaiki diri? Atau, mungkin, dirinya cuma terbangun lebih pagi dan nggak bisa tidur lagi.

Satu hal yang pasti, Mikel Arteta memberi instruksi kepada Aubameyang untuk latihan terpisah dari tim utama. Mantan kapten Arsenal itu “diasingkan” dari teman-temannya di lapangan latihan. Konon, dia masih akan berlatih terpisah sampai tiba saatnya Piala Afrika.

Seiring kabar tersebut, muncul rumor bahwa Arteta ingin manajemen Arsenal segera menjual Aubameyang. Banyak yang berspekulasi tentang masalah ini. Beberapa membela keputusan Arteta untuk tegas kepada siapa saja. namun, sebagian lain menganggap dirinya seorang diktator, tangan besi, dan lain sebagainya. Benarkah demikian?

Pencopotan ban kapten dari lengan Aubameyang bukan peristiwa tunggal. Maksudnya, ada banyak peristiwa yang menjadi unsur intrinsik pencopotan ban kapten itu. Salah satu yang bisa kita amati adalah performa si pemain di atas lapangan.

Bagi saya, striker yang menjadi seorang kapten itu punya tugas yang sangat berat. Kalau tidak mencetak gol, dia akan dianggap striker jelek. Sudah begitu, diragukan pula kekuatan mentalnya untuk mengemban amanah sebagai kapten. Hantaman kepada mental datang dari dua sisi.

Celakanya, Aubameyang sendiri tidak pernah diproyeksikan sebagai kapten. Dia menjadi kapten Arsenal karena “kecelakaan” ketika ban kapten Granit Xhaka dicopot oleh Unai Emery. Pola yang sama terjadi di sini.

Baik Aubameyang maupun Granit Xhaka mulai dikecam ketika bermain buruk selama beberapa minggu. Pada titik ini, baik Emery maupun Arteta, seharusnya memberi mereka istirahat untuk mengembalikan konsentrasi dan mengikis kejenuhan. Namun, keduanya terus dipaksa bermain karena “status kapten Arsenal”.

Hingga akhirnya gelembung itu meledak. Granit Xhaka ngamuk ketika diganti di tengah laga. Dia membanting jersi dan ban kapten. Sementara itu, Aubameyang diasingkan. Dia tidak bermain di laga Arsenal vs West Ham dan tidak diizinkan berlatih bersama rekan-rekannya.

Satu hal menarik terjadi setelah Granit Xhaka tidak lagi menjadi kapten. Dia malah bermain lebih stabil. Seperti tidak ada beban berlebihan di atas pundaknya. Apakah Aubameyang akan melewati siklus yang sama? Saya tidak tahu karena saat ini, Arsenal dilatih Mikel Arteta yang sebetulnya siap berkompromi, tapi siap untuk tegas, bahkan kejam.

Dilansir The Athletic, Arteta itu sebetulnya sudah beberapa kali melanggar aturan yang dia buat sendiri demi Aubameyang. Sikap ini, mungkin, didasari oleh betapa pentingnya posisi Auba, baik di atas lapangan sebagai goal getter dan kedetakannya dengan pemain-pemain muda.

Jika seorang pelatih sampai berani melanggar aturan yang dia buat sendiri untuk satu pemain, artinya tingkat kepercayaan yang ada sangat tinggi. Namun, pada akhirnya, Aubameyang sendiri yang mematahkan kepercayaan itu dengan berbagai pelanggaran, plus performa yang mengkhawatirkan.

Oleh sebab itu, di titik ini, saya justru mendukung Arteta menjadi “diktator” bagi Arsenal. Kapten adalah cermin sebuah klub. Baik soal caranya bertarung di atas lapangan, maupun bersikap sehari-hari. Manners maketh man.

Kekejaman Arteta itu dijawab oleh skuat Arsenal ketika melawan West Ham. Lacazette bisa mengemban amanah sebagai kapten dengan baik. Begitu juga Xhaka yang kembali menyandang ban kapten setelah Lacazette diganti di babak kedua.

Iklan

Jika memutar waktu ke belakang, kekejaman Arteta selalu ada alasannya. Misalnya kepada Mustafi dan Bellerin. Ingat, kedua pemain ini sempat akan ditawari kontrak baru. Namun, keduanya gagal memberi manajemen sebuah alasan bahwa mereka layak mendapat kontrak baru.

Saliba? Dia dipinjamkan supaya mendapatkan menit bermain. Pepe? Sudah betul dia dicadangkan karena performa buruk ditambah konsistensi Saka dan Smith Rowe. Pembaca juga harus ingat bahwa Odegaard pun sempat dicadangkan ketika gagal memperbaiki performanya. Sementara itu, Martinelli selalu dipercaya ketika standar performanya meningkat.

Pelatih sepak bola itu mengurusi manusia. Insan yang punya hasrat. Terkadang, dia harus berkompromi seperti bapak kepada anaknya. Terkadang, harus kejam demi kekuatan tim itu sendiri. Saya rasa, Arteta sudah siap dengan itu semua.

Pada akhirnya, pemain akan selalu datang dan pergi, tapi klub abadi. Pandangan itu tidak akan berubah selamanya. Jika pemain gagal mengemban amanah dan menjaga kepercayaan, maka tidak ada tempat baginya di tim.

Arsenal akan terus melaju, baik dengan atau tanpa Aubameyang.

BACA JUGA Pak Arteta, Skuat Arsenal Dibuldozer Saja dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2021 oleh

Tags: Arsenalartetaaubameyanglacazetteliga inggrisxhaka
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.