Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari
Penjual jasa iPad Booth di Jalan Tunjungan bisa dapat cuan sejuta dalam sehari dari jual foto ala newspaper seharga Rp5 ribu.
Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”
Turun di Stasiun Tugu Jogja bikin saya rugi, baik dari segi waktu maupun materi karena nggak ramah ojol dan dekat dengan Malioboro.
Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan
Selalu menjadi pertanyaan saya kalau pulang dari perantauan: kalau ke Surabaya enaknya main ke mana selain Tunjungan?
Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
Tulisan ini mengungkap cerita orang-orang di Jakarta yang rela war ticket mudik gratis dan pulang ke Pulau Jawa.
Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya
Seorang ahli peternakan dari Politeknik Pertanian Negeri (Poltani), Kupang dapat dana Rp350 juta dari LPDP untuk bantu peternak sapi.
Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
InJourney kembali mengadakan Program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 dengan melepas keberangkatan total 2.418 pemudik.
“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
Ke Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten bakal nyesel kalau nggak coba jajanan pasar ini!
Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup
Bagi para perantau, Burjo di Jogja adalah ruang untuk bertahan hidup. Berbedaan biaya makan dan suasana di Jakarta membuat mereka rindu dengan “kemewahan sederhana”.