Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
Kerja jadi PNS di desa nyatanya tidak sesuai ekspektasi. Pindah ke kota sama saja. Tak terhindar dari budaya menjilat atasan.
Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan
Masalah laki-laki yang suka menertawakan tubuh perempuan di tongkrongan atau grup WA itu bukan karena libidonya besar.
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual
Viralnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di FH UI hanya membuka luka lama bagi para penyintas. Lalu, di mana lagi mereka bisa mendapat ruang aman?
Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald
Malas menggarap skripsi di Jurusan Antropologi Unair karena susah, bikin Uyun lulus lama. Sampai dia dengar nasihat ini dari Timothy Ronald.
User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung bikin pengguna Sancaka geleng-geleng kepala, terlalu bebal dan egois!
Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia
Terpaksa mengikuti kemauan orang tua dan gagal daftar CPNS usai lulus dari Unair, Mega* pilih slow living di Bali.
Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara
Kerap mendapat penolakan sejak kecil, disabilitas netra ini buktikan kuliah sampai S2 dengan prestasi dan beasiswa LPDP.
Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
Kerasnya Jakarta baru disadari Haikal* saat ia mengejar mimpinya sebagai musisi. Alih-alih berhasil, ia malah hidup sebagai gembel.