Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Maret 2026
A A
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO

ilustrasi - Bimo bersama kucing-kucingnya di Jalan Tunjungan, Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kucing, hewan berbulu lembut ini punya tingkah lucu dan asbun (ajaib) untuk menghibur manusia. Setidaknya, begitu menurut Bimo (30) yang 2 tahun ini sudah merawat 12 kucing. Laki-laki asal Surabaya ini juga membuka “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan untuk pemilik hewan peliharaan yang punya trauma setelah kucingnya tiada.

***

Bagi Bimo, kucing bukan sekadar hewan peliharaan tapi anggota keluarga yang memberikan cinta tanpa pamrih. Sejak kecil, Bimo mengaku ingin sekali merawat sekaligus memelihara kucing, tapi ia sadar kondisi keuangannya belum stabil. Jangankan untuk memelihara kucing, untuk menghidupi dirinya sendiri pun masih sulit.

Kini, Bimo sudah bekerja di salah satu perusahaan media yang ada di Surabaya, serta menyewa kontrakan sendiri meski keluarganya juga tinggal di Kota Pahlawan. Alasannya nekat keluar dari rumah ialah, agar bisa memelihara ke-12 kucing miliknya.

“Dari kecil aku suka hewan berbulu dan akhirnya sekarang bisa adopsi karena sudah punya penghasilan. Namun, karena mamaku takut kucing, aku sampai diusir dari rumah,” kata Bimo saat ditemui Mojok di Jalan Tunjungan pada Sabtu (21/3/2026).

Merawat kucing adalah bagian dari tanggung jawab

Kucing pertama yang membuat Bimo kepincut untuk memelihara adalah kucing milik temannya. Waktu itu, niat Bimo hanya sekadar silaturahmi ke rumah temannya saat malam takbiran Idul Adha di tahun 2023. Di sanalah dia melihat sebuah kurungan berisi banyak kucing yang masih kecil.

“Aku lihat ada 5 ekor kucing. Di antaranya ada yang paling kecil dan sekilas terlihat jeleklah pokoknya dari kucing yang lain,” kata Bimo.

Bimo pemilik cat therapy. MOJOK.CO
Bimo bersama kucing-kucingnya di Jalan Tunjungan Surabaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Alih-alih memilih kucing yang perawakannya sudah bagus, Bimo justru tertarik dengan kucing jelek tersebut. Ia bertekad untuk merawat kucing itu setulus hati lalu meminta izin temannya untuk mengadopsi. Tak perlu pikir panjang bagi temannya untuk memberikan kucing tersebut ke Bimo, karena ia sendiri sebetulnya sudah kewalahan merawat belasan kucing.

“Akhirnya kucing itu aku kasih nama Bibi. Kucing pertamaku yang sekarang gendut dan cantik,” ujar Bimo yang kini bangga memamerkan kucing-kucingnya di Jalan Tunjungan, Surabaya.

Tanpa Bimo prediksi sebelumnya, keputusan untuk memelihara kucing bikin dia jauh dari keluarga. Ketika Bimo membawa Bibi pulang ke rumah, orang tua dan saudara-saudaranya kaget. Bimo pun tak terhindar dari kritik tapi ia tak peduli.

“Toh, sekarang aku udah mandiri. Aku udah mantap ambil jalur itu. Seandainya saja nama Bibi bisa dimasukkan di Kartu Keluarga,” kelakarnya.

Pulih berkat “cat therapy” di Jalan Tunjungan

Kehadiran Bibi, kata Bimo, berhasil menghapus perasaan kesepiannya saat di rumah. Bibi lah yang menemani dirinya saat sakit bahkan sering tidur di leher Bimo untuk menunjukkan perhatiannya. Kucing yang punya sifat manja itu juga setia menunggu Bimo pulang usai bekerja.

“Di hari-hari yang melelahkan, aku merasa punya rumah yang nyaman. Karena tiap aku pulang, pemandangan pertama yang kulihat adalah bibi duduk di atas pagar dan seolah menyambutku,” kata Bimo. 

Baca Halaman Selanjutnya

Iklan

Kehadiran kucing menyenangkan pengunjung di Jalan Tunjungan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: cat therapyhewan peliharaanjalan tunjungankudingMerawat Kucingpelihara kucingSurabayatunjungan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO
Aktual

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Sekolahan

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Orang tua lebih rela jual tanah dan keluarkan biaya puluhan juta untuk anak LPK kerja di Jepang daripada lanjut kuliah di perguruan tinggi MOJOK.CO

Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

6 Mei 2026
Punya teman kos NPD alias narsistik menguras energi dan memuakkan MOJOK.CO

Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi

6 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.