Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Maret 2026
A A
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO

ilustrasi - Bimo bersama kucing-kucingnya di Jalan Tunjungan, Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di waktu luang, Bimo sering mengajak Bibi keluar rumah agar tidak stres. Salah satunya di Jalan Tunjungan Surabaya. Tanpa ia sangka, banyak yang menyukai kehadiran Bibi di sana. Beberapa di antaranya bahkan cerita kalau mereka suka kucing tapi lingkungannya tak mendukung. 

Lebih dari itu, kata Bimo, rasanya dunia tak mendukung ikatan kucing dan manusia. Salah satunya berangkat dari pengalaman Bimo yang tak diizinkan memelihara kucing oleh ibunya hingga ia memutuskan jalan hidupnya sendiri.

Kucing di Jalan Tunjungan. MOJOK.CO
Dari kiri Momo, Aisyah, Mody, Bibi di Jalan Tunjungan Surabaya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sebagian pemilik hewan peliharaan juga bercerita, melihat Bibi tumbuh sehat dan bermain di Jalan Tunjungan Surabaya, mengingatkan mereka pada kucingnya yang telah tiada. Seandainya kucing kesayangannya itu masih hidup, mereka ingin membawa kucingnya jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama seperti Bimo.

Tampik eksploitasi pada kucing di Jalan Tunjungan

Cerita itulah yang bikin Bimo mencetuskan ide untuk membuka cat therapy di Jalan Tunjungan. Selain Bibi, Bimo juga membawa ketiga kucing lainnya—anak Bibi untuk mejeng di trotoar Jalan Tunjungan. Mereka tak perlu tampil muluk-muluk seperti atraksi topeng monyet, tapi cukup duduk diam sembari mengenakan baju yang dibuat khusus untuk kucing.

“Pengunjung cukup bayar Rp5 ribu untuk kasih makan dan bisa foto bareng juga, intinya uang itu kembali ke kucing bukan untuk pribadi,” kata Bimo.

Meski begitu, ada saja yang mengira Bimo mengeksploitasi kucing-kucingnya. Bahkan ada yang memfitnah kalau ia memberikan kucing-kucingnya obat tidur agar tenang di tengah keramaian. Padahal, kata Bimo, ia mempelajari sendiri sifat-sifat kucing, sekaligus mendidiknya agar punya ikatan emosional terutama kepada pemiliknya.

“Aku sendiri butuh waktu yang lama untuk bonding dengan Bibi. Mangkanya, asal ada aku, Bibi dan anak-anaknya pasti tenang karena merasa aman,” jelas Bimo.

Cerita di balik “Cat Therapy” Jalan Tunjungan

Sebagai pecinta kucing, Bimo mengaku tak sampai hati untuk “menyiksa” hewan lucu dan berbulu tersebut. Sejatinya, ia pun paham rasanya kehilangan hewan peliharaan yang sudah dianggap seperti keluarga.

“Dulu, aku punya 3 ekor kucing yang baru lahir tapi semuanya meninggal. Terus 2 kucingku selainnya juga pernah diracun orang dan 1 lagi meninggal karena virus panleukopenia. Mangkanya sekarang aku selalu manifestasi Bibi, Momo, dan kucing-kucingku yang lain agar bertahan hidup sampai meninggal karena umur,” tutur Bimo.

“Karena aku tahu rasanya patah hati setelah kucing yang kita sayangi meninggal,” lanjutnya.

Selain untuk mengobati rindu para pemilik kucing yang kehilangan hewan peliharaannya, Bimo juga berniat mengedukasi warga di Jalan Tunjungan Surabaya. Bahwa dunia ini tidak terpusat hanya pada kepentingan manusia.

“Aku harap banyak orang yang aware terhadap kehadiran kucing, termasuk kucing liar. Selain memberi makan, ada baiknya untuk mengecek kondisi kesehatannya,” kata Bimo.

“Aku harap nggak ada lagi orang yang menendang kucing hanya karena mereka meminta makan,” lanjutnya yang biasa mangkal bersama kucing-kucingnya di Jalan Tunjungan pada Jumat sampai Minggu mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: cat therapyhewan peliharaanjalan tunjungankudingMerawat Kucingpelihara kucingSurabayatunjungan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Membuat ibu sangat menyayangi kucing padal awalnya sangat tak suka. Setelah memelihara malah merawat seperti anak sendiri dan sangat terpukul ketika si anabul mati MOJOK.CO
Sehari-hari

Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Hasutan-Rayuan Orang Minta Donasi, Tidak Jujur Sejak Awal dan Endingnya Jebakan

5 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.