Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

LDR Itu Sulit dan Penuh Risiko, Nggak Semudah Tips Suksesnya

Audian Laili oleh Audian Laili
21 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak sedikit pasangan yang mengalami kegagalan hubungan ketika sedang berhubungan jarak jauh. Sungguh menjaga komitmen, kepercayaan, dan komunikasi dalam LDR, tidak semudah yang dikatakan tips motivasi sukses LDR.

Ketika kita sedang mencintai seseorang, tentu ada rasa untuk selalu ingin menjalin temu. Pagi hari bisa-bisanya terbangun dengan rindu yang meletup-letup, padahal malam harinya baru saja bertemu. Ya, namanya juga orang sedang jatuh cinta. Rasanya, apa-apa pengin selalu bersama. Kalau bisa, buang air besar pun barengan juga. Bau tai yang keluar, pasti tersamarkan dengan gairah perasaan yang menggelora.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak pasangan nggak mau menjalin hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR). Perlu saya perjelas terlebih dahulu, kata ‘banyak pasangan’ di sini mengacu dari survei kecil-kecilan saya kepada orang-orang dekat saya yang ujug-ujug saya tanyai perkara hal ini. Dari 10 responden, 8 responden menjawab, ‘mendingan nggak usah LDR’. Pasalnya, LDR dianggap sebagai hubungan yang sulit dijalani dan sangat berisiko.

Bagaimana tidak berisiko? Lha wong, terkadang pasangan yang kelihatan di depan mata saja sulit kepegang. Apalagi yang nun jauh di sana, yang secara fisik nggak kelihatan.

Tapi kan, sekarang teknologi sudah canggih. Jadi, bisa video call-an setiap hari.

Oh tentu bisa saja melakukan video call setiap hari. Tapi, percayalah, itu hanya di awal-awal masa LDR saja. Selanjutnya? Komunikasi dengan teknologi itu bikin letih. Sinar radiasi yang terpapar dari handphone mungkin bisa dijadikan alibi mengenai hal ini, khususnya oleh pasangan kita yang nggak doyan keseringan pegang handphone.

Padahal, jelas dalam hubungan jarak jauh dibutuhkan tenaga ekstra karena berisiko dan rentan untuk gagal. Sudah jelas juga, dibutuhkan komunikasi yang lebih baik untuk mengatasi semua perasaaan ragu dan was-was tentang dia yang hidup di antara ratusan manusia yang sama-sama memiliki peluang menjadi pendamping hidupnya. Eh, malah dianya sulit banget dihubungi. Alasan sibuklah, alasan males pegang handphone-lah. Kalau kayak gini, gimana nggak punya pikiran dan imajinasi macam-macam?!

Lagipula, sungguh video call bukanlah solusi untuk melampiaskan rindu yang mendera. Pasalnya, dengan komunikasi tak langsung ini, pelampiasan si rindu justru nanggung. Akhirnya, rindu jadi semakin membludak jumlahnya. Kangen menjadi semakin terasa berat. Sayangnya, semua itu terhalang dengan…

…tiket pesawat yang mahal!

Menjaga komunikasi ‘untuk tetap ada’ saja sungguh sulitnya minta ampun. Apalagi katanya tips-tips motivasi untuk sukses LDR, kita juga harus menurunkan sedikit ego supaya dapat berkomunikasi dengan sehat. Hadeh, apa mereka ini nggak paham kalau mengelola rasa rindu itu sungguh berat? Jadi kalau ada perasaan ingin lebih dipahami, ingin lebih egois daripada biasanya, apa ya salah? Lagi kangen loh, ini~

Jadi, nggak usah juga percaya gombalannya Dilan. Dia pikir rasa rindu itu bisa tergantikan?! Rindu itu berat, biar aku aja. Tunggu, tunggu, macam mana perasaan bisa dialihkan ke orang lain kayak gitu? Pakai guna-guna, po? Apa gimana?

Selain itu, yang perlu kita pahami bersama, sesungguhnya LDR itu jauh-jauh lebih berat dibandingkan nggak punya pacar alias jomlo. Udah kalian yang jomlo dan bangga sok menjadi pesakitan cinta, nggak perlu protes!

Pasalnya, ketika kita jomlo, kita bisa bebas pergi ke mana saja. Bebas pergi sama siapa saja—asalkan dia bukan pacarnya orang yang lagi LDR juga. Pokoknya, dikarenakan jomlo itu nggak punya komitmen dengan orang lain, maka dia menjadi lebih bebas menentukan ‘jalan hidupnya’ sendiri—misalnya, merasa nyaman berhubungan akrab dengan seseorang yang memiliki kecenderungan menjadi sebuah hubungan asmara.

Sementara pasangan LDR, mohon maaf, nih. Ketika perasaan bosan dan kesepian datang dan membelenggu, pasti rasanya ingin ada seseorang yang bisa menemani. Tapi ndilalah, kok ya yang ngajakin untuk ‘menemani’ malah teman lawan jenis—jika kita berorientasi heteroseksual—yang diam-diam memang bisa bikin kita nyaman. Kalau kayak gini, apa ya enak kita ujug-ujug pergi sama dia, demi melepaskan segala sepi di dada? Lantas, apa kabar komitmen untuk saling menjaga hati meski sedang berjauh-jauh ria?

Iklan

Hadeh, kami kan cuma teman. Nggak mungkinlah kalau aku berkhianat.

Oh, cuma teman? Apa ya nggak inget, kalau kita dan pasangan kita saat ini, dulunya juga berawal dari pertemanan? Kita tentu paham, kan, rasa cinta bisa muncul karena terbiasa—dan nyaman?

Katanya tips motivasi sukses jomlo yang lain, hubungan jarak jauh harusnya diusahakan dengan orang yang sama-sama berjuang untuk dekat secara emosional dan spiritual. Namun sesungguhnya, saya nggak percaya-percaya amat, banyak orang yang sanggup bertahan menjaga kedekatan emosional dan spiritual ini. Ya gimana, ya. Berusaha memperjuangkan kedekatan emosional dan spiritual dengan seseorang yang secara fisik tak tergapai, betul-betul mengeluarkan banyak tenaga.

Bukankah sangat melelahkan jika energi kita terkuras hanya untuk mengurusi pasangan yang jauh di sana? Kalau terlalu menjaga yang jauh, lalu kerjaan kita lainnya, apa kabar?

Ehm, kalau memang hubungan jarak jauh itu bikin letih. Apakah jalan terbaik dari mengelola perasaan rindu adalah dengan tidak terlalu memikirkan tentang hubungan yang ada? Tapi yang ditakutkan selanjutnya justu lama-lama kita menjadi… Lali Duwe Relationship.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2019 oleh

Tags: LDRLong Distance Relationshiprelationship goals
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Pejuang LDR Jogja-Jakarta makin nelangsa karena harga tiket kereta api mahal. MOJOK.CO
Ragam

Nelangsa Pejuang LDR Jogja-Jakarta, Tersiksa karena KAI dan “Hengkangnya” Sri Mulyani

11 September 2025
Curhat Keluarga Pegawai Pajak: Suami, Istri, dan yang Anak Terpisah. MOJOK.CO
Geliat Warga

Curhat Keluarga Pegawai Pajak: Suami, Istri, dan Anak yang Terpisah

22 April 2023
Long Distance Marriage di Masa Pandemi Bukan LDR dan Sekadar Menahan Sange MOJOK.CO
Pojokan

Long Distance Marriage di Masa Pandemi Bukan LDR dan Sekadar Menahan Sange

30 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.