MOJOK.CO Sekali saja ada tokoh yang jadi public enemy, selain media sosial si tokoh bakal dibanjiri hujatan, profil Wikipedia-nya juga jadi sasarannya. Kayak yang baru aja terjadi pada profil Arteria Dahlan.

Kalau ada penghargaan untuk akun Twitter paling banyak menyebarkan positive vibes, saya bertekad merekomendasikan akun resmi Wikipedia Bahasa Indonesia sebagai salah satu nominatornya. Gimana nggak; sering kali, waktu saya sedang merasa lelah dari kejamnya dunia dan memilih untuk scrolling, ada saja cuitan dari Wikimin (sebutan untuk admin akun Wikipedia Bahasa Indonesia) yang setidaknya punya tiga efek buat saya: senyum, ngakak, atau terpukau.

Di banyak waktu, Wikimin bekerja sesuai dengan namanya: Wikipedia Admin. Ia sering kali mempromosikan artikel Wikipedia dengan cara-cara yang unik, misalnya saat membagikan artikel soal mantan perenang perempuan Belanda bernama Aagje Kok, atau dikenal juga dengan nama Ada Kok.

Di lain waktu, Wikimin menjelma menjadi admin paling realistis karena mengingatkan kita soal “keanehan-keanehan” dalam hidup yang, suka atau tidak suka, harus kita hadapi. Dalam satu kesempatan, ia mengirimkan cuitan soal gaji yang seperti gebetan: tiba-tiba menghilang.

Tapi, paling sering, Wikimin kerap berbagi petuah-petuah paling optimis di lini masa. Ini adalah salah satu alasan kuat kenapa saya meyakini bahwa akun resmi Wikipedia berhak menjadi salah satu akun ber-positive vibes di dunia. Pasalnya, tak sekali-dua kali ia menuliskan kata-kata semangat—seakan-akan tahu bahwa kita nggak punya partner buat kasih semangat, apalagi yang pakai sapaan “Sayang” atau ber-aku-kamu dengan manisnya.

Sayangnya, media sosial resmi Wikipedia Bahasa Indonesia ini nasibnya agak-agak mirip kayak remaja kelewat polos yang baru pertama kali jatuh cinta, tapi jatuh cintanya sama kakak kelas yang udah pacaran 15 kali. Selagi bersikap maksimal menebarkan cinta, ia tak selamanya mendapatkan hal-hal baik untuk dirinya sendiri.

Baca juga:  Belajar Beradab dari Arteria Dahlan yang Tidak Beradab

Dalam beberapa kesempatan, netizen Indonesia itu kelewat barbar. Sekali saja ada tokoh yang jadi public enemy, selain media sosial si tokoh bakal dibanjiri hujatan, Wikipedia juga jadi sasarannya.

Loh??? Kenapa Wikipedia???

Perlu diketahui, artikel-artikel di Wikipedia adalah artikel yang bisa disunting oleh mereka yang bersedia berkontribusi. Wikimin pernah menjelaskan hal ini dalam sebuah thread, bahkan menjelaskan bagaimana cara mengedit dan memulai sebuah artikel baru. Kamu bisa membacanya di sini.

Dalam utasnya, Wikimin menyebutkan bahwa “kamu harus menambahkan catatan kaki supaya suntingan yang kamu buat dapat dibuktikan kebenarannya. Kamu harus tetap netral ketika berkontribusi. Ingatlah, Wikipedia dikunjungi oleh semua kalangan.” Sebuah pesan yang bagus dan bijaksana, tapi…

…lihatlah apa yang terjadi hari ini.

Acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (9/10) malam dengan tema “Ragu-Ragu Perppu” menimbulkan reaksi masyarakat yang cukup keras. Dalam tayangan yang beredar di media sosial, salah satu narasumber adalah Arteria Dahlan, seorang politisi PDI-Perjuangan yang merupakan anggota komisi III DPR-RI. Bersama Arteria, hadir pula narasumber lain, termasuk Feri Amsari (Universitas Andalas) dan Emil Salim (mantan Menteri Lingkungan Hidup).

Arteria Dahlan disorot publik menyusul potongan video yang menunjukkan kurangnya adab yang ditunjukkan oleh sang Anggota Dewan Yang Terhormat ini.

Netizen berang. Gemes banget emang ngeliat orang yang nggak mau dengerin pendapat orang lain, bahkan menunjuk-nunjuk lawan bicara. Apalagi, pelakunya adalah anggota DPR RI dalam tayangan live. Bukankah itu sesuatu yang sebenarnya cukup heart breaking?

Tapi, ada yang lebih menyesakkan hati. Siapa? Tentu saja: nasib Wikipedia.

Pengedit artikel ini paham banget, ketika orang penasaran siapa sih Arteria Dahlan dan mengetik namanya di Google, konten Wikipedia akan muncul di halaman pertama. Sayang sekali artikel di atas tersebut sudah normal kembali.

Tangkapan layar di atas adalah laman profil Arteria Dahlan di Wikipedia tadi pagi. Lucu, memang, apalagi kalau baca lengkap seperti di sini, tapi ingat—selalu ada yang dirugikan. Pada kasus ini, lagi-lagi, Wikipedia-lah yang menanggungnya.

Baca juga:  Gibran Rakabuming Bicara Soal Bisnis, Mata Najwa, Sampai Jonru

Bukan sekali-dua kali saja hal ini terjadi. Seorang tokoh yang terlampau kontroversial lantas mengundang kontributor tak bertanggung jawab untuk mengedit artikel di Wikipedia. Bahkan, bukan cuma di Indonesia, hal ini juga pernah menimpa tokoh-tokoh internasional, seperti Ted Kennedy dan Robert Byrd. Umumnya, teks yang diubah berisi humor, omong kosong, berita palsu, atau apa pun yang bersifat ofensif. Sesungguhnya, tindakan ini serupa dengan vandalisme.

Keluh kesah Wikimin hari ini menjadi puncak kekesalan akan aksi vandalisme di Wikipedia. Tapi—ayolah—kalau dipikir-pikir, sesebal-sebalnya kita sama Arteria Dahlan, kayaknya kita memang nggak perlu menimbulkan kekesalan yang lain, deh. Maksud saya, apa sih tujuan orang-orang tak bertanggung jawab untuk bertindak jahat dan mengubah artikel Wikipedia sembarangan? Biar bisa dibilang “orang jahat terlahir dari orang baik yang kesal melihat perilaku Arteria Dahlan di Mata Najwa”, gitu???

Sudah, sudah. Hujatan netizen kayaknya cukup membuat Arteria Dahlan berpikir bahwa tindakannya kelewat batas. Mungkin juga, ia tampil se-ngotot itu karena namanya memang terkesan “optimis”. Soalnya, kalau dia tampil dengan pasrah dan nerima-nerima aja pendapat orang lain tanpa mau repot-repot memperjuangkan opininya, namanya mungkin berubah jadi…

…Arteria Dah Lah.

BACA JUGA Kata Wikipedia, TGB Ipar Luhut Pandjaitan, Benarkah? atau artikel Aprilia Kumala lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles