Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Najwa Shihab Cecar Gerindra Lewat Komen Instagram, Sensasinya Lebih Seru dari Mata Najwa

Redaksi oleh Redaksi
9 Oktober 2019
A A
najwa shihab partai gerindra instagram perang komentar revisi uu kpk

najwa shihab partai gerindra instagram perang komentar revisi uu kpk

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Najwa Shihab mencecar pertanyaan ke akun resmi Partai Gerindra di Instagram. Wah, lebih serem di medsos ternyata Mbak Nana ini.

Tak biasanya Najwa Shihab beradu argumen di kolom komentar media sosial, lebih-lebih melalui akun Instagram (IG) @najwashihab. Jika biasanya jurnalis senior ini adem-adem saja di akun medsosnya, pada Selasa (8/10) tiba-tiba saja Najwa mencecar pertanyaan serius ke akun IG resmi Gerindra.

Iklan

Pertanyaan ini muncul di postingan akun @gerindra yang menyinggung Presiden Jokowi soal Perppu UU KPK. Lalu oleh @gerindra postingan tersebut diberi caption, “RUU KPK, Presiden @Jokowi Pilih Partai Pendukung Atau Rakyat?”

 

View this post on Instagram

 

RUU KPK, Presiden @Jokowi Pilih Partai Pendukung Atau Rakyat?

A post shared by Partai Gerindra (@gerindra) on Oct 7, 2019 at 8:27pm PDT

Tak sampai beberapa jam, Najwa langsung mengomentari postingan tersebut. “Fraksi Anda secara resmi setuju terhadap Revisi UU KPK. Kader Anda Ketua Baleg yang memimpin pembahasan Revisi UU secara kilat dan menolak masukan publik. Lalu publik/rakyat mana yang Anda maksud?” tanya Najwa.

Sudah barang tentu muncul aura-aura intonasi seperti ketika Najwa mencecar pertanyaan narasumbernya di Mata Najwa. Kesan seram dan intimidatif seolah langsung muncul. Benar-benar rangkaian kalimat yang menggetarkan.

Sangat wajar kemudian kalau publik langsung memberi perhatian luas. Sebab, rasanya seperti melihat program Mata Najwa versi media sosial saja. Apalagi dialog ini terlihat tanpa ada rencana sebelumnya. Benar-benar natural dan spontan.

Gerindra pun memberi penjelasan bahwa di parlemen mereka kalah kursi, oleh karena itu wajar kalau mereka kalah suara. Akun IG resmi Partai Gerindra ini juga menyebut bahwa cuma fraksi Gerindra dan PKS saja yang menolak soal RUU KPK. Apalagi parlemen didominasi oleh partai pendukung pemerintah.

“Presiden meminta DPR untuk melakukan revisi UU KPK, RUU KPK dirancang dan keluarlah ANPRES dari Presiden dan dibahaslah RUU ini. Berjalannya waktu, Fraksi Gerindra dan PKS jelas menyatakan penolakan, tapi 8 fraksi lain menyetujui dan akhirnya disahkan dengan catatan-catatan yang telah fraksi ini berikan. Salam Indonesia Raya,” ketik @gerindra.

Uniknya, kalah suara yang disebutkan Gerindra justru terdengar sangat aneh menurut Najwa Shihab. Apalagi baru diketahui kalau Fraksi Gerindra selama ini memang tak pernah menolak keseluruhan RUU KPK, melainkan setuju dengan catatan, yang sebenarnya nggak siginfikan-signifikan amat.

“Fraksi Gerindra bukan menolak, tapi menyetujui Revisi UU KPK dengan catatan. Gerindra tidak setuju Dewan Pengawas KPK ditunjuk Presiden, bukan tidak setuju soal Dewan Pengawas,” balas Najwa Shihab kemudian.

“Alasan terpaksa sepakat karena kalah suara menjadi aneh karena kalau memang menolak maka sikap fraksi seharusnya jelas seperti saat Fraksi Gerindra menolak dan walk out hingga kalah voting pada saat pengesahan UU Pemilu. Salam Narasi TV,” tambahnya.

Beberapa jam kemudian komentar Najwa di akun @gerindra ini sudah tidak bisa ditemukan (kemungkinan sudah dihapus).

Selama ini Partai Gerindra memang seolah-olah memosisikan diri sebagai fraksi yang menolak UU KPK. Seperti pada 13 September 2019 silam, Wakil Ketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad pernah akan mempertimbangkan untuk menolak RUU (saat itu masih RUU) KPK.

Iklan

“Gerindra sedang mengkaji dan mempertimbangkan dengan serius untuk menolak revisi UU KPK,” kata Dasco bulan lalu.

Namun pada praktiknya, Gerindra ternyata juga sama saja dengan partai yang lain. Hanya saja mereka memberi catatan soal persetujuannya. Terutama soal penetapan Dewan Pengawas yang baiknya tidak diserahkan ke Presiden semuanya.

Gerindra menginginkan agar Dewan Pengawas ini penentuannya dibagi rata. Dua dari presiden, dua dari DPR, dan satu ditunjuk oleh Ketua KPK. Satu hal yang pasti, Fraksi Gerindra tak pernah sedikit pun menolak dibentuknya Dewan Pengawas untuk KPK. (K/A)

BACA JUGA Pekerjaan-pekerjaan Lain yang Pas untuk Najwa Shihab atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2019 oleh

Tags: gerindraMata NajwaNajwaNajwa Shihab
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026

Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli

30 Oktober 2024
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.