Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Urgensi Panggilan Sayang dan Kenapa Kita Dipanggil “Bebeb” atau “Sweety”

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
19 November 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa panggilan sayang digunakan dalam hubungan romantis? Kenapa harus panggil-panggil ‘Ay’ atau ‘Beb’ hanya demi bilang ‘I love you’???

Sewaktu saya belum pernah pacaran dan masih cupu (sekarang juga masih cupu, sih, tapi kayaknya udah naik level setengah persen), saya suka heran sama teman yang hobi gonta-ganti pacar. Selain kemampuannya memikat lelaki dan move on dengan cepat, saya salut juga dengan keahliannya menciptakan panggilan sayang kepada partner asmaranya. Mula-mula ia memanggil dengan sapaan umum seperti Mas, lalu berkembang menjadi Beb, Ay, Yank (pakai ‘k’, ya!), Ndut, Pah, Ayah, hingga Abi.

Ya, ya, ya, silakan tertawa sekarang—paling-paling kamu sedang menertawakan masa lalumu juga, kan?

Fenomena penggunaan panggilan sayang ini tidak pernah tidak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada hubungan romansa dua insan manusia yang dimabuk cinta, baik yang pacaran maupun yang sudah resmi menjadi suami dan istri. Yang jadi pertanyaan, sebenarnya apa, sih, urgensi pemakaian panggilan sayang ini??? Apakah karena seseorang mengaku mencintai orang lain ia jadi harus menciptakan panggilan sayang dan menggunakannya 24/7 di manapun mereka berada??? Apakah sebuah hubungan terlihat seperti ‘hubungan yang sebenarnya’ hanya jika ada panggilan sayang yang harus diucapkan keras-keras biar semua orang denger???

Ternyata o ternyata, kemesraan dan intimasi yang ditunjukkan oleh mereka—para pejuang panggilan sayang—bukan sekadar omong kosong tanpa manfaat. Harvard Law School pernah mengadakan studi untuk mencari tahu efek dalam perilaku dan keputusan seseorang terkait dengan pemberian panggilan sayang. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa:

1. Panggilan sayang memunculkan perasaan positif yang mampu menenangkan pikiran.

2. Meski kerap dianggap aneh dan lebay, panggilan sayang nyatanya berpengaruh baik pada hubungan.

3. Dari 100 ribu pasangan yang diteliti, terdapat 76 persen yang mengaku bahagia karena memiliki panggilan sayang. Hal ini menunjukkan bahwa panggilan khusus dapat menjadi simbol kedekatan dan pentingnya hubungan.

Melihat ketiga urgensi panggilan sayang di atas, rasanya wajar-wajar saja kalau banyak pasangan di dunia, termasuk kamu dan pacarmu (kalau punya), memutuskan untuk memanggil dengan nama tersendiri. Tapi ingat—pastikan kamu menggunakan nama spesial yang elegan dan tidak pasaran. Biar apa? Ya biar spesial, gimana sih?!

1. Ay, Beb, Say, Yank

Jenis-jenis orang yang menggunakan panggilan semacam ini adalah tipe orang yang NMR alias Nggak-Mau-Repot. Daripada mikirin nama-nama lain yang lebih spesifik (misalnya ‘Mickey Mouse’, karena pasangan selalu terlihat ceria seperti Mickey), mereka cenderung memilih nama panggilan paling mudah dan umum: Ay, Say, Yank dari kata Sayang, serta Beb, Bae dari kata Baby.

Apakah panggilan sayang ini terlalu sederhana dan menunjukkan bahwa penggunanya orang yang membosankan? O, belum tentu.

Tapi, bisa aja, sih. Hehe.

2. Calon Suamiku/Calon Istriku

Iklan

Pada beberapa kasus, orang yang pacaran bisa saja memiliki kepercayaan diri yang tingginya melebihi Burj Khalifa. Pada hubungan yang tidak menentu dan tidak ada jaminan, mereka justru bermimpi tinggi akan menikah dan menjadi suami-istri selamanya, tanpa ada halangan dan mimpi buruk apa pun.

Tapi, sebodo amat dengan nasihat-nasihat itu. Bagi para bucin alias budak cinta, keyakinan diri ini sejalan dengan panggilan sayang yang telah mereka ciptakan sendiri: Calon Suamiku dan Calon Istriku, diikuti dengan emoticon penuh kasih sayang berbentuk hati. Padahal, panggilan ini sendiri sesungguhnya merupakan panggilan paling munafik awang-awang di dunia.

Hadeeeeeh, Dik, good luck, ya!

3. Bodohku, Gendutku, Pesekku, Jelekku

Ada tipe-tipe orang pacaran yang membuat saya bingung, termasuk orang-orang ini. Bukannya menghujani diri dengan pujian yang menyenangkan—apalagi setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang padat—mereka justru memanggil satu sama lain dengan ucapan yang maknanya cenderung negatif: Bodohku, Gendutku, Pesekku, Jelekku, Bau Badanku, Upilku, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, memang situ nggak emosi, ya, kalau lagi capek seharian, PMS, dan nggak enak badan, tapi tiba-tiba ditelepon dan disapa:

“Hai Gendut, lagi apa?”

[!!!!!!11!!!!1!!!]

Tapi, yaaah, mungkin mereka ini memang bukan penganut prinsip ‘ucapan adalah doa’, jadi hal ini cukup normal bagi mereka~

4. Sweety, Pumpkin, Dedek

Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa penggunaan panggilan sayang erat kaitannya dengan masa kanak-kanak seseorang. Dalam suatu keadaan, seseorang bisa saja memberikan panggilan lucu dan imut pada pasangannya, termasuk sapaan Dedek, Pumpkin, atau Sweety, karena mereka…

…ingin kembali pada kenangan masa kecil yang membuat mereka merasa nyaman dan aman.

Uh, pengin bilang ‘Iya banget,’ tapi saya nggak tahu rasanya dipanggil Dedek sama pacar :(((

5. Horcrux-ku, Kantong Ajaibku, Waifuku

Jenis panggilan sayang kelima adalah panggilan yang telah tercampuri dengan kegemaran penggunanya. Saya, misalnya, pernah dengan PD-nya menyebut seseorang sebagai horcrux karena saya menggemari serial Harry Potter. Dalam kisah ini, horcrux adalah potongan jiwa yang diawetkan.

Niatnya, sih, saya pakai panggilan itu biar lebih romantis. Tapi, saya lupa sesuatu: setiap kali horcrux hancur atau dihancurkan, pemilik jiwanya pun ikut melemah sampai jatuh.

Jadi, yaaa, kalau si horcrux ini tiba-tiba pergi dan menghancurkan hubungan cinta, saya pun…

…ah, sudahlah. Males.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2018 oleh

Tags: ayangbabybebebnama pasanganpacaranpanggilan sayang
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Casual Date: Sebuah Kenikmatan Tanpa Batas yang Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Casual Date: Kenikmatan Tanpa Batas dan Berbahaya yang Tidak untuk Dirasakan Semua Orang

28 Februari 2024
Beratnya Menjalin Hubungan Romansa dengan Cowok Beda Agama MOJOK.CO
Kilas

Beratnya Menjalin Hubungan Romansa dengan Cowok Beda Agama

28 September 2023
Cinlok KKN sering terja
Geliat Warga

Cerita Cinlok KKN, Jadian Sama Anak Pak RT hingga Putus Karena Beda Aliran

22 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.