MOJOK.CO Tim riset Mojok telah mengumpulkan data mengenai hal-hal yang bisa dilakukan saat negara api, eh cuaca panas menyerang.

Dari pelajaran Geografi, kita semua mempelajari bahwa musim penghujan di Indonesia bakal berlangsung sejak akhir bulan Oktober atau awal bulan November. Sementara itu, masa-masa sebelum air hujan jatuh ke tanah Pertiwi disebut sebagai musim peralihan dengan cuaca yang tidak menentu, persis kayak nasib hidup kita yang lagi krisis ini.

Di beberapa tempat di Indonesia, cuaca sedang panas-panasnya. Jogja, misalnya, tak luput jadi salah satu kota yang belum kena hujan, meski beberapa hari sempat gerimis kecil dan sebentar. Banyak orang mengeluh kepanasan. Kulit jadi makin gelap terbakar matahari, kepala pun ikut-ikutan panas terbakar kelakuan mantan suhu yang mendadak meninggi.

Tapi, tunggu dulu. Sebagai manusia yang tetap harus menyebarkan kebaikan, tim riset Mojok telah mengumpulkan data mengenai hal-hal yang bisa kita (hah, kita???) lakukan saat negara api, eh cuaca panas menyerang.

Ingat, Tuhan tidak akan menguji hamba-Nya, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Aseeek.

Jadi, mari kita simak hal-hal seru yang tetap bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan cuaca panas berikut ini.

*JENG JENG JENG*

1. Jualan Sunscreen dan Sunblock

Ini penting: terlalu banyak sinar matahari bisa membahayakan kesehatan kulitmu. Itulah sebabnya produk bernama sunscreen dan sunblock hadir di pasaran. Keduanya berfungsi mirip-mirip; yang satu untuk menyaring sinar matahari, sementara yang satu lagi sebagai penghalau sinar matahari.

Kalau kamu bosan pada peluang karier berupa tukang jualan pulsa dan kuota internet, berjualan produk ini bisa jadi pilihan. Jangan lupa, pelajari dulu soal SPF—kenapa ada yang SPF 15, 30, atau bahkan 50, ya!

2. Menjamu Kerabat

Di media sosial, video pendek orang-orang masak telur di pinggir jalan sedang ramai beredar. Konon, saking panasnya matahari, telur tadi langsung matang dalam hitungan detik!

Menggunakan prinsip yang sama, kenapa tidak kita kembangkan ide ini untuk manfaat yang lebih besar? Alih-alih hanya masak telur, kenapa nggak sekalian masak nasi dan lauk-pauk yang lain? Kalau perlu, undang banyak kerabat dan jamu mereka baik-baik dengan makanan yang kita masak di bawah matahari. Praktis, irit, sekaligus menguatkan kebersamaan!

3. Makan dan Minum Es Tanpa Dimarahin Mama

Entah apa pun kesalahan kita, bukan tidak mungkin orang tua bakal berkomentar, “Es teroooooos!”. Tapi, di cuaca sepanas ini,  rasa-rasanya hal tersebut tak bakal berlaku.

Ya gimana; cuaca panas kan bakal membuat tenggorokan kering. Malah, kayaknya, kalau kita lagi makan es krim, mama-mama kita (hah, kita???) cuma bisa bilang, “Es ter—eh, Mama minta, dong.” Hehe. Mamam, Ma.

4. Nonton Frozen dan Mengkhayal Jadi Elsa

Tak ada yang lebih indah dari bermimpi dan berkhayal jauh-jauh. Di tengah kepanasan yang melanda dan amit-amit teriknya ini, kamu boleh “menghibur” diri dengan menonton Frozen dan berkhayal menjadi Elsa yang bisa mengubah apa pun menjadi es hanya dengan satu kali sentuh.

Ya Tuhan, itu kan kemampuan yang oke banget!

5. Ngajak Jalan Gebetan

Gebetanmu kerap menolak diajak jalan dengan alasan hujan yang turun mendadak dan gaya fashion-nya yang terancam bubar karena harus menggunakan jas hujan? Tenang, kali ini, kamu punya kesempatan besar.

Sekarang juga, kirimkan pesan singkat untuknya dan ajak dia pergi tanpa ampun: “Jalan, yuk. Cuaca panas dan cerah, nih, kita nggak usah pakai jas hujan. Hehe.”

Tapi, yah, kalau dia masih nolak, seharusnya sih kamu paham maksudnya, Broooo~

BACA JUGA Suhu Dingin Melanda Indonesia, 5 Hal Ini Justru Bisa Kita Lakukan atau artikel Aprilia Kumala lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles