MOJOK.CO Karena makna logo OSIS ini dengan mudah di-browsing di internet, kali ini Mojok Institute ingin memberimu alternatif makna yang anti-mainstream.

Selama enam tahun lamanya, seragam SMP plus SMA kita dihiasi sebuah lambang yang tidak asing di saku kemeja: logo OSIS. Namun nyatanya, tak semua dari kita, para murid (dan mantan murid), mengetahui apa makna sebenarnya yang terkandung di balik simbol OSIS tersebut. Ini sungguh menggelikan karena—ya ampun, situ ngapain aja selama ini bersekolah kalau nggak tahu makna logo OSIS? Sibuk ulangan mendadak, ya???

Karena makna lambang OSIS ini dengan mudah di-browsing di internet, kali ini Mojok Institute ingin memberimu alternatif makna yang anti-mainstream. Jadi sekarang, marilah kita duduk manis sambil memandang mulai berlangsung program othak-atik gathuk bersama Mojok Institute!

*JENG JENG JENG*

1. Bagian Atas Logo Melengkung Seperti Logo SCTV yang Lama

Kalau kamu perhatikan, di bagian atas logo OSIS ada warna merah dan putih yang melengkung bagai pelangi. Lengkungan berbentuk demikian, kalau diperhatikan, membuat kita mengingat—tak lain dan tak bukan—logo SCTV yang lama!

Ya, ya, ya, meski ketebalan warnanya berbeda—bahkan warnanya saja nggak sama—kesamaan lengkungan ini jelas punya satu pesan penting: sebagaimana SCTV yang ngetop dan satu untuk semua, OSIS tentu punya harapan yang tak kalah mulia, yaitu menjadikan siswa dan siswinya sebagai pribadi yang berguna untuk semua orang di muka bumi, tapi pertama-tama dimulai dulu dari tingkat sekolah—alias kalau kamu pinter, ya tolonglah kamu mewakili sekolah biar dapat piala dan meningkatkan reputasi!

2. Lima Kelopak Bunga dan Bintang Bersudut Lima Berhubungan dengan Peringkat 10 Besar di Kelas

Tepat di bawah lengkungan bergaya SCTV, ada bentuk lima kelopak bunga berisi gambar bintang dengan lima sudut di dalamnya. Disebutkan, bentuk ini menyimbolkan Pancasila dan lima jalan hidup yang harus dimiliki siswa.

Padahal, coba ingat-ingat: apa yang berhubungan dengan bintang dan siswa? Jawabannya: istilah “bintang kelas” alias siswa dengan nilai gemilang. Lima kelopak bunga dan lima sudut bintang pun jika dijumlah akan menghasilkan angka 10, yang kemudian membuat kita teringat (dari istilah “10 bintang kelas”) pada 10 besar peringkat di kelas.

Konon, beberapa orang tua sangat terobsesi melihat anaknya masuk 10 besar. Pokoknya masuk 10 besar dulu, baru kamu boleh liburan, boleh main, atau boleh beli baju baru. Kalau belum 10 besar, kamu belum patut diapresiasi dan tidak membanggakan keluarga!!!

Hadeh, ribet~

3. Tangan Terangkat dan Buku Terbuka: Perilaku Siswa saat Ulangan

Di bawah lambang “10 bintang kelas” tadi, ada bagian dari logo OSIS yang menunjukkan tangan terbuka, sementara di bawahnya adalah gambar buku terbuka. Beberapa orang percaya bahwa lambang tangan terbuka erat kaitannya dengan perilaku suka menolong yang dimiliki siswa, tapi kita sepertinya perlu menganalisis lebih dalam lagi.

Coba perhatikan: alih-alih tampah seperti tangan terbuka, ia lebih mirip seperti tangan terbuka yang terangkat ke atas, bagai ekspresi tangan orang yang kebingungan dan ingin bilang, “Tidak tahu.” Lalu di bawahnya, sebuah buku terbuka. Apakah kamu sudah memahami apa maksud dari ini semua???

Sudahlah, jangan pura-pura lupa. Ingat-ingatlah dengan baik: saat kamu diberi ulangan mendadak dan sama sekali tidak tahu jawabannya sampai kebingungan, kamu mulai mengintip buku catatanmu yang kamu buka diam-diam dan sembunyikan di laci bawah meja….

4. Padi dan Pita di Sisi Kanan dan Kiri adalah Pesan dari Orang Tua

Di sisi kanan dan kiri logo, ada tumpukan padi dan tumpukan yang cukup padat lainnya: pita, buah kapas, dan daun kapas. Hmm, apa artinya ini???

Padi akan diolah menjadi nasi, yang mana nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Hal ini sebenarnya adalah sebuah nasihat rahasia dari ibu-ibu kita semua yang ingin bilang:

“Ini, loh, sarapan dulu!!! Makanya jangan bangun kesiangan biar bisa sarapan daritadi!!!”

Selain pesan untuk sarapan nasi, orang tua kita juga sepertinya ingin meninggalkan satu lagi pesan yang tak kalah penting: dari tumpukan pita dan kapas yang tak beraturan di sisi satunya, mereka seolah ingin bilang betapa berantakannya kamar kita saat kita meletakkan barang apa pun. Dengan begitu, wajar-wajar saja kalau setiap hari Senin, kita bakal panik sendiri dan ujung-ujungnya bertanya,

“Bu, dasiku mana, ya, Bu??? Sabukku mana, ya, Bu??? Topiku??? Sepatuku??? Kepercayaan diriku???

5. Tulisan OSIS di Lambang Mirip Ikat Kepala Naruto

Ada tulisan OSIS yang tertera di bagian logo berwarna cokelat dan disebut berbentuk biduk perahu untuk menggambarkan lautan kehidupan. Tapi, kalau hanya dilihat sekilas, bagian ini justru mengingatkan kita pada…

…ikat kepala Naruto yang berlambang Konoha.

Dalam serial Naruto, ikat kepala digunakan sebagai pelindung dan wujud kebanggan terhadap desa asal para ninja. Dengan demikian, lambang pada logo OSIS tersebut juga diharapkan mampu menjadi pelindung kepala murid-murid (artinya, agar murid-murid tidak kelelahan berpikir karena belajar terlalu keras) dan agar mereka tetap bangga menjadi bagian dari OSIS.

Yah, bangga-banggain aja, lah, jadi OSIS, walaupun statusnya cuma “anggota OSIS” dan bukan siswa atau siswi populer yang masuk jajaran pengurus OSIS. Toh, kita sudah biasa, kan, jadi orang yang biasa-biasa saja?

Hah, kita???