MOJOK.CO Menjelang lebaran, mudik jadi sebuah keistimewaan yang dicari. Sialnya, ada saja orang-orang yang harus nggak mudik dari kota rantau dan jadi kebingungan!

Menjadi perantau tentu bukan hal yang mudah. Bertahan hidup di kota orang, baik untuk kuliah ataupun bekerja, adalah sebuah tantangan tersendiri yang belum tentu bisa dilakukan semua orang. Karena itu, kesempatan untuk mudik, misalnya saat lebaran, lantas menjadi istimewa bagi kaum perantau ini.

Tapi, tapi, tapiiiii, namanya juga kehidupan. Tentu, ada saja hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan, misalnya…

…gagalnya rencana mudik!!!!1!!1!!!1!!!11!!

Ya, Saudara-saudara, di dunia ini masih ada banyak hal dan banyak orang yang berakhir dengan pilihan untuk nggak mudik dan akhirnya meneruskan hidupnya dengan bertahan di kota rantau. Penyebabnya banyak, tapi—tenang saja! Mojok Institute telah merumuskan hal-hal yang bisa mereka lakukan selagi nggak mudik.

*JENG JENG JENG*

1. Kerja

Alasan yang paling sering membuat seseorang memutuskan untuk nggak mudik adalah alasan pekerjaan. Kerja lembur atau piket lebaran mendadak menjadi sesuatu yang nggak bisa dengan mudah ditinggalkan, nggak kayak masa lalu yang jahat dan menyebalkan.

Tak ada pilihan lain: bekerjalah kamu dengan bahagia alih-alih pulang ke kampung halaman. Tenang, meski nggak mudik, tanamkanlah dalam pikiranmu bahwa selepas hari-hari “penyiksaan” itu, dompetmu akan menebal dan kamu bisa melakukan langkah-langkah selanjutnya~

Baca juga:  Hikayat Kiai Faizi dan Bukti Hebatnya Silaturahim

2. Berfoya-foya

Iya, kamu nggak salah baca: berfoya-foyalah kamu sebelum terlambat!!!1!!!1!!!

Kamu, toh, sudah bekerja keras pagi dan malam, jadi apa salahnya menghibur diri sendiri yang pilu gara-gara nggak mudik? Pergilah ke tempat yang paling kamu inginkan, pesan makanan kesukaanmu, cicipi minuman favoritmu, lakukan perawatan di salon, atau bahkan lakukan movie marathon.

Aktivitas berfoya-foya ini mungkin lebih tepat kita (hah, kita???) anggap sebagai kegiatan me-time yang bertujuan untuk memanjakan diri sendiri. Kali ini, nggak usahlah kamu repot-repot bersedih karena bersedih cuma akan membuatmu merasa kalut. Padahal, daripada kalut, kan lebih baik mengenyangkan perut~

3. Pura-Pura Jadi Turis

Tinggal di kota rantau sebagai mahasiswa atau pekerja mungkin membuat kita justru kurang mengenal kota rantau itu sendiri sebagai kota wisata. Nah, mumpung nggak mudik, inilah saat yang tepat untuk bereksplorasi, mylov~

Kunjungilah tempat-tempat wisata yang belum pernah kamu kunjungi. Update kunjunganmu di Instagram Story kalau ingin sekalian membangun engagement dengan followers, alias bisa jadi salah satu usahamu siapa tahu di-reply oleh sang gebetan. Kalau memungkinkan, lakukan juga staycation biar lebih cepat habis THR-nya terasa turisnya.

4. Keliling Cari Makanan Lebaran Silaturahmi

Meski nggak mudik, ingatlah baik-baik bahwa silaturahmi tetap menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Pastikan kamu sudah menghubungi keluargamu di rumah dengan telepon atau video call—nggak usah kebanyakan alasan; teknologi sudah memangkas jarak di antara kalian, kan?

Baca juga:  Perkara Mudik Lebaran, Jalan Tol, dan Kesombongan Cebong yang Kurang Berkelas

Setelah itu, kunjungilah kenalan dan kerabatmu di kota rantau untuk merayakan hari raya bersama-sama. Syukur-syukur, kamu bisa dapet makanan lebaran gratis yang enak-enak menambah keluarga, mylov~

5. Nangis

Keempat aktivitas di atas memang menyenangkan untuk kamu lakukan saat nggak mudik. Poin untuk berfoya-foya bahkan menyarankanmu untuk secara total melaksanakan me-time dan bukannya bersedih, tapi tetap saja…

…kamu diperbolehkan untuk menangis, Sayangku.

Ya gimana, semua orang aja pulang ke rumah dan bertemu yang mereka rindukan, eh kamu kok malah nggak mudik? Budak korporat, ya?

Uuu, kasian~



Tirto.ID
Loading...

No more articles