• 14
    Shares

MOJOK.COKenapa di beberapa tempat air putih digratiskan padahal air mineral dijual bebas? Kenapa pula kita menyebutnya air putih, bukan air bening? Apakah keduanya mengacu pada air mineral? Mojok Institute akan mengurai penjelasannya berikut ini.

“Air putih gratis,” begitu tulisan yang tertera di sebuah warung. Saya sempat terkejut dengan kalimat tersebut. Lah wong kalau mau minum Aq*a botolan saja saya harus beli 2.500 rupiah, eeeeh kok di sini gratis? Bukankah air putih itu sama dengan air mineral?

Ternyata, jawabannya adalaaaaah~

*jeng jeng jeng*

Air Putih vs Air Mineral

Air mineral dan air putih adalah istilah yang dipakai untuk merujuk pada dua hal yang tampak serupa, tapi sebenarnya berbeda. Air putih disebut mengandung satu atom oksigen dan dua atom hidrogen, sedangkan air mineral mengandung mineral, baik alami maupun buatan. Komponen mineralnya pun beragam, yaitu zinc, zat besi, kalsium, dan magnesium.

Air putih umumnya didapatkan dari sungai, danau, atau—secara praktis—dari keran air bersih di rumah, yang lalu dimasak sampai matang. Di sisi lain, air mineral adalah air yang berasal dari tempat yang mengandung banyak mineral.

Baiklah, satu pertanyaan terjawab sudah: keduanya berada di jalur yang berbeda~

Air Putih vs Air Bening

Sebelum saya memesan minuman air putih ke ibu penjual, teman saya maju duluan dan berkata, “Bu, air beningnya dua.”

Baca juga:  Beberapa Manfaat Penting Air Putih Bagi Tubuh Manusia

[!!!!!!!!!!!!!11!!!!]

“Air putih atau air bening, sih?” bisik saya, ketika si teman kembali ke sebelah saya.

Teman saya belum menjawab, tapi saya sudah membuka KBBI terlebih dulu. Tidak ada lema “air bening” di sana—yang ada hanya “air putih”, yang berarti:

  1. air tawar yang dapat diminum,
  2. air yang masih asli dan belum dicampur apa-apa.

Kata air sendiri, masih menurut KBBI, berarti cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen. Disebutkan pula bahwa air akan mendidih pada suhu 100°C.

Nah!!! Kenapa tidak pakai istilah air jernih saja kalau begitu? Toh, kata bening yang berhubungan dengan air dalam KBBI sendiri bermakna bersih, putih, tidak bercampur dengan tanah, dan jernih~

Hmm, tapi coba lihat: ada kata putih pula di definisi kata bening, terkait air.

Di titik ini, saya rasa air putih adalah istilah yang muncul dengan sendirinya dan diterima dalam masyarakat tanpa penolakan. Hal ini pun terus berlaku sampai sekarang hingga masuk ke dalam KBBI, meskipun—secara literal—warna air putih sendiri tidaklah putih seperti kapas, sebagaimana disebutkan dalam definisi kata putih pada kamus yang sama.

(Sekali Lagi) Air Putih vs Air Bening

Omong-omong soal bening, air bening pun banyak rupanya. Tak hanya air minum, air aki juga berwarna transparan, mylov. Bahkan, jangankan air aki—air keran yang belum dimasak, air hujan, sampai air cuka pun bening! Bukankah begitu?

Baca juga:  Beberapa Manfaat Penting Air Putih Bagi Tubuh Manusia

Mungkin, untuk itulah istilah air putih ini hadir; sebagai pembeda di antara air bening-air bening tadi, untuk menunjukkan air mana yang layak minum.

Contoh sederhananya, di tahun 2017 lalu, dua pria Slovakia merilis produk kopi yang bening dan jernih, selayaknya air putih. Rasanya? Tentu saja rasa kopi!

Singkatnya, kata bening lebih tepat dipakai untuk menggambarkan keadaan air (jernih), tapi tidak digunakan sebagai nama yang merujuk pada air minum biasa.

Teman saya yang sedari tadi mendengar penjelasan ini pun menghela napas. Lalu katanya,

“Tapi ibu penjualnya ngerti, kok, maksud saya,” katanya, sembari menunjuk si ibu yang datang dengan dua gelas air putih. Tambahnya, “Yang penting itu minumnya. Nih!”

Yhaaa, dari keribetan air putih vs air bening, yang paling penting adalah keteraturan kita untuk minum 8 gelas sehari. Demi ginjal yang lebih sehat, gaes-gaeskuuuu~

Selamat minum!

  • 14
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles