MOJOK.CO – Berkebalikan dari beat-nya yang ceria dan visualisasi penuh warna, lirik soundtrack Hamtaro sebenarnya cukup sedih kalau ditafsirkan. Bahkan sama sedihnya dengan lirik soundtrack Hachi yang ingin bertemu sang mama.

Soundtrack kartun lawas Hachi si lebah bisa jadi diciptakan ketika penulis liriknya sedang mengiris bawang. Siapa yang tak sedih dengan cerita seekor lebah cilik terombang-ambing mencari mamanya sendiri?

Mama, Mama
Di manakah kau berada?
Mama, Mama
Ingin sekali kubertemu

Hatchi anak yang sebatang kara
Pergi mencari ibunya
Di malam yang sangat dingin
Teringat Mama

Walaupun kesepian
Hatchi tetap bergembira

Mama, Mama
Di manakah kau berada?
Mama, Mama
Suatu saat pasti bertemu

Mama, Mama
Hatchi ingin bertemu
Mama, Mama
Suatu saat pasti bertemu

Sementara itu beberapa cerita kartun lain justru mengajak penontonnya untuk selalu ceria dan hura-hura. Soundtrack kartun memang kerap jadi tersangka penyederhanaan hidup. Mencari teman dari sudut pandang Chibi Maruko-chan saja semudah ganti baju agar menarik hati.

Di sisi lain, soundtrack Hamtaro yang mudah dihafal justru menyimpan banyak sekali tanda tanya kalau ditafsirkan. Selain kita manusia nggak tahu maksud istilah “tuk ku tuk”, kita sudah bersalah mengabaikan banyak aspek pada lirik lagu ini. Kalian pikir lagu ini bermakna penuh keceriaan? Riset kalian kurang dalam.

Tuk ku tuk, lewat lorong sempit
Tuk ku tuk, Hamtaro berlari
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Sudah disuruh lewat lorong sempit sambil berlari, Hamtaro diiming-imingi biji bunga matahari pula, pantas nggak bisa nolak. Skema ini mirip dengan logika buruh banget. Asal dikasih uang, meski jumlahnya nggak seberapa, para buruh rela bekerja tanpa ampun. Sungguh gelap sekali bait pertama lagu ini. Penulis liriknya mungkin sedang dalam perjuangan melawan kapitalis.

Baca juga:  Kalau Nonton Anime Jadi Penjahat, Nonton Ustadz Ngamuk Jadi Apa?

Tuk ku tuk, Hamtaro berlari
Hamtaro berputar di atas roda putarnya
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Roda putar hamster adalah sebuah ironi. Lirik soundtrack-nya bisa bilang Hamtaro sedang berputar di atas roda putarnya, dia kelihatan senang. Tapi apa pernah seekor hamster tiba-tiba ingin lari-lari di roda putar saat mereka keluar kandang? Ya tentu mereka memilih bermain dan berlarian di taman. Hamtaro suka roda putar karena tiada kesenangan lain yang bisa dia pilih di dalam kandang. Saya jadi ingat perumpamaan burung dalam sangkar emas. Mirip-mirip begini deh.

Tapi Hamtaro itu cerdik dan kadang kala bermain bersama temannya di luar kandang kok. Mereka bahkan biking geng.

Tuk ku tuk, Hamtaro tidur
Hamtaro tidur di mana saja
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Bait ini adalah yang paling menyedihkan sepanjang soundtrack Hamtaro ini. Sekilas kita merasa Hamtaro ini tipe hamster pelor alias nempel molor yang nggak bisa melihat tempat datar dianggurin, langsung tidur aja. Sayangnya, ini juga berarti Hamtaro seorang gelandangan.

Saya nggak mengada-ada, Hamtaro memang hamster yang nggak diketahui siapa ibunya dan siapa ayahnya. Kita cuma tahu orang tua pemilik Hamtaro aja. Hamtaro diperjualbelikan lalu berpindah pemilik ke sana kemari. Pada akhirnya dia dipelihara oleh seorang cewek bernama Hiroko Haruna.

Baca juga:  One Piece Mungkin Ceritanya Bermasalah, tapi Naruto Jelas-jelas Sampah

Yang lebih menguatkan kesedihan Hamtaro adalah seri manganya yang berjudul A Home for Hamtaro dan Hamtaro Gets Lost. Betapa mahluk kecil imut ini beneran homeless sampai dikasih rumah, bahkan sudah dikasih rumah pun masih tersesat.

Demi dewa, tolonglah makhluk tidak berdaya ini.

BACA JUGA Pertarungan Lintas Generasi Melawan Rezim Lirik Lagu atau artikel lainnya di POJOKAN.