Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Daripada Ribut, Ayolah Belajar Cara Bikin Sumur Resapan Pencegah Banjir

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
4 Januari 2020
A A
sumur resapan banjir jakarta pencegah banjir cara bikin cara membuat mojok.co

sumur resapan banjir jakarta pencegah banjir cara bikin cara membuat mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Vokal soal banjir perlu sih, tapi rencana selanjutnya untuk mencegah banjir datang di tahun-tahun mendatang jauh lebih perlu. Soal ini, mari kita persilakan naik ke panggung salah satu tokohnya: Sumur resapan!!! 

Topik banjir lebih riuh daripada letusan kembang api dan resolusi sok iye buat menyambut 2020. Baru hari pertama saja media sosial sudah ikutan banjir dan penuh air. Ditambah lagi drama nyalahin gubernur, nyalahin presiden, nyalahin warga pedatang, berlanjut nyalahin moral bangsa. Sekarang ini saya juga ikut nyumbang suara buat nyalahin semuanya.

Jauh sebelum banjir Jakarta terasa seperti bencana nasional yang semua orang kayaknya harus tahu banget, sebenarnya ada langkah kecil buat membantu mencegah banjir terjadi. Sekarang, saat air sudah mulai agak surut, yuk kemon belajar bikin sumur resapan. Dijamin lebih berfaedah dari mention Anies Baswedan.

Siasat bikin sumur resapan sebenarnya sudah terkenal sejak lama, tapi jarang yang peduli. Terbilang cukup mudah, manfaat yang didapat juga asyik. Serius ini bukan sedang MLM. Contohnya sumur resapan yang berhasil dibikin Pak Baharuddin dan diceritakan di unggahan Facebook ini.

Dengan biaya yang nggak mahal, Pak Baharuddin menyelamatkan sepuluh rumah tetangganya dari banjir. Ketika musim hujan air sumur ini bisa dipakai untuk keperluan rumah tangga. Sedangkan kalau kemarau, tanah humusnya bisa dipanen buat keperluan menanam. Bukankah ini win-win solution? Seperti yang disampaikan dalam unggahan tersebut, sebenarnya Jakarta juga bebas banjir asalkan ada dua juta sumur resapan. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari jumlah penduduk dan kepala keluarga di daerah ibu kota.

Nggak perlu muluk bikin sebesar punya Pak Baharuddin. Secara sederhana sumur resapan cuma dua lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm atau jangan sampai melebihi permukaan air tanah. Lubang ini diberi jarak sekitar 100 cm satu sama lain. Ada juga yang menyulap sumur resapan menjadi biopori dengan memberikannya sekam atau sampah organik. Sungguh alternatif ini sulit dibantah oleh mereka yang ngakunya sudah nggak punya lahan lagi. Permukaan tanah di atasnya masih bisa dicor, saudaraku…

Begini, saya jelaskan cara kerja sumur resapan biar tulisan ini makin kayak MLM yang begitu meyakinkan. Pertama, lubang yang berisi sampah organik akan cenderung menampung air hujan. Beberapa orang malah mengalirkan secara langsung penampungan air hujan dari atap rumah dengan paralon biar langsung meresap ke si sumur. Jangan sekali-kali meragukan kekuatan alam, saya kasih tahu, tanah adalah sebaik-baiknya tempat kembali untuk air.

Kedua, air yang diserap tanah ini akan merembes dan sedikit demi sedikit mengalir ke permukaan air tanah. Air tanah bisa digunakan untuk minum, makan, dan mandi. Asalkan jarak lubang si sumur tidak terlalu dekat dengan permukaan air tanah. Biarkan mereka kangen. Maka airnya akan jernih.

Ketiga, saat tidak ada hujan, tanah di sekitar sumur resapan justru lebih gembur dari yang lainnya. Tempat ideal untuk hunian cacing dan ini bagus untuk keperluan menanam. Di tengah musim kemarau sekalipun, tanaman bakal tumbuh subur. Lebih subur dari tanah kering kemarau yang seringnya nggak mengasilkan apa-apa.

Keempat, sayonara banjir!

BACA JUGA Beda Cara Anies dan Ahok Menangani Banjir Jakarta atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2020 oleh

Tags: banjir jakartasumur resapan
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Pojokan

Abdul Somad yang Babak Belur di Medsos Memang Tak Perlu Bela Anies

2 Maret 2020
anies baswedan banjir jakarta
Esai

Bagi Haters dan Fans Anies, Korban Banjir Jakarta itu Cuma Calon Kertas Suara

27 Februari 2020
Pojokan

Ironi PA 212 yang Sebut Pengkritik Anies Tak Bisa Move On tapi Tetep Demo Ahok

26 Februari 2020
anies baswedan formula E
Pojokan

Kejeniusan Anies Baswedan Di Balik Anggaran Formula E Lebih Besar dari Anggaran Banjir Jakarta

26 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.