MOJOK.CO – Sebagai brand favorit umat di Indonesia, ada beberapa pertanyaan mendasar tentang masa aktif Telkomsel, indihome wifi beserta hal-hal membingungkan lainnya.

Komplain pelanggan itu wajar karena didasari oleh banyak banget pertanyaan dan ketidakpuasan yang bercampur aduk menjadi kemarahan. Saya sendiri contohnya, pernah benar-benar bingung dengan masa aktif Telkomsel yang tiba-tiba udah habis. Meski nggak sampai marah-marah tapi gemes aja kalau diingat-ingat. Sementara permasalahan kolega Telkomsel, yaitu indiHome justru sudah membentuk stigma wifi buruk dengan begitu mantap.

Dear Telkom, beberapa pertanyaan di bawah ini nggak perlu dijawab kok, cukup ditangani atau dijadikan topik di raker tahunan, anda kan BUMN nih. Ngomong-ngomong jawabannya jangan cuma suruh restart router ya, kami bosan.

Pertanyaan pertama, kenapa masa aktif Telkomsel singkat dan bikin nangis?

Terhitung sudah dua kali saya luput nggak mengisi pulsa dan tiba-tiba saja nomor Telkomsel saya hangus. Padahal, nomor tersebut terhubung dengan beberapa akun kayak internet banking, dan beberapa akun uang elektronik. Memang sih saya nggak serutin itu pakai paketan internet dari Telkomsel karena di rumah udah ada wifi, sementara layanan telepon dan SMS hampir nggak pernah saya gunakan.

Tapi saya beneran gemes sama masa aktif Telkomsel yang seumur laron. Kalau hidup diibaratkan kayak nunut ngombe, masa aktif Telkomsel ini kayak numpang kedip doang. Musnah dalam sekejap. Pertanyaannya kenapa bisa sesingkat itu dan nggak ada pemberitahuan apa-apa di hari menjelang nomor hangus? Bahkan kadang cek pulsa aja susahnya minta ampun, harus pindah jaringan ke 3G dulu. Perihal cek masa aktif di *888# aja agak ribet begini.

Saya pikir ini cuma terjadi pada saya, ternyata ibu saya yang sudah jadi pelanggan setia Telkomsel selama sewindu saja berakhir nomornya hangus. Belum lagi ART di kosan yang tiba-tiba curhat kalau nomornya ganti karena nggak tau kenapa kok nggak bisa dipakai lagi. Wah, mohon maaf nih Telkomsel, saya kalau pakai kartu Tri masa aktifnya sampai 2022 makanya nggak ganti-ganti.

Baca juga:  Masalah Netflix vs Telkom Bakal Abadi Selama Johnny G. Plate Masih Nggak Paham Konsep Streaming

Pertanyaan kedua, kenapa FUP IndiHome punya kekuatan ajaib buat nambah-nambah sendiri?

Selain indiHome wifi, saya belum tahu tentang kebijakan FUP dari penyedia jasa internet lainnya. FUP atau Fair Use Policy adalah batasan kuota tertentu sebelum akhirnya indiHome mengurangi kecepatan akses internet kita. Ketika sudah mencapai batas FUP, maka jangan heran kalau internetnya jadi lemot, lemotnya nggak wajar pula.

Masalahnya ada beberapa kasus yang FUP-nya bertambah secara ajaib. Walau indiHome wifi di kosan saya cuma dipakai satu orang, FUP-nya kadang udah abis di tanggal 2. Wah, wah, padahal saya juga nggak habis download game loh, Min. Keluhan soal FUP ini klasik banget dan tergolong dalam kategori wajar saking banyaknya yang komplain.

Katakanlah kalau saya nggak pakai sebanyak 10GB, tapi tiba-tiba FUP sudah sampai segitu, apakah ini bisa disebut dengan korupsi kuota?

Pertanyaan ketiga, pemulihan nomor lama kenapa diarahin ke pascabayar kartuHalo?

Pertanyaan ini sebenarnya agak nyambung dengan pertanyaan pertama. Sebagian orang yang telah putus asa karena masa aktif Telkomselnya lewat begitu saja mungkin akan mencari alternatif. Pokoknya gimana caranya nomor itu masih bisa hidup karena terlanjur sayang.

Sayang-sayang, ya sayangnya kalau masa akftif Telkomsel sudah habis dan kamu masih pengin pakai nomor yang sama, harus beralih ke pascabayar kartuHalo. Yah gimana dong, Mylov, kalau belum tajir dan sibuk layaknya eksekutif, pakai kartuHalo kurang ada urgensinya. Mengubah kebiasaan dari beli pulsa prabayar ke pascabayar saja sudah agak ribet, belum lagi buat memahami paket-paket dan prasyarat penggunaan.

Baca juga:  Jokowi dan Tarif Listrik PLN Menjebak Rakyat dalam Kebingungan

Pertanyaan keempat, internet positif telah mengarahkan kita pada sebuah website uzone.id ini tujuannya apa ya?

Banyaknya website yang diblokir Telkom itu sudah mendekati pemakluman. Mulai dari Reddit, Vimeo, sampai yang katanya bertolak belakang dengan norma dan nilai di Indonesia: PornHub. Saya membuka situs PornHub pagi ini, di kantor, pakai indiome wifi, buat riset. Karena jelas kena blokir, saya lantas diarahkan ke sebuah situs yaitu internetpositif.uzone.id. Dan wow, situsnya lengkap ya, ada banyak artikel dan… iklannya.

Bahkan pamor situs uzone ini bisa jadi mengalahkan sebagian media besar di Indonesia dalam ranking Alexa. Boleh dicek deh, per hari ini saja uzone.id berada di ranking 32. FYI, ranking ini didasarkan pada kunjungan. Betapa luar biasa orang-orang yang nyasar dari pemblokiran aja kalau dikumpulkan bisa jadi uang. Meskipun saya nggak tahu menahu tentang bagaimana ‘penjualan’ iklan dalam situs ini tapi wajar dong kalau ini jadi pertanyaan. Emang bener ya situs internet positif dikomersialisasi dan apakah ini sah-sah saja dilakukan?

Saya nggak tahu, makanya tanya.

Mungkin masih banyak pertanyaan buat masa aktif Telkomsel, paketan datanya, indiHome wifi, dan permasalah lain yang terasa ruwet bagi konsumen medioker macam saya. Tapi ya sudah, kita bisa apa lagi selain komplain sama perusahaan BUMN ini.

BACA JUGA Kita Kudu Bayar Biaya Sewa Modem IndiHome dan Itu Nggak Masuk Akal atau artikel lainnya di POJOKAN.