Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Debat Mencuci Pembalut VS Buang Langsung Adalah Hasil Konspirasi Turun-temurun

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
8 Januari 2020
A A
Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh

mencuci pembalut menstruasi langsung dibuang toilet mal cara mencuci pembalut mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejak saya pertama kali datang bulan, kawan-kawan di sekolah sudah ngingetin untuk mencuci pembalut sebelum dibuang. Soalnya kalau nggak, nanti pembalutnya dijilatin setan. Jelas saja saya ketakutan dan nggak pernah absen mencuci pembalut sampai sekarang. Baru belakangan saya sadar, kekacauan macam apa ini?

Ada seorang teman saya yang sudah mulai mens sejak kelas 5 SD. Sebut saja dia Rara. Rara pernah meminta saya mengantarnya ke toilet sekolah, karena katanya, dia mau ganti pembalut. Oh wow, hal baru bagi saya yang belum tahu seputar mens karena memang belum mengalami saat itu.

Iklan

Tapi di dalam toilet dia sungguh lama dan nggak kunjung keluar. Seram juga kalau dia ketiduran dengan kaki terbalik. Sampai akhirnya saya gedor-gedor pintunya dan dia bilang dia sedang mencuci pembalut.

Saya yang bingung lalu meminta penjelasan pada Rara. Pembalut sudah dipakai kok dicuci? Kan nggak akan dipakai lagi. Sebenarnya logika saya sudah jalan sejak SD sehingga skeptis akan hal ini. Halah.

Tapi kata Rara, kalau nggak dicuci, darah kotor bisa jadi makanan kuntilanak dan perut kita bisa nyeri saat mens. Bahkan ketika ditanya, teman sepergaulan saya juga mengatakan hal yang sama sampai informasi ini sifatnya repetitif dan bikin saya percaya. Mitos memang ampuh meruntuhkan logika.

Saat mulai mens saya akui saya malas mencuci pembalut. Kadang langsung saya bungkus kresek hitam dan dibuang. Tapi kawan laki-laki saya yang sok tahu pernah bilang kalau dia lihat anjing-anjing di kompleks perumahannya lagi korek-korek tempat sampah dan jilatin bekas pembalut orang. Seketika saya jijik banget dong! Gara-gara itu saya nggak pernah absen mencuci pembalut.

Oke, sebagian besar cewek memang masuk tim nyuci pembalut sebelum dibuang, termasuk saya. Tapi tahukah kalian kalau sebenarnya nggak dicuci pun nggak apa-apa? Pembalut diciptakan sebagai disposable product yang artinya produk ini memang dimaksudkan sekali pakai aja. Mana ada yang jual pembalut preloved. Mencuci pembalut berbahan gel justru memungkinkan gelnya tercecer dan makin iyuh. Wtf girls.

Kalau pun terbuat dari busa, sebenarnya mencuci pembalut bukanlah sebuah kewajiban yang jika dilanggar membuatmu kehilangan martabat kewanitaan. Di toilet mal, disediakan tempat sampah khusus pembalut yang punya fungsi mensterilkan. Maka kalau ada yang kekeuh pengin cuci pembalut di toilet mal dan bikin mambrah-mambrah begitu, ya kebangetan. Itu kan toilet kering, saudarikuuu.

Begini, saya bukan sedang mengajak seluruh perempuan anti nyuci pembalut. Tapi mencuci karena takut darahnya bakal dijilatin kuntilanak adalah mitos turun-temurun yang konyol. Nyeri haid juga penyebabnya bukan karena kuntilanak. Mbak kunti salah apa sampai difitnah demikian keji?

Mencuci pembalut sudah semestinya jadi sebuah kesadaran akan kebersihan. Semata takut bakal berbau busuk kalau ngendon di tong sampah adalah alasan masuk akal. Soal darahnya bercecer atau tidak, tergantung bagaimana saudari-saudari sekalian membungkus rapat bekas pembalutnya. Makin rapat, makin aman, makin bermartabatlah kalian dalam urusan kebersihan.

Oiya saya mau say hello buat cowok-cowok yang sedang heran kenapa bisa mengikuti tulisan ini sampai selesai. Tolong jangan pernah bikin air rebusan pembalut ya. Makasi~

BACA JUGA FYI, Pengalaman Menstruasi Pertama Nggak Kalah Awkward dari Mimpi Basah atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2020 oleh

Tags: menstruasipembalut
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Laki-laki Boleh Pakai Pembalut MOJOK.CO

Laki-laki Boleh Pakai Pembalut dan Kehormatan Mereka Tidak Bakal Runtuh

19 April 2022
Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh

Pakai Darah Haid demi Bikin Cowok Klepek-klepek, Salah Satu Wujud Insecure yang Aneh

26 September 2021
ilustrasi Proses Menemukan Pembalut Paling Nyaman, Sebuah Jalan Terjal yang Panjang mojok.co

Proses Menemukan Pembalut Paling Nyaman, Sebuah Jalan Terjal yang Panjang

26 Agustus 2021
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co

Perempuan dan ‘Kutukan’ Menstruasi

2 Mei 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.